Seiring dengan berjalannya waktu, penyebaran teori konspirasi medis menjadi masalah yang cukup besar. Teori konspirasi medis seringkali menjadi masalah medis yang 'terkontrol' oleh beberapa organisasi rahasia tertentu, dan cukup mengancam kesehatan manusia. Singkatnya, teori ini seringkali berupa pernyataan salah yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan.

Survey yang diadakan oleh peneliti dari Universitas Chicago menemukan bahwa sekitar 50% warga Amerika dewasa percaya ada setidaknya satu teori konspirasi medis. Dalam survey, sekitar 37% responden setuju dengan teori bahwa regulator AS menekan akses kepada obat alami. Dengan kata lain, 20% setuju bahwa teori ini sudah diketahui pemerintah; tetap gagal masuk ke publik. Ada juga yang percaya bahwa vaksin untuk anak-anak berpotensi menyebabkan gangguan psikologis, seperti autisme.

Rasa percaya yang salah bisa memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan

Berbagai masalah kesehatan bisa muncul disebabkan penyebaran teori konspirasi. Mudahnya, teori ini cenderung memengaruhi kebijakan kesehatan publik – menimbulkan keragu-raguan terhadap regimen terapi. Perubahan sikap akan kesehatan juga bisa ditemukan pada mereka yang percaya pada teori konspirasi, karena mereka cenderung tidak mematuhi saran medis, namun malah mencari terapi alternatif.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan angka vaksinasi disebabkan publikasi pada The Lancet tahun 1998, menyebutkan adanya 'kemungkinan' hubungan antara vaksinasi dan autisme. Mereka yang percaya pada konspirasi anti-vaksin terus mendukung ide bahwa perusahaan farmasetik dan pemerintah menutup-nutupi 'informasi' ini, sebagai bagian dari usaha mereka untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

Penelitian lain menunjukkan penurunan signifikan pada perhatian akan vaksinasi, setelah paparan konspirasi anti-vaksin. Orang-orang mulai percaya pada efek merusak vaksinasi, dengan demikian lebih memilih sakit daripada mendapat vaksinasi. Orangtua juga menolak memberikan vaksin kepada anaknya disebabkan kesadaran akan 'bahaya' vaksin.

Selain itu, paparan terhadap konspirasi anti-vaksinasi juga meningkatkan perasaan ketidakberdayaan mengenai kemampuan mengubah status kesehatan, dengan demikian menurunkan perhatian mereka akan vaksinasi. Penyebaran konspirasi ini juga menimbulkan rasa kecewa terhadap produsen dan administrator vaksin – menurunkan perhatian mereka terhadap vaksinasi. Rasa tidak percaya akan informasi medis juga ditemukan merupakan salah satu pengaruh negatif dari konspirasi ini.

Kemudian, penurunan perhatian akan vaksinasi mungkin akan meningkatkan risiko terpengaruh penyakit, menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan.

Fatal alternative ‘natural’ treatment: Greg Melhuish, a popular DJ who opted for herbs, mushrooms and enzymes – to combat his metastasised cancer of the colon – nearly got killed. Photo credit: Chris Higgins/The Daily Telegraph
Fatal alternative ‘natural’ treatment: Greg Melhuish, a popular DJ who opted for herbs, mushrooms and enzymes – to combat his metastasised cancer of the colon – nearly got killed. Photo credit: Chris Higgins/The Daily Telegraph

Konspirasi lain yang sangat membuat warga khawatir adalah teori konspirasi mengenai kanker. Konspirasi menyatakan bahwa pemerintah dan industri farmasi mencegah orang-orang mendapat obat alami kanker. Faktanya, 'penyembuh alami' ini belum pernah ditemukan memberikan hasil memuaskan.

Meskipun demikian, penyebaran konspirasi ini menyebabkan banyak pasien kanker mendapat banyak informasi salah. Pasien kanker yang percaya ini kemungkinan besar akan menolak kemoterapi, yang bisa jadi merupakan pendekatan paling berguna untuk menekan bertumbuhan sel kanker. Namun, mereka mungkin malah akan beralih kepada terapi alami, yang tampak 'lebih aman dan berguna' daripada kemoterapi untuk menyembuhkan kanker.

Namun, kemungkinan hal ini tidak benar. Sebagaimana yang dilaporkan tahun lalu dalam The Daily Telegraph, keputusan DJ dengan didiagnosis kanker kolon, menolak kemoterapi – dan beralih kepada terapi alami – kemudian hampir mati karenanya.

Melawan teori konspirasi medis

Mengingat semakin banyaknya pengaruh negatif dari penyebaran teori konspirasi medis, usaha yang lebih agresif dilakukan untuk melawan teori palsu tertentu. Informasi medis diberikan dalam bentuk yang lebih jelas dan sederhana, sehingga pasien menjadi lebih mudah memahami status kesehatan mereka, serta pilihan terapi – sehingga mereka bisa mengambil keputusan dengan informasi yang baik.

Selain itu, orang-orang juga perlu diedukasi dengan informasi yang benar dan akurat – dan harus terus diarahkan ke sumber atau kanal informasi yang dapat dipercaya dan benar demi kesehatan mereka sendiri. MIMS

Bacaan lain:

Minggu Imunisasi Dunia 2017: "Kerja Vaksin"
Banyak informasi medis palsu tersebar di media online
Kesalahan informasi di era digital

Sumber:
https://health.usnews.com/wellness/mind/articles/2017-10-18/how-medical-conspiracy-theories-could-be-affecting-your-health
https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/1835348
http://www.reuters.com/article/us-medical-conspiracies/youre-not-alone-medical-conspiracies-believed-by-many-idUSBREA2H22K20140318
http://www.independent.co.uk/news/science/conspiracy-theories-stress-psychology-study-anglia-ruskin-a7023966.html
http://www.dailytelegraph.com.au/news/nsw/greg-melhish-turned-down-chemotherapy-to-try-natural-remedy-but-nearly-killed-himself/news-story/cb06bc7d6370fc7068683c132b30777b
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2897118/
http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0089177
https://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/1835348