Konsumsi alkohol sudah banyak dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan – penyakit jantung, hati, defisiensi nutrisi dan obesitas, serta yang lainnya.

Meskipun ada hubungan dengan kondisi kesehatan lain, namun penelitian baru malah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol hampir setiap hari dalam seminggu menghasilkan efek perlindungan – dan menurunkan risiko diabetes.

Bagaimana alkohol menurunkan risiko diabetes tipe 2

Kebalikan dengan kepercayaan yang ada sekarang, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol sekitar tiga hingga empat kali seminggu lebih bermanfaat dibandingkan sama sekali tidak mengonsumsi alkohol.

Anggur, yang sejak lama masuk dalam jenis alkohol sehat, mengandung antioksidan, dan bisa menurunkan risiko penyakit jantung – saat dikonsumsi dengan jumlah cukup. Konsumsi anggur sekarang juga banyak dihubungkan dengan penundaan onset diabetes tipe 2 karena ditunjukkan bisa menstabilkan konsentrasi gula darah, yang penting dalam kondisi hiperglikemia seperti diabetes.

Penelitian ini dilakukan pada sekitar 70.000 partisipan. Di antara partisipan ini, mereka yang mengonsumsi alkohol tiga hingga empat kali sehari dibandingkan mereka yng tidak mengonsumsi alkohol menunjukkan ada penurunan risiko sebesar 27% pada pria dan 32% pada wanita.

Jenis alkohol yang dikonsumsi ini juga ditunjukkan memiliki efek penting, karena anggur memiliki lebih banyak efikasi dalam menurunkan risiko dibandingkan dengan bir. Hal ini bisa dihubungkan dengan fakta bahwa anggur mengandung beberapa substansi penting seperti polifenol, yang dianggap berguna untuk meregulasi tekanan darah dan gula darah.

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi sekitar 14 minuman per minggu memiliki 43% penurunan risiko menderita diabetes dibandingkan pria yang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Pada wanita, jumlah alkohol yang dibutuhkan lebih rendah, dengan sembilan tegukan alkohol per minggu cukup untuk menurunkan risiko diabetes hingga 58%. Meskipun terbukti memiliki efek bermanfaat, namun konsumsi bir hanya memberikan sedikit efek pada risiko diabetes pada wanita. Wanita juga disarankan untuk tidak mengonsumsi gin karena bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 83%.

Kelemahan penelitian dan aplikasinya

Meskipun penelitian ini menjanjikan istilah serius dalam mempromsoikan efek proteksi alkohol – namun ada beberapa batasan yang mempertanyakan baliditas perbaikan antara konsumsi alkohol dan onset diabetes. Mudahnya, di sini partisipan penelitian hanya diminta untuk mengomentari gaya hidup dan kebiasaan minum mereka saat penelitian dilakukan.

Penelitian ini juga membenarkan efek merusak lain dari konsumsi alkohol secara teratur seperti penurunan fungsi hati dan defisiensi vitamin. Meskipun alkohol bisa jadi merupakan faktor proteksi, namun ada juga metode alternatif lain untuk menurunkan risiko diabetes seperti menjaga berat badan sehat dan melakukan olahraga aerobik secara teratur.

"Alkohol banyak dihubungkan dengan 50 kondisi penyakit berbeda, jadi kami tidak langsung mengatakan 'silahkan minum alkohol'," komentar Prof Janne Tolstrup, kepala penelitian.

Penelitian ini juga tidak bisa membedakan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2, yang penting untuk memahami mekanisme mana yang lebih diproteksi oleh alkohol.

Dr Graham Wheeler, seorang ahli kesehatan dari Universitas College London, menyatakan bahwa, "Menunjukkan mekanisme biologi mengenai bagaimana efek proteksi ini bekerja merupakan kunci memahami jenis penelitian ini." Jika mekanisme ini sudah diketahui, tenaga kesehatan baru bisa menyarankan pasien dan masyarakat luas untuk mengubah pola konsumsi alkohol mereka.

Meskipun penelitian baru ini menunjukkan efek baik alkohol, namun kebanyakan penelitian masih menunjukkan bahwa alkohol bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit jantung tertentu. Sehingga, tenaga kesehatan menyarankan agar, "Orang-orang harus mengingat hal ini saat memikirkan berapa banyak yang harus ia minum."

Daripada berfokus untuk meningkatkan konsumsi alkohol, masyarakat harus menggunakan hasil penelitian ini untuk mengubah gaya hidup sehat yang penting untuk berbagai spektrum kesehatan medis. MIMS

Bacaan lain:
4 obat yang tidak boleh digunakan bersama alkohol
Orthorexia nervosa: Apakah Anda terobsesi dengan makanan sehat?
Gangguan makan pada pria: epidemik yang sering diabaikan

Sumber:
http://www.bbc.com/news/health-40740247 
http://www.itv.com/news/2017-07-27/drinking-alcohol-regularly-significantly-protects-against-diabetes/ 
http://www.nhs.uk/news/2017/07July/Pages/Reports-that-frequent-drinking-prevents-diabetes-inaccurate.aspx 
http://www.telegraph.co.uk/science/2017/07/27/drinking-days-may-protect-against-diabetes-new-study/