Setelah proses pengkajian selama setahun, European Medicines Agency (EMA) akhirnya menarik tiga agen kontras yang digunakan pada scan MRI pada 21 Juli 2017. Hal ini dilakukan karena potensi mengandung agen metal toksik, gadolinium yang bisa tersimpan dalam jaringan otak. Pemerintah tidak menemukan bukti kerusakan, tetapi mengambil keputusan demikian sebagai "tindakan pencegahan."

Agen kontras, yang biasa dikenal sebagai pengkelat gadolinium, sudah sejak lama digunakan sebagai media pengkontras untuk scan magnetic resonance imaging (MRI). Senyawa kimia ini digunakan sebagai "pewarna" agar kualitas scan MRI menjadi lebih baik dan kemudian mengarahkan ke diagnosis lebih akurat untuk kondisi lainnya.

Keputusan EMA mencakup produk turunan intravena – gadodiamid, asam gadopentetik dan gadoversetamid – juga akan dilarang di negara anggota European Union (EU). Kajian yang dilakukan oleh Pharmacovigilance Risk Assessment Committee (PRAC), bertanggung jawab untuk memeriksa kembali bukti keamanan paska pemasaran obat untuk penggunaan pada manusia.

Retensi gadolinium dalam tubuh

Agen kontras gadolinium (GBCA), dianggap aman dan bisa ditoleransi pada pasien saat digunakan sesuai rekomendasi. Meskipun demikian, beberapa tahun terakhir ini, ada banyak bukti yang mempertanyakan keamanan GBCA.

Lebih dari sepuluh tahun lalu, agen pengkontras ini juga menjadi fokus badan pengkaji dan pemerintah, disebabkan adanya potensi risiko penyakit ginjal serius – ginjal pasien tidak bisa mengekskresikan gadolinium.

Saat pasien melakukan pemeriksaan dengan scan MRI dan terpapar GBCA, bukti penelitian menyatakan bahwa gadolinium akan terakumulasi dalam berbagai jaringan termasuk otak, tulang dan ginjal. Retensi GBCA dalam jaringan ini juga disebabkan oleh sifatnya yang bisa terakumulasi – kemudian paparan ini bisa menyebabkan peningkatan konsentrasi dalam tubuh.

Ion gadolinium bebas diketahui merupakan senyawa logam toksik. Namun, saat dikelat dengan molekul pembawa, kompleks yang dihasilkan hanya menghasilkan sedikit toksisitas.

Pemahaman konvensional GBCA menyatakan bahwa ikatan antara ion gadolinium dan agen pengkelat sangat kuat – sehingga agen pengkontras ini bisa dikeluarkan dari tubuh. Namun, kajian PRAC menemukan bahwa "agen linear memiliki struktur yang memiliki kemungkinan besar akan melepaskan gadolinium, yang kemudian bisa terakumulasi dalam jaringan tubuh."

Kontroversi keputusan EMA

Keputusan EMA memicu protes dari produsen dan distributor agen ini – banyak yang meminta asosiasi untuk melakukan evaluasi kembali berdasarkan fakta kesehatan. GE Healthcare, yang memasarkan Gadodiamida (Omniscan) di Malaysia dan Singapuram, mengeluarkan penyataan yang menggambarkan kekecewaan perusahaan terhadap keputusan EMA. Agen pengkontras lain, Magnevist – yang dipasarkan oleh Bayer (juga tersedia di Malaysia dan Singapura) – juga menyetujui pernyataan GE; tetapi memastikan bahwa mereka akan menyelidiki "apakah benar ada implikasi klinis."

Health Services Authority (HSA) Singapura juga mengeluarkan tanda bahasa akan penggunaan Omniscan atau Magnevist pada pasien dengan gagal ginjal parah. Semua GBCA lain juga hanya disarankan digunakan "saat sangat dibutuhkan".

Karena potensi retensi gadolinium dalam tubuh, US Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan hasil penyelidikannya akan keamanan GBCA. Pada 22 Mei 2017. agen ini mengumumpkan bahwa mereka akan mempertahankan rekomendasi yang sudah ada pada semua GBCA, termasuk yang yang berhubungan dengan retensi di otak.

FDA tidak mengambil keputusan yang sama dengan EMA, karena tidak ada efek simpang yang berhasil diidentifikasi. Meskipun gadolinium terbukti bisa menetap dalam jaringan otak, tulang dan kulit – namun, bukti ini tidak cukup untuk menemukan hubungan sebab-akibat dengan outcome klinis tersebut.

Organisasi ini memastikan untuk terus memonitor penggunaan agen ini dan meminta tenaga kesehatan serta pasien untuk melaporkan efek samping yang berhubungan dengan GBCA.

Reaksi atas keputusan yang ada

Keputusan EMA untuk melarang penggunaan agen kontras membuat pasien dan tenaga kesehatan mencari solusi alternatif.

Karena komunitas medis semakin sadar akan kemungkinan retensi gadolinium dalam tubuh, maka keamanan agen ini harus terus diperhatikan. Selain itu, badan pemerintahan farmasetik dunia juga dilaporkan akan segera mengklarifikasi masalah ini – untuk mengeluarkan panduan bagi tenaga kesehatan lokal untuk menyelesaikan masalah ini.

Meskipun demikian, mengeluarkan hubungan sebab-akibat secara langsung antara GBCA dan outcome kesehatan juga tidak selalu mudah. Data berkualitas tinggi hanya tersedia setelah beberapa tahun penyelidikan. Sekarang ini, komunitas medis diharapkan untuk mematuhi rekomendasi EMA – dan tidak mengambil tindakan yang menimbulkan risiko kesehatan pada pasien. MIMS

Bacaan lain:
Update terbaru panduan NICE: Statin untuk semua pasien gagal ginjal kronis
Panduan baru tidak merekomendasikan prosedur operasi lutut yang paling banyak dilakukan di dunia
Resep berlebih: Apakah manfaatnya untuk dokter atau pasien mereka?

Sumber:
https://www.statnews.com/pharmalot/2017/08/02/ema-fda-mri-scans-dyes/http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Press_release/2017/07/WC500231829.pdf
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27053146
http://www.ema.europa.eu/ema/index.jsp?curl=pages/news_and_events/news/2017/03/news_detail_002708.jsp&mid=WC0b01ac058004d5c1
https://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/ucm559007.htm
http://www.auntminnie.com/index.aspx?sec=ser&sub=def&pag=dis&ItemID=116837
http://www.hsa.gov.sg/content/hsa/en/Health_Products_Regulation/Safety_Information_and_Product_Recalls/Dear_Healthcare_Professional_Letters/2007/Important_safety_warnings_for_gadoliniumbased_contrast_agents_Omniscan_and_Magnevist.html
http://pubs.rsna.org/doi/pdf/10.1148/radiol.2015150805
https://www.linkedin.com/pulse/what-verdict-gadolinium-mri-contrast-agent-mri-scan-group