Menurut Institut Kesehatan Mental (IMH) Singapura, 1.800 pasien baru didiagnosis depresi klinis pada 2015, peningkatan sekitar 7% dibandingkan data tahun 2014. Jumlah pasien baru selama tiga tahun terakhir hampir selalu konstan, dengan rata-rata 7% peningkatan setiap tahunnya.

Faktanya, Penelitian Kesehatan Mental Singapura yang dilakukan oleh IMH pada 2010, menunjukkan bahwa satu dari 17 orang mengalami kejadian depresi mayor di satu titik kehidupannya.

Masalah ini bukan hanya terjadi di Singapura. Berdasarkan statistik dari Institut Nasional AS mengenai Kesehatan Mental, di tahun 2014, sekitar 7% orang dewasa di semua daerah mengalami setidaknya satu kali kejadian depresi mayor dalam satu tahun terakhir, sedangkan yang lainnya lebih dari 10% populasi dewasa dipengaruhi oleh gangguan suasana hati.

World Health Organisation mengestimasikan bahwa depresi merupakan penyebab disabilitas orang-orang berusia menengah dan bagi wanita di semua usia. Keparahan penyakir mengartikan bahwa depresi bukan satu-satunya yang harus diabaikan. Dengan demikian, resep obat antidepresan biasa diberikan. Meskipun demikian, tetap ada efek samping dari obat ini.

Efikasi terapi perhatian atau meditasi

Terapi perhatian atau meditasi dikatakan bisa membantu penderita gangguan mental dan stress paska-trauma. Ini merupakan dasar dari Terapi Kognitif Berbasis Perhatian (MBCT), intervensi yang mengintegrasi metode kognitif dengan perhatian.

MBCT menginstruksikan bahwa pasien menjadi lebih sadar dan menerima pola pikir dan emosi. Diketahui bahwa melalui perhatian, pasien menjadi lebih sadar akan perasaaan tertentu yang bisa memicu pola pikir negatif, dan kemudian memberikan respon terhadap pola pikir negatif mereka dengan gaya yang lebih sesuai.

Program MBCT merupakan sekelompok intervensi "terapi" yang berlangsung selama delapan minggu. Dua jam setiap minggu selama periode waktu ini. Pasien juga diminta melakukan pelatihan sendiri diluar kelas, sehingga mereka bisa menanamkan rasa perhatian di kehidupan mereka sehari-hari melalui meditasi yang dipandu oleh ahli terapi terlatih.

MBCT ditemukan bisa menurunkan 43% risiko relatif kekambuhan pada partisipan dibandingkan kontrol. Meskipun demikian, disamping efikasinya, ada juga beberapa tantangan mengenai diseminasinya dan viabilitasnya sebagai bentuk terapi. Mudahnya logistik menjadwalkan dan memberikan pelatihan selama dua jam pada kelompok delapan hingga 12 orang partisipan, dan juga kurangnya terapis terlatih saat memberikan program bisa menurunkan hasil terapeutik.

Keseimbangan suasana hati untuk melengkapi MBCT

Dengan mudahnya akses ke website dan perkembangan telepon genggam dan teknologi tablet yang sangat cepat, dua psikolog klinis - Zindel Segal dan Sona Dimidjian - terinspirasi untuk mengembangkan Keseimbangan Suasana Hati (Mindful Mood Balance/MMB).

MMB, intervensi berbasis website, didesain untuk menyembuhkan gejala depresi residual dan mencegah kekambuhan. Website ini mengikuti konsep MBCT secara hati-hati, dengan satu-satunya perbedaannya ada pada cara memaparkannya, yaitu melalui website.

Platform ini memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah meningkatkan aksesibilitas. Dimidijian telah menyaksikan sulitnya menjangkau wanita hamil dan ibu muda - orang-orang yang terlalu sibuk dan memiliki risiko tertinggi mengalami depresi.

Platform di website ini juga bisa menyelesaikan masalah gaya dan metode pelatihan. Pada MBCT, partisipan dipandu oleh terapis terlatih.

Meskipun demikian, seperti di sekolah, dimana materi dikumpulkan dan diberikan secara berbeda oleh guru berbeda, variansi gaya dan metode pelatihan mengartikan tidak ada konsistensi dalam penyampaiannya. Ada juga kemungkinan pelatih memberikan sistem pelatihan mereka sendiri, yang bisa mengubah konten MBCT.

Peneliti mengindikasikan bahwa intervensi psikologis berbasis website bukan hanya hemat biaya perawatan, tetapi juga menghemat biaya lain bagi pasien karena pasien tidak perlu keluar rumah dan menunggu waktu latihan mereka. MMB lebih menguntungkan dalam aspek ini.

Meskipun demikian, karena MMB masih berada di tahap awal pengembangan, maka masih diperlukan banyak perbaikan agar teknologi ini bisa dijadikan terapi untuk pasien depresi atau pasien dengan gejala gangguan unipolar lain. MIMS

Bacaan lain:
Rokok sehat, mungkinkah?
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Depresi menjadi penyebab disabilitas pertama di dunia
Kesehatan mental memberi pengaruh lebih besar ke pria daripada wanita


Sumber:
http://www.channelnewsasia.com/news/singapore/the-stigma-of-depression-those-who-suffer-in-silence-8044448  
https://www.mindful.org/mindfulness-future-therapy/   
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21802618?dopt=Abstract   
http://www.jmir.org/2014/3/e87/