Faktanya, dokter tidak bisa mengontrol bagaimana pasien menangani penyakitnya setelah pasien keluar dari ruang pemeriksaan. Manajemen efektif penyakit kronik sangat bergantung pada motivasi dan keinginan pasien.

Selain itu, pasien tidak memahami bahayanya tidak menjaga penyakit, dan pemeriksaan kembali setiap tiga bulan terlalu lama untuk mengubahn kebiasaan pasien.

Sebagai makhluk sosial, sikap dan pandangan seseorang bisa memengaruhi orang lain


Penelitian terbaru yang dipublikasi oleh New England Journal of Medicine mendapati bahwa menggunakan hubungan sosial pasien lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan dan mendorong pasien hidup sehat daripada meningkatkan interaksi ke tenaga kesehatan.

"Pasangan hidup (suami atau istri) dan teman-teman sering berada di sekitar pasien ketika mereka mencoba membuat keputusan tertentu mengenai kesehatan mereka - misalnya saat berjalan-jalan dan menonton TV, atau makanan apa yang akan mereka pesan di restoran. Pasien lebih menyukai mengikuti kehidupan sehat - seperti berolahraga di gym - ketika mereka melakukannya bersama teman," jelas penulis David Asch, direktur Penn Medicine Center for Health Care Innovation.

Penulis menggaris bawahi penelitian lain yang menemukan bahwa indeksi glikemi pasien diabetes yang setiap minggu selalu berkomunikasi dengan temannya lebih rendah daripada pasien yang bekerja bersama tenaga kesehatan.

"Meskipun kami tidak menganggapnya sebagai suatu kompetisi atau kolaborasi antar pasien sebagai bagian dari manajemen penyakit kronik seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, atau diabetes, peneliti menunjukkan bahwa sikap seseorang dapat menular, dan program di media bisa digunakan untuk menciptakan hubungan yang efektif," ungkap penulis Roy Rosin, ketua inovasi di Penn Medicine.

Strategi pendekatan sosial

Penulis penelitian menyebutkan lima tingkatan untuk meminta dukungan sosial demi membantu dokter memformulasikan strategi pendekatan sosial untuk mempromosikan kesehatan.

Tingkatan ini dimulai dari aktivitas tanpa pendekatan sosial - seperti menebus obat - hingga aktivitas bertemu dengan dukungan teman atau insentif reputasional untuk menjaga akuntabilitas pasien.

Beberapa strategi ini meliputi menyemangati pasien berolahraga bersama teman, atau menyarankan melakukan komunikasi setiap minggu dengan pasien lain untuk saling berbagi saran dan cerita.

"Tentu saja, kesehatan merupakan bisnis serius," kata Asch, "tetapi siapa bilang tidak bisa diterapkan dalam dunia sosial?"

Pengobatan sosial masih tak tersentuh

Meskipun sudah jelas manfaat dan hemat biayanya, dokter jarang menggunakan pengobatan sosial dalam manajemen penyakit.

"Masalah kerahasiaan biasanya menjadi alasan dokter dan rumah sakit menghindari dukungan dosial. Meskipun demikian, kerahasiaan beberapa pasien dalam situasi tertentu, membuat pasien lebih menyukai jika ada teman dan keluarganya membantu menjaga diabetes dan teman dan keluarga tersebut bisa membantu orang lain mengontrol kesehatannya," kata Asch.

"Meskipun orang-orang mudah terpengaruh oleh orang sekitar dibanding oleh dokter dan perawat yang mereka temui, interaksi hemat biaya ini masih belum banyak digunakan untuk kesehatan. Inilah kesempatan yang hilang," tambah Asch. MIMS

Bacaan lain:
Bagaimana cara menghadapi pasien yang marah?
5 sifat desainer yang bisa contoh
Ketika pasien tidak memahami maksud dokter
3 alasan mengapa basa-basi penting dalam dunia medis