Meskipun kanker tidak lagi dianggap sebagai hukuman mati, namun diagnosis penyakit ini tetap saja membuat penderita dan keluarganya stres. Seiring dengan perkembangan terapi kanker – dimana terapi baru hanya memberikan perpanjangan waktu – banyak pasien kemudian beralih ke terapi alternatif untuk menemukan penyembuh ajaib.

Hingga sekarang, kita belum menemukan obat ajaib penyembuh segala jenis terapi. Bahkan lebih sulit lagi untuk terapi kanker.

Risiko kematian yang lebih tinggi

Peneliti dari Cancer Outcomes, Public Policy and Effectiveness Research (COPPER) Centre di Fakultas Kedokteran Yale dan Rumah Sakit Pusat Kanker Yale melaporkan risiko kematian lebih tinggi bagi mereka yang hanya menerima terapi kanker alternatif, dibandingkan mereka yang mengikuti terapi konvensional. Tim peneliti memeriksa 280 pasien kanker payudara non-metastatik, prostat, paru-paru, dan kolorektal dan menolak menerima terapi konvensional (misalnya kemoterapi, radioterapi, operasi atau terapi hormon).

Pasien ini lebih memilih melakukan terapi alternatif sebagai terapi utama mereka. Sikap demikian ditemukan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian hingga 2,5 kali. Hasil penemuan ini sangat berbeda dengan kepercayaan publik dimana mereka percaya bahwa pengobatan alternatif lebih aman dan efektif.

Menurut Dr James B. Yu, seorang penulis penelitian senior, banyak sekali pasien penderita kanker tingkat lanjut yang datang ke klinik mereka dengan terapi alternatif tunggal, meskipun tidak efektif dan belum terbukti sebelumnya.

"Sekarang kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa menggunakan obat alternatif untuk menggantikan terapi kanker yang sudah terbukti sebelumnya bisa menyebabkan angka keselamatan yang lebih rendah. Harapan kami adalah agar informasi ini bisa digunakan oleh pasien dan dokter saat mendiskusikan pengaruh terapi kanker pada keselamatan pasien," jelas penulis penelitian, Dr Skyler Johnson.

Terapi komplementer dan alternatif (Complementary and alternative medicine/CAM)

Ada perbedaan penting antara pengobatan alternatif dan terapi komplementer. Saat terapi yang belum terbukti, "di luar kebiasaan" – dan seringkali tidak efektif – digunakan sebagai terapi primer kanker, terapi ini disebut sebagai "terapi alternatif". Obat komplementer, di sisi lain, mengarah ke terapi tambahan yang digunakan bersamaan dengan terapi kanker konvensional.

Bahaya hanya bergantung pada terapi alternatif tidak terbatas pada rendahnya efikasi, tetapi sebuah penelitian terbaru di Malaysia menunjukkan penggunaan terapi komplementer dan alternatif sangat berhubungan dengan tertundanya presentasi dan resolusi diagnosis kanker payudara.

Hal serupa, beberapa penelitian yang dilakukan di Singapura karena banyak warga Singapura yang menggunakan CAM. Jenis CAM yang paling banyak ditemukan adalah vitamin dan suplemen dan pengobatan tradisional Cina.

"CAM banyak digunakan oleh pasien pengguna kemoterapi, tetapi beberapa pasien tidak memberitahu dokter onkologi mereka mengenai hal ini," catat penulis penelitian, Dr Chong Wan Qin, yang juga merupakan konsultan onkologi asosiasi di Universitas Nasional Institut Kanker Singapura.

Permasalah inti

Dengan adanya pengaruh kanker pada kehidupan manusia dan banyaknya penggunaan terapi komplementer dan alternatif sebagai pengganti terapi alternatif – ada kekosongan besar dalam literatur saintifik yang mempelajari efektivitas kurangnya efek terapi ini. Meskipun demikian, sebagaimana yang dinyatakan oleh Dr David h Gorski, seorang dokter bedah onkologi di Institut Kanker Barbara Ann Karmanos, intinya sangat jelas: CAM tidak meningkatkan tingkat kesembuhan pasien kanker.

Meskipun banyak bukti yang menunjukkan pengaruh CAM, namun masih ada kegelisahan tertentu yang dirasakan pasien terdiagnosis kanker. Mungkin, bukan dengan menghina tenaga kesehatan penyedia terapi alternatif – tetapi, dengan menghibur dan melakukan konseling ke pasien yang panik ini mengenai terapi terbaik yang bisa ia lakukan – sehingga kita bisa mengoptimalkan outcome terapi kanker. MIMS

Bacaan lain:
Budaya memengaruhi para wanita dalam mencari bantuan medis untuk penyakit kanker
Wanita memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker
Kontrasepsi oral melindungi wanita dari kanker

Sumber:
https://sciencebasedmedicine.org/alternative-medicine-kills-cancer-patients/ 
https://news.yale.edu/2017/08/10/using-only-alternative-medicine-cancer-linked-lower-survival-rate 
http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0176394#sec006 
https://academic.oup.com/jnci/article-abstract/110/1/djx145/4064136/Use-of-Alternative-Medicine-for-Cancer-and-Its?redirectedFrom=fulltext 
http://www.straitstimes.com/singapore/more-harm-than-good https://us.fotolia.com/id/103145929