Dalam survey yang dilakukan dalam industri informasi kesehatan, Wolters Kluwer Health, 53% dokter mengatakan salah satu tantangan paling besar dalam komunikasi dokter-pasien adalah pasien yang salah mendapatkan informasi.

Sebagian besar kesalahan informasi di dapat dari Internet dalam "The Pew Research Centre" atau American Think Tank. Diketahui bahwa 78% orang dewasa menggunakan internet – dimana, dari jumlah ini, 83% memeriksa informasi kesehatan secara online.

Faktanya, dalam survey dari 300 dokter Amerika, satu dari lima mengatakan bahwa akses yang mudah ini "sangat merusak, menyebabkan munculnya kesalahan informasi dan diagnosis sendiri yang tidak benar." "Saya sangat lelah dengan 'Dokter Internet' dan saya berharap ia tidak pernah lulus dari fakultas kedokteran," canda Dr Micheal Gleiber, seorang dokter spesialis bedah saraf.

Menjelaskan mengenai apa yang terjadi jika seorang wanita melakukan pencarian mengenai nyeri payudara, katanya, "karena banyak hasil mesin pencari menghubungkannya ke algoritma yang dibuat oleh (A) kata kunci yang diketik oleh konsumen, dan (B) keinginan para pengiklan sehingga artikelnya masuk dalam halaman pertama!"

Jadi, apa yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi masalah ini?

Salah satu cara pintar yang dilakukan dokter dan peneliti, di badan editorial WikiJournal of Medicine, masih cukup membantu, yaitu dengan menulis dan memperbaharui artikel dalam Wikipedia. "Kami sangat percaya bahwa komunitas online memiliki tanggung jawab untuk memperbaharui ensiklopedia online," ungkapnya.

Setiap tahun orang-orang menggunakan Wikipedia untuk mencari informasi medis sebanyak 4,9 miliar kali dan hampir semua orang-orang ini hidup di negara berpendapatan rendah hingga menengah dengan akses terbatas ke informasi vital. Contoh terbaik adalah saat pandemik Ebola muncul di Afrika Barat tahun 2014.

Artikel Wikipedia mengenai Ebola kemudian diartikan menjadi lebih dari 100 bahasa, dikaji setidaknya 89 juta kali tahun itu dan di negara yang paling terpengaruh, Wikipedia merupakan sumber online paling banyak digunakan. Salah satu alasannya adalah karena Wikipedia sangat mudah diakses.

Di negara paling miskin, penduduknya masih bisa mengakses Wikipedia dengan data yang gratis. Hal ini diestimasikan 1.500 kali lebih hemat biaya daripada cara tradisional, yaitu menyebarkan informasi melalui laporan yang dikaji para ahli dan mempresentasikannya dalam konferensi akademis. Inilah juga mengapa Wikipedia masih sangat banyak digunakan oleh dokter dan mahasiswa kedokteran.

Hal ini sangat penting bagi kesehatan masyarakat, yang juga membuat penting bagi tenaga kesehatan untuk terus memperbaharui perubahan yang sangat cepat dalam dunia kesehatan.

Tetapi, Wikipedia seperti ujung jarum

YouTube merupakan bentuk media lain yang juga membagikan informasi salah. Penelitian yang dilakukan oleh Cleveland Clinic Foundation, pusat akademi medis, dimana peneliti menganalisis 100 video paling banyak dilihat di Youtube menganai penyakit inflamasi usus, ditemukan memberikan nilai edukasi yang cukup buruk.

"Tenaga kesehatan dan pasien mereka perlu menyadari kesalahan informasi yang dibagikan oleh pasien atau oleh industri farmasetikal yang sering membagikan video dan membuatnya tampak seperti berasal dari pasien saat terdapat iklan perusahaan," sebut peneliti dan residen pengobatan internal di klinik, Saurabh Mukewar.

"Youtube merupakan platform yang sangat kuat untuk membagikan dan menerima informasi kesehatan. Tetapi tenaga kesehatan dan organisasi profesional perlu menyajikan lebih banyak bahan yang edukasional dan efisien menggunakan alat ini untuk melawan informasi yang salah," tambahnya.

Terlalu sedikitnya insentif untuk tenaga kesehatan yang sibuk

Salah satu alasan untuk ini adalah bahwa pujian dan pengakuan yang diterima para dokter hanya diberikan saat hasil penelitian dipublikasikan dalam profil yang lebih tinggi dan laporan yang dikaji oleh para ahli. Cara untuk memperbaiki situasi ini adalah meminta para profesor untuk melawan kesalahan informasi saat pengajuan dan pendaftaran artikel berisi informasi palsu.

"Kondisi ini harus dihubungkan dengan reputasi perawat, dokter, peneliti dan tenaga kesehatan lain, sama seperti melakukan penelitian dan menulis publikasi dengan profil tinggi," ungkap peneliti pada badan editorial WikiJournal of Medicine. Tentu saja, akan ada kewajiban moral bagi personel medis untuk menampik informasi kesehatan palsu untuk menyelamatkan banyak nyawa pasien. MIMS

Bacaan lain:
Facebook dan pemahaman publik
Hoax Star Wars membuat empat jurnal saintifik tampak seperti lelucon
Kartu Kesehatan Google untuk melawan informasi kesehatan online yang tidak bisa dipercaya

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/10/10/updating-wikipedia-part-doctors-jobs/ 
https://michaelgleibermd.com/news/the-medical-misinformation-epidemic-our-patients-deserve-better/ 
http://www.medscape.com/viewarticle/752952