Baik di negara asing atau lokal, tenaga kesehatan hampir selalu harus menghadapi orang dari latar belakang berbeda. Tenaga kesehatan dapat memberi petunjuk menggunakan lebih dari satu bahasa, tetapi bagaimana jika bahasa yang digunakan tidak dimengerti oleh pasien?

Penerjemah

Tidak semua institusi menyediakan pelayanan penerjemahan, mungkin karena masalah finansial, atau fakta bahwa pasien biasa ditemani seseorang yang dapat menerjemahkan. Memahami pasien merupakan hal yang sulit, salah interpretasi dapat mengarahkan pada kesalahan pengobatan yang bisa jadi fatal. Tidak hanya tenaga kesehatan yang salah mengerti tetapi juga pasien. Kesalahan berkomunikasi dapat menjadi penghalang pelayanan kesehatan yang baik, dan pengerjemah yang tidak bias perlu membantu memberikan pemahaman yang benar.

Berbicara bahasa yang sama ketika dimungkinkan

Ketika bekerja di tempat yang multi-budaya, akan sangat membantu jika Anda bisa berbicara dua atau lebih bahasa. Biasanya, bahasa nasional suatu negara dapat dimengerti pasien tetapi bisa jadi bukan merupakan bahasa yang paling dipahami pasien.

Pasien akan merasa lebih mudah untuk berbicara menggunakan bahasa ibu mereka. Tidak hanya menjelaskan masalah kesehatan mereka dengan cara yang lembut tetapi juga memberikan kenyamanan. Misalnya ketika seorang pasien berbicara bahasa Inggris dengan sangat baik tetapi terkadang menyelipkan bahasa Jerman dalam pembicaraannya, seorang perawat dapat menjawab menggunakan bahasa Jerman. Kondisi ini akan membuat pasien tersenyum dan memberikan rasa nyaman karena mengetahui perawat tersebut dapat berbicara bahasa Jerman.

Peneliti di Universitas Swasta Wayne menemukan bahwa ketika pasien dan tenaga kesehatan berbicara bahasa yang sama, ini akan mengurangi tingkat kebingungan dan kualitas perawatan yang disediakan menjadi lebih baik.

Kompleksitas komunikasi

Berbicara merupakan satu hal penting namun memahami kultur merupakan hal penting lain. Dua hal ini biasanya bekerja beriringan di samping memahami bagaimana menanyakan mengenai nyeri perut atau kepatuhan terhadap pengobatan, memahami praktek budaya juga diperlukan. Pengaturan rumah sakit yang menggunakan banyak bahasa dan budaya membuat kesulitan berkomunikasi.

Memang benar kami tidak dapat mengetahui semua praktek budaya tetapi kami perlu tetap berpikiran terbuka dan menyadari kemungkinan masalah. Penting untuk belajar sebanyak mungkin, untuk mencegah kesalahan, ini juga akan menambah kesulitan dalam berkomunikasi dengan pasien. Penting untuk menghargai kepercayaan pasien karena ini merupakan aspek penting untuk pelayanan kesehatan yang baik.

Setiap harinya, tenaga kesehatan menghadapi banyak tantangan, dan pengaturan multi bahasa dan multi budaya membuatnya sulit. Banyak alat yang digunakan seperti aplikasi terjemahan, sumber online pada budaya berbeda dan semua jenis dan semua yang dibutuhkan untuk mendorong seseorang lebih banyak belajar. Tenaga kesehatan perlu tetap sensitif dan berpikiran terbuka, untuk mencegah kerancuan saat menerjemahkan. MIMS

Sumber:
http://www.modernmedicine.com/modern-medicine/content/speaking-same-language
L Haffner, "Translation is not enough. Interpreting in a medical setting", West J Med. 1992 Sep; 157(3): 255–259.
H. M. Gonzalez, W. A. Vega, W. Tarraf. Health Care Quality Perceptions among Foreign-Born Latinos and the Importance of Speaking the Same Language. The Journal of the American Board of Family Medicine, 2010; 23 (6): 745