Kotak pil merupakan kotak penyimpan khusus untuk menyimpan jadwal dosis obat pasien. Bentuk dan ukurannya beragam, ada yang dibagi menjadi bagian-bagian tunggal atau lebih dari satu, diikuti dengan nama hari berbeda. Kotak pil dibuat untuk mencegah dan menurunkan angka kesalahan obat, serta untuk meningkatkan kepatuhan obat.

Meskipun demikian, efek samping menggunakan kotak pil ini seringkali tidak dilaporkan dalam literatur. Namun, penggunanya tetap harus menyadari kemungkinan efek buruk yang disebabkannya, demi mempersiapkan dan mencegah kemunculannya.

1. Stabilitas obat

Memindahkan tablet dan kapsul dari kemasan asli ke kotak pil bisa jadi merusak stabilitas obat. Faktor lingkungan seperti panas dan kelembapan bisa memperpendek waktu paruh obat, khususnya obat dengan sifat khusus. Misalnya, obat hidroskopik seperti natrium valproat dan tablet larut oral seperti mirtazapine, dan olanzapine bisa terintegrasi di bawah kondisi hangat dan lembap.

Obat ini memiliki sifat khusus yang dilindungi dalam kemasan aslinya, termasuk penggunaan gel silika atau memiliki kemasan dengan penutup rapat. Obat sensitif cahaya seperti clonazepam berisiko tidak stabil setelah paparan cahaya jika kotak pil tidak terlindung dari cahaya.

2. Keamanan obat

Kemasan asli obat berisi informasi penting, seperti nama, efek, dosis obat, tanggal kedaluwarsa dan nomor produksi obat. Mengeluarkan obat dari kemasan asli bisa membuat penggunanya menggunakan obat yang sudah kedaluwarsa kecuali penggunanya sangat rajin sehingga selalu mencatat tanggal kedalurwasa setiap obat dalam kotak.

Pasien juga bisa salah membedakan obat yang satu dengan yang lain. Dalam kondisi darurat, seperti pengulangan obat, banyak pasien merasa kesulitan untuk mengidentifikasi obat mereka.

Pasien yang tidak membersihkan kotak pil juga mungkin mengonsumsi lebih banyak sisa obat mulai dari bentuk serbukan dan sisa-sisa pecahan obat yang mungkin dibagi menjadi beberapa bagian. Situasi ini bisa jadi berbahaya jika obat memiliki indeks terapi kecil, misalnya thyroxine, warfarin, digoxin, dan theophylline. Obat yang bisa diabsorbsi dengan baik melalui kulit dan berpotensi teratogenik seperti finasteride dan dutasteride juga bisa membahayakan tenaga kesehatan yang, tanpa kemasan pelindung, meracik menggunakan tangan kosong.

3. Dosis obat untuk lansia

Laporan tahun 2016 menemukan pasien yang awalnya menggunakan kemasan tradisional dan kemudian berpindah menggunakan kotak pil, lebih sering mengalami jatuh, menjadi cacat dan hipoglikemia. Mereka menemukan bahwa dokter secara rutin meningkatkan dosis obat para lansia untuk menjaga kondisi kesehatan mereka, dan percaya kondisi tersebut terjadi akibat dosis yang terlalu rendah, bukan karena ketidak-patuhan.

Dengan penggunaan kotak pil, pasien lansia yang tiba-tiba mulai mengonsumsi keseluruhan obat akan mulai mengalami efek samping akibat dosis berlebih - Penelitian menemukan bahwa pasien yang mengubah kebiasaannya menjadi tidak sehat, sedangkan pasien yang masih menggunakan metode kemasan lama tidak mengalami efek samping apapun. Ini membuktikan bahwa manfaat kotak pil adalah bisa meningkatkan kepatuhan, tetapi efek samping masih bisa terjadi jika pasien tidak diedukasi dengan baik.

4. Banyak kesalahan

Mengisi kotak pil sebenarnya merupakan pekerjaan yang kompleks, dan sangat kompleks hingga dibutuhkan tenaga kesehatan kedua untuk mengecek akurasinya. Ini merupakan hal yang penting, karena kesalahan perhitungan stok bisa menyebabkan kesalahan dosis hingga 7 hari ke depan.

Dan juga, pasien berbeda mungkin memiliki pemahaman berbeda mengenai kotak obat. Meskipun kotak obat 7-hari atau 30-hari biasanya sudah cukup jelas, namun masih ada pasien yang masih bergantung pada warna, ukuran dan jumlah kotak obat mereka, bahkan meskipun tidak digunakan secara langsung. Selain itu, obat pro re nata juga bisa dimasukkan ke kotak obat, dan pada pasien yang sebenarnya tidak membutuhkan obat ini, seperti obat penghilang nyeri, bisa jadi tetap mengonsumsinya meskipun sebenarnya sudah tidak dibutuhkan.

"Pertama, jangan membuat efek samping" merupakan dasar rekomendasi yang harus diterapkan oleh apoteker. Meskipun tampaknya kotak obat sangat bermanfaat, namun apoteker harus menyadari beberapa efek samping yang bisa muncul. Jika apoteker ingin menyarankan pasien untuk menggunakan kotak obat, penting untuk memastikan bahwa semua pasien mendapat edukasi yang cukup dan aspek keamanan tetap terjaga, sehingga apoteker bisa mencegah kemunculan efek samping. MIMS

Bacaan lain:
Menghadapi krisis penggunaan obat
Waktu minum obat: Masalahnya
Apoteker: 5 kesalahan yang harus dihindari
Cara menghindari kesalahan meracik obat


Sumber:
http://www.telegraph.co.uk/science/2016/07/05/pill-organisers-causing-dangerous-overdoses-in-elderly1/
https://www.verywell.com/pillboxes-and-drug-safety-2224150