Saat Anda ingin meneguk kopi dari cangkir Anda – sebagai penyemangat pagi – sambil membaca berita harian dari layar komputer Anda: Anda menemukan berita yang menyebutkan, "Seorang remaja di Amerika di Carolina Selatan meninggal setelah mengonsumsi minuman berkafein dengan jumlah sangat berlebihan dalam waktu sangat cepat". Cangkir terjatuh, mata terbuka, sambil berpikir "jadi sekarang kopi bisa membunuh?".

Sebelum kejadian ini, konsumsi kafein selalu menjadi perhatian utama, karena banyak orang di dunia mengonsumsi kafein satu atau beberapa kali setiap harinya. Meskipun tidak bergantung pada alkohol atau tembakau, banyak yang bergantung pada kafein untuk menghabiskan hari karena kafein memiliki sifat sebagai stimulan.

Kafein: Berapa banyak hingga bisa dibilang terlalu banyak?

Davis Allen Cripe, seorang siswa SMA berusia 16 tahun, kolaps setelah minum latte, minuman ringan dan berenergi dalam waktu dua jam. Ia kemudian diketahui meninggal dengan catatan penyebab kematiannya adalah "serangan jantung disebabkan kafein yang menyebabkan kemungkinan aritmia". Sebelum kejadian ini, Davis merupakan seorang anak muda yang sehat dengan tidak ada riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Hingga sekarang kolonel menyatakan overdosis kafein merupakan akar penyebab kematian. Karena konsumsi kafein pada anak remaja sudah tidak biasa lagi, American Academy of Paediatrics (AAP) juga memperingati anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman berenergi.

Berapa banyak kafein yang disarankan?

Menurut European Food Safety Authority (EFSA), batas aman konsumsi kafein per hati adalah 400 mg. Tentu saja, batasnya lebih rendah bagi anak-anak (3mg/kg) dan wanita hamil (200 mg/hari). Sumber umum asupan kafein meliputi teh, kopi, minuman ringan, coklat dan, tentu saja minuman berenergi.

Pada orang dewasa, sumber utama kafein adalah minuman seperti teh dan kopi. Pada anak-anak dan remaja, sumber utama kafein secara umum adalah minuman ringan dan coklat. Minuman ringan dan coklat dengan kandungan kafein rendah secara umum tidak terlalu mengkhawatirkan untuk komsumsi anak0anak. Meskipun demikian, semakin meningkatkan popularitas minuman berenergi pada remaja memicu berbagai masalah disebabkan kandungan kafeinnya yang tinggi.

Overdosis kafein

Banyak orang dewasa terlalu banyak mengonsumsi kafein – tetapi tidak sadar mengenai efek samping kafein. Karena sifat alaminya sebagai stimulan, kafein bisa menstimulasi sistem saraf pusat, sehingga penggunanya bisa menjadi lebih sadar dan tidak mengantuk.

Kafein juga bisa menjadi penyebab beberapa efek samping tidak diinginkan yang berasal dari stimulasi berlebih sistem saraf pusat. Efek samping ini meliputi sakit kepala, insomnia, kegelisahan, iritabilitas, kelelahan, nyeri perut, detak jantung yang semakin cepat dan tremor otot.

Konsumsi kafein dalam batas normal biasanya bisa diterima dengan efek samping minumal. Faktanya, bahkan konsumsi di atas batas aman 400 mg cenderung tidak akan menyebabkan masalah kesehatan signifikan.

Masalahnya muncul jika dikonsumsi dengan cepat, karena kafein membutuhkan waktu berjam-jam hingga bisa dikeluarkan dari sistem tubuh. Konsumsi yang cepat membuat konsentrasi kafein menumpuk dalam tubuh hingga kadar yang tidak aman, dan bisa menyebabkan berbagai efek samping, seperti masalah jantung.

Bagi kebanyakan individu, penyakit seperti ini cenderung tidak akan terjadi. Meskipun demikian, toleransi terhadap kafein bisa terjadi. Tidak seperti stimulan lain, dibutuhkan jumlah besar untuk memicu efek serupa setelah setiap penggunaan. Hal ini bisa memicu peningkatan asupan kafein yang tidak disadari, namun betahap yang kemudian melewati batas aman.

Langkah selanjutnya

Meskipun insiden ini menggambarkan efek buruk konsumsi kafein, namun sebenarnya fakta ini tidak perlu terlalu dipikirkan. Kafein, seperti makanan atau minuman lain harus dikonsumsi secara masuk akal, karena terlalu banyak bisa memicu terjadinya efek buruk.

Selain itu, sifat kafein sebagai stimulan dan kemampuannya untuk memengaruhi ritme jantung berarti efek sampingnya juga harus diperhatikan. Untuk sekarang, paling aman untuk menggunakan batas aman 400 mg dan hindari konsumsi dalam periode waktu cepat. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati. MIMS

Bacaan lain:
Penelitian menunjukkan bahwa pernikahan bisa melindungi pasien dari risiko serangan jantung
IMT tinggi berhubungan dengan masalah kardiovaskular – termasuk pada remaja!
Menyelesaikan masalah kesehatan dimulai dari edukasi dan perubahan gaya hidup

Sumber:
http://www.bbc.com/news/world-us-canada-39932366 
http://www.bbc.com/news/health-32901134
http://www.healthline.com/health-news/how-you-can-die-from-caffeine
https://www.forbes.com/sites/tarahaelle/2017/05/16/how-likely-is-it-to-die-from-too-much-caffeine-anyway/#34bb10674ad5
http://www.nbcnews.com/health/health-news/south-carolina-teen-died-caffeine-overdose-coroner-rules-n759716