Saat George Papanicolaou memperkenalkan tes Pap sebagai metode penelitian untuk memahami siklus menstruasi, ia menyadari potensi metode ini untuk mendeteksi kanker serviks lebih awal dan demikian mempresentasikan penemuan ini di tahun 1923. Sejak saat itu, beberapa penelitian lain muncul – dengan Raul Leborgne, seorang ahli radiologi dari Uruguay memperkenalkan teknik kompresi sebagai suatu metode untuk mendeteksi kanker payudara di tahun 1949, dan teknik Robert L. Egan yang menggunakan layar berintensitas tinggi dan film industrial untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai scan mammogram.

Kemudian di tahun 1960an, metode Papanicolau semakin banyak diimplementasikan, dan berhasil menurunkan angka kematian disebabkan kanker serviks di Amerika Serikat hingga 70% sejak pertama kali diperkenalkan. Di tahun yang sama, metode mamografi modern dikembangkan – dan pertama kai direkomendasikan oleh American Cancer Society (ACS) di tahun 1976.

Perang melawan kanker

Saat mammogram pertama kali diperkenalkan, kanker dianggap sebagai hal yang tidak biasa dan pemahaman mengenai penyakit ini cukup terbatas. Satu-satunya pemahaman yang ada adalah bahwa deteksi awal memberikan besarnya kemungkinan untuk sembuh dan membantu para wanita untuk hidup lebih lama. Karena prasangka yang erat dihubungkan kepada penderitanya, dokter mengalami kesulitan untuk membuat publik menerima penyakit ini dan memperkenalkan ide tes sedini mungkin untuk mengontrolnya.

Selain itu, satu-satunya terapi yang tersedia adalah mastectomy, operasi pengangkatan kedua payudara, otot dan nodus limpatik axillari saat ketika tumor hanya bisa ditemukan di satu payudara. Terapi ini dianggap penting untuk mencegah kekambuhan kanker, namun membuat para wanita ini menderita rasa nyeri dan disabilitas dalam jangka waktu panjang.

Mastectomy requires the removal of both breasts even when tumour is only present in one side
Mastectomy requires the removal of both breasts even when tumour is only present in one side


Pendekatan yang lebih dinamis

Akhirnya di abad ke-19, saat terjadi kemajuan dalam kontrol sanitasi dan penyakit meningkatkan rata-rata ekspektansi kehidupan wanita penderita kanker payudara sehingga mereka mendapat perhatian serius dari komunitas medis. Di tahun 1970an, peneliti mulai mengembangkan lumpectomy, pilihan operasi yang tidak terlalu invasif yang mengangkat hanya tumor berkanker dan jaringan lain yang dipengaruhi tumor. Di tahun 1985, peneliti menemukan bahwa lumpectomy diikuti oleh terapi radiasi membuat para wanita mendapat kesempatan sembuh yang sama dengan mastectomy invasif.

Di tahun 1992, Kongres mengeluarkan Mammogram Quality Standards Act untuk memastikan semua wanita memiliki akses ke mammogram untuk deteksi awal. Sejak saat itu, FDA memiliki kesempatan meningkatkan teknologi medis yang lebih baik untuk deteksi awal kanker payudara.

Usaha ini akhirnya membuahkan hasil; di tahun 2009, ACS melaporkan bahwa kematian disebabkan kanker payudara menurun hingga 30% dibandingkan puncaknya kasus di tahun 1991 – disebabkan peningkatan terapi dan deteksi awal.

Skrining: Kapan bisa dikatakan terlalu cepat?

Meskipun sudah banyak referensi yang menyatakan penurunan kasus kematian disebabkan kanker payudara dari deteksi awal, masih ada perdebatan mengenai topik "kapan" para wanita harus melakukan skrining; atau sesering apa skrining ini harus dilakukan. Mayoritas kelompok setuju bahwa hampir semua wanita akan melakukan skrining pertama di usia 45 dan 50 tahun, dan mereka yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarganya harus memulai skrining lebih awal.

Dua tahun lalu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Charles Harding, Francesco Pompei, dan Dmitriy Burmistov pada skrining kanker payudara, menemukan bahwa wanita yang diskrining secara teratur bukan berarti bisa menyelamatkan para wanita dari kematian disebabkan kanker payudara, jika dibandingkan dengan para wanita yang tidak diskrining.

Mammogram is important for early detection but researchers concluded that it might not always be the case.
Mammogram is important for early detection but researchers concluded that it might not always be the case.


Peneliti mempelajari 16 juta wanita berusia 40 tahun atau lebih yang tinggal di 547 tempat berbeda, yang melaporkan kasusnya ke Surveillance, Epidemiology, and End Results Cancer Registries di tahun 2000. Sejumlah total 53.207 dari mereka didiagnosis kanker payudara pada tahun tersebut dan diikuti perkembangannya hingga 10 tahun selanjutnya. Penelitian ini memilih para wanita berusia 40 tahun dan di atasnya karena wanita berusia di bawahnya cenderung tidak direkomendasikan untuk melakukan skrining mammograf.

Selain rendahnya hubungan antara deteksi awal dan peningkatan mortalitas, penelitian juga menyimpulkan bahwa skrining mammogram bisa menyebabkan kelebihan diagnosis.

Diagnosis berlebih bisa memicu hasil positif palsu, yang kemudian bisa menyebabkan para wanita ini harus mengikuti tes tambahan, biopsy dan terapi radiasi, seperti mastectomy dan bahkan mastectomy profilaksis.

Untuk mencegah terjadi hasil positif palsu, U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan agar sebaiknya wanita mulai melakukan skrining mammogram di usia 50 tahun, dan melakukan skrining ini satu kali setiap dua tahun, bukan setiap tahun.

Gambaran terakhir oleh database kanker SEER menunjukkan bahwa, selain peningkatan jumlah wanita yang melakukan mammogram, angka kematian disebabkan kanker payudara terus menurun dengan kecepatan konstan, sekitar 2% setiap tahun dari tahun 2005. Peneliti mengatakan bahwa, fakta menunjukkan bahwa deteksi awal kasus kanker dengan mammogram pada para wanita di usia 40 tahunan mungkin bukanlah kanker, tetapi lesi yang ditemukan saat pemeriksaan dan kemudian diterapi. MIMS

Bacaan lain:
Cryotherapy: Membekukan kanker payudara
6 penemuan baru di tahun 2016 untuk melawan kanker payudara
Eksisi dengan vakum berhasil diaplikasikan untuk manajemen kanker payudara

Sumber:
http://time.com/4950238/breast-cancer-screening-women/
http://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2363025
http://time.com/4939243/breast-cancer-double-mastectomy/
http://www.huffingtonpost.com/2014/10/06/history-of-the-mammogram-infographic_n_5701361.html
https://www.cancer.org/cancer/cancer-basics/history-of-cancer/cancer-causes-theories-throughout-history11.html
https://www.healthline.com/health/history-of-breast-cancer#research-milestones3