Selama beberapa dekade, dikatakan bahwa menghabiskan antibiotik bisa membantu mencegah terjadinya resistensi obat – sebagian bukti dari saran yang tidak berdasarkan fakta. Penelitian terbaru, sebaliknya, menyarankan agar pasien harus menghentikan penggunaan antibiotik jika kondisi sudah kembali pulih.

Meskipun demikian, panduan konvensional masih merekomendasikan agar pasien harus menghabiskan antibiotik untuk mencegah perkembangan bakteri resisten obat. Kritikus juga menyatakan bahwa sulit untuk mengubah rekomendasi yang ada sekarang karena kurangnya bukti penelitian.

Hal ini menciptakan kebingungan pada pasien dan dokter, dengan demikian, Dr Sujatah Raman, Profesor Asosiasi dalam Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Universitas Nottingham dan Dr Warren Pearce, dari Universitas Sheffield menyarankan peneliti untuk mengambil langkah tegas.

Menggunakan konsensus antibiotik sebagai contohnya "Bukti sains mungkin seringkali membingungkan, tidak lengkap, berubah-ubah atau bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Namun, para ahli diminta untuk mengikuti hasil dari pandangan konsensus," tulis mereka dalam sebuah artikel dalam The Conversation.

"Menyederhanakan sesuatu yang kompleks mungkin penting untuk komunikasi publik; tetapi bukan berarti memoles ketidak yakinan atau memvalidasi sesuatu yang tidak disetujui para ahli," tambahnya.

Mereka menyebutkan peran peneliti dalam dunia pengobatan sangat penting karena mereka memiliki kemampuan dalam mengadakan penelitian skala besar pada hewan atau manusia dan menarik kesimpulan yang masuk akal.

Dengan demikian, saat sebuah artikel dipublikasikan dalam British Medical Journal di bulan Juli 2017 menyebutkan bahwa pasien perawatan primer yang diresepkan antibiotik untuk infeksi bakteri umum bisa menghentikan penggunaan antibiotik saat mereka merasa sudah pulih – dikatakan akan membingungkan publik.

World Health Organization (WHO) juga menyatakan dalam Global Action Plan, bahwa informasi mengenai penggunaan antibiotik harus dibuat transparan ke publik sehingga bisa mencegah terjadinya penggunaan antibiotik berlebih.

Para ahli dengan demikian menyarankan untuk menyampaikan informasi sederhana karena ketidak yakinan menciptakan kegelisahan – membuat pasien tidak yakin akan apa yang harus dipercaya dan apa yang harus dilakukan. Selain itu, pendapat yang membingungkan dalam industri kesehatan juga bisa menciptakan kebingungan pada pasien yang berharap ingin mengetahui saran mana yang bisa dipercaya.

Tantangan untuk menerima ketidak yakinan

The role of scientists in medicine to be particularly important because of their ability to conduct large-scale research involving animal or human trials and draw reasonable conclusions.
The role of scientists in medicine to be particularly important because of their ability to conduct large-scale research involving animal or human trials and draw reasonable conclusions.


Meskipun demikian, pembicara kesehatan menggaris bawahi bahwa hal ini terlalu sederhana karena orang-orang memiliki kecenderungan dan merespon ketidak yakinan dengan cara berbeda. Beberapa orang mungkin menghindari perdebatan, bergantung pada kepercayaan keluarga, yang lain mungkin mengadakan diskusi terbuka untuk menyelesaikan masalah.

Bukti tidak selalu merupakan hal yang bisa digunakan untuk pengambilan keputusan, mengingat penelitian saintifik dilakukan untuk mengatasi hal kompleks yang mungkin malah bisa meningkatkan rasa ketidak yakinan karena bukti baru malah membuat semakin banyaknya pertanyaan yang muncul. Di samping itu, penelitian tetap harus dilakukan untuk mengetahui praktek klinis apa yang bisa diaplikasikan dengan mempertimbangkan aspek klinis dan ekonomis.

Misalnya, dalam kasus resep antibiotik, jika antibiotik berlebih diresepkan, maka sumber obat yang berguna mungkin akan habis. Mengikuti praktek di masa lampau yang mungkin tidak terlalu memberikan efek dan dengan demikian, peneliti merupakan komponen penting dalam kerangka dunia kesehatan.

Di samping semakin banyaknya penelitian kesehatan, kebijaksanaan tenaga kesehatan masih merupakan hal yang penting. Kajian sistematik skala besar sekalipun tetap akan menghasikan ketidak yakinan.

Menerima ketidak yakinan dalam industri kesehatan mungkin cukup menantang, tetapi jika tidak diatasi, perasaan tersebut mungkin akan semakin memburuk mengingat semakin banyaknya penelitian yang dilakukan. Mungkin lebih baik untuk mengungkapkan mengapa bukti penelitian mungkin tidak bisa digunakan dan mengapa para ahli membuat keputusan berbeda mengenai masalah yang sama.

Bagaimanapun regimen antibiotiknya, perlu disetujui bahwa penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk menyamakan kriteria pasien seperti apa yang perlu melanjutkan penggunaan antibiotik meskipun kondisi kesehatan mereka sudah pulih. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Hubungan antibiotik dengan perubahan tingkah laku
Terlalu banyak resep antibiotik karena kesalahan interpretasi antara dokter dan pasien

Sumber:
https://consumerist.com/2017/08/24/doctors-finally-prescribing-fewer-antibiotics-but-continue-prescribing-unnecessary-antibiotics/ 
https://theconversation.com/why-we-should-expect-scientists-to-disagree-about-antibiotic-resistance-and-other-controversies-82609 
http://www.bmj.com/content/358/bmj.j3418 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11740/