Penyakit yang ditularkan melalui air (water-borne diseases) adalah salah satu penyebab utama kematian secara global – terutama pada negara-negara berkembang, yang kesulitan mendapatkan akses terhadap air bersih.

Tahun lalu Yaman harus menghadapi wabah kolera terburuk yang menyebar melalui konsumsi air dan makanan terkontaminasi bakteri Vibrio cholera. Diperkirakan lebih dari 770.000 orang terinfeksi dan 2.000 diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut – dimana anak-anak menjadi korban utama wabah ini.

Meskipun demikian, di negara lain, orang-orang mulai menggemari tren kesehatan terbaru yaitu 'air mentah' – atau air yang tidak diproses, tidak disaring, dan tidak disterilisasi. Para pendukung tren ini rela membayar 9 USD per galon demi air yang mungkin mengandung pestisida, bakteri berbahaya, dan kotoran binatang.

Tren 'air mentah' di Amerika



Tren air mentah – atau yang dikenal sebagai "gerakan sadar air" – merupakan salah satu gerakan dari pendukung istilah semua yang ‘alami’ lebih sehat.

Selama bertahun-tahun, gerakan air murni ini bukan suatu hal yang baru. Kampanye yang menentang penambahan fluoride pada sarana air publik (tahun 1950an) oleh warga Amerika merupakan asal gerakan ini. Didorong oleh berita dan rumor palsu yang beredar, penduduk Amerika menganggap terdapat bahaya tersembunyi dalam peraturan perlindungan yang digunakan untuk melindungi populasi dari penyakit dan kontaminasi.

Didukung oleh pebisnis yang mulai menjual air yang tidak diproses dalam bentuk botol kemasan. Dengan teknik pemasaran yang jitu, permintaan konsumen pun mengalami lonjakan, hingga menghasilkan keuntungan puluhan juta dollar ditambah dengan dukungan dari warga Silicon Valley.

Mereka yang minum air mentah mengaku mendapat berbagai manfaat, dimulai dari rasa yang lebih segar, kandungan bakteri probiotik yang bermanfaat, kulit menjadi lebih sehat serta merasa tidak cepat haus.

Menurut Mukhande Singh, pendiri Live Water, air yang diproduksi adalah 'air sesungguhnya' yang dapat kedaluwarsa setelah beberapa bulan.

"Jika dibiarkan terlalu lama, air tersebut akan berubah warna menjadi hijau. Orang-orang tidak menyadarinya karena air mereka tidak hidup, sehingga mereka tidak pernah melihat perubahan warna pada air minum mereka," ucapnya.

Singh, di Ukumehame Beach Park, dekat Lahaina, Hawaii, dimana dia tinggal. Sumber: Marco Garcia/The New York Times
Singh, di Ukumehame Beach Park, dekat Lahaina, Hawaii, dimana dia tinggal. Sumber: Marco Garcia/The New York Times

Tren air mentah tidak aman dan sebaiknya tidak diikuti

"Mereka memasukkan kloramin dan fluoride. Boleh saja menyebut saya ahli teori konspirasi, tapi sebenarnya tren ini tidak memberi manfaat apapun terhadap kesehatan gigi," tutur Singh, yang percaya bahwa air dari pemerintah sebenarnya sudah diracuni.

Namun, perkataan Singh sebenarnya tidak dapat sepenuhnya dipercaya dan apa yang dianggap berbahaya bagi pendukung air mentah sebenarnya merupakan bentuk penting dari keamanan air, tutur Dr Donald Hensrud, direktur Program Hidup Sehat di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

"Tidak memberi perlakuan pada air sama dengan memunculkan risiko akut dan kemudian kronik," sebut Dr Hensrud, mengingat air mentah mengandung E. coli, virus, bakteri, senyawa karsinogenik, dan parasit – seperti giardiasis, keluhan parasit usus yang banyak dikenal sebagai 'beaver fever'.

"Ada banyak bukti di dunia yang mendukung hal ini, dan alasan mengapa kami tidak mengalaminya adalah karena kami memberikan cukup perlakuan untuk air minum kami," tambahnya.

Seperti tujuan dari fluoride yang ditambahkan ke air untuk mencegah lubang pada gigi. Meskipun akan berbahaya jika diberikan dalam konsentrasi tinggi, namun kandungan fluoride dalam air minum berada dalam konsentrasi yang tidak membahayakan.

"Dalam konsentrasi rendah, fluoride terbukti bermanfaat bagi kesehatan gigi," catat Vincent Casey, penasihat senior water, sanitation and hygiene (WASH) di WaterAid.

"Jika perusahaan air minum maupun instansi lain menerapkan pengolahan air sesuai standar yang ditetapkan, maka kadar fluoride tidak akan berada pada level yang berbahaya," imbuhnya.


Katakan 'tidak' pada air mentah

Meskipun tren air mentah sedang tinggi sekarang, namun negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura tidak menyarankan untuk mengonsumsi air mentah.

Di Malaysia, beberapa kasus leptospirosis dan wabah rotavirus yang ditularkan melalui air terjadi karena masyarakat melakukan kontak dengan air yang telah terkontaminasi. Beberapa penyebabnya adalah kontaminasi dari kotoran, tingkat higienitas individu yang rendah, dan rendahnya pengawasan terhadap kualitas air.

Di samping itu, untuk mengatasi kekurangan air dan meminimalisir risiko, Singapura telah membentuk rencana untuk meningkatkan fasilitas pengolahan air agar air daur ulang yang digunakan menjadi lebih aman. Meskipun tidak semua sisa senyawa kimia di dalam air dikeluarkan, mereka berada tingkat yang aman bagi tubuh. 

Meski kelihatannya tidak masuk akal, namun ada banyak orang di luar sana yang benar-benar percaya bahwa air mentah bermanfaat bagi tubuh. Namun, bagi mereka yang khawatir dengan penggunaan air keran, "sebaiknya memasang sistem filtrasi di rumah daripada beralih ke air mentah," saran Vince Hill, kepala Cabang Pencegahan Waterborne Disease CDC.

"Meskipun Anda merasa nyaman dengan pasokan air bersih ke rumah, namun minum air mentah bukanlah ide yang baik," ungkap penasihat senior WASH Casey. "Ada banyak orang di dunia yang tidak mendapatkan fasilitas ini," imbuhnya. MIMS

Bacaan lain:

Polusi global: Ancaman bagi kehidupan manusia
Krisis air bersih dialami seperempat populasi dunia di tahun 2050 - PBB
3 tren kesehatan yang membingungkan bagi para dokter

Sumber:
https://www.nytimes.com/2017/12/29/dining/raw-water-unfiltered.html 
http://time.com/5085792/is-raw-water-safe/
https://www.theguardian.com/lifeandstyle/shortcuts/2018/jan/03/raw-water-the-unsterilised-health-craze-that-could-give-you-diarrhoea 
https://www.vox.com/science-and-health/2018/1/4/16846048/raw-water-trend-silicon-valley 
https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/drugs-in-the-water 
https://livespringwater.com/ 
https://ilikemyteeth.org/fake-news-not-new-problem/
https://www.theepochtimes.com/people-now-pay-almost-9-a-gallon-to-drink-controversial-raw-water_2420101.html