Karena kesehatan mulut merupakan satu komponen penting kesehatan tubuh, maka buruknya kesehatan mulut bisa menyebabkan buruknya kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan juga gangguan fungsi fisik, psikologis dan sosial seseorang.

Hubungan antara kerontokan gigi, yang disebabkan oleh penyakit periodontal, dan berbagai komplikasi kesehatan sudah banyak ditunjukkan dalam berbagai penelitian. Penyakit ginjal kronis, kanker dan depresi merupakan beberapa masalah yang berhubungan dengan rontoknya gigi.

Berikut beberapa penemuan penelitian mengenai topik ini.

Penyakit gagal ginjal kronis

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik (GGK) dengan kondisi lebih parah juga mengalami gangguan periodontal yang lebih parah dibandingkan pasien dengan GGK yang lebih ringan. Penelitian dari Universitas Mahidol menunjukkan bahwa kesehatan periodontal yang buruk berhubungan dengan tanda malnutrisi dan inlamasi pada pasien hemodialisis.

Hubungan antara kesehatan oral yang buruk dengan malnutrisi pada pasien GGK juga ditunjukkan dalam penelitian lain yang dipublikasi pada 2013. Penulis menemukan bahwa semakin banyak gigi yang rontok, maka semakin buruk pula asupan makan partisipan.

Hal ini menggaris bawahi bahwa kerontokan gigi memengaruhi kemampuan mengunyah dan dengan demikian berkontribusi pada menurunnya status nutrisi pasien. Penemuan ini konsisten dengan penemuan dalam penelitian di tahun 2001 yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran london yang menghubungan kesehatan gigi dan nutrisi.

Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa buruknya kesehatan mulut bisa jadi faktor risiko karsinogenesis. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pasien penyakit periodontal memiliki jumlah marker inflamasi lebih banyak dalam darahnya.

Marker ini merupakan bagian dari sistem imun awal yang merespon ke inflamasi menetap dan telah banyak dihubungkan dengan perkembangan kanker pankreas. Penjelasan lain untuk kondisi ini adalah tingginya senyawa karsinogenik di mulut penderita penyakit periodontal yang kemudian bereaksi dengan senyawa kimia pencernaan, sehingga membentuk kondisi yang mendukung perkembangan kanker pankreas.

Kanker pankreas bukan satu-satunya jenis kanker yang berhubungan dengan kerontokan gigi. Sebuah penelitian kontrol-kasus yang dilakukan oleh tim peneliti dari Jepang menunjukkan adanya hubungan positif antara kerontokan gigi dan peningkatan risiko kanker kepala dan leher, esofagus dan juga paru-paru.

Dalam kasus kanker kepala dan leher, serta esofagus, peneeliti telah menemukan hubungan yang lebih signifikan antara kerontokan gigi dan risiko kanker pada wanita dan subjek yang berusia lebih muda dibandingkan subjek pria dan subjek yang berusia lebih tua. Penelitian, yang dilakukan pada lebih dati 5.000 pasien kanker dengan 14 jenis diagnosis kanker, menunjukkan bahwa menjaga kesehatan gigi, khususnya sebelum usia tua, bisa berguna untuk menghindari kemunculan kanker ini.

Pengaruh psikologis

Pengaruh kerontokan gigi, selain memengaruhi kesehatan fisik, namun juga bisa memengaruhi kesehatan psikologis seseorang. Kualitas hidup merupakan hal yang bisa jadi dipengaruhi oleh kondisi ini.

Dalam penelitian yang dilakukan di tahun 2016, Sung-Eun Yang dan tiga peneliti lain menemukan bahwa nyeri gigi dan kerontokan gigi bisa sangat memengaruhi kualitas hidup populasi dewasa warga negara Korea. Lebih spesifik lagi, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa individu yang kehilangan delapan hingga 28 gigi dengan nyeri gigi menunjukkan sangat terganggunya kualitas hidup pasien/

Selain itu, artikel yang dipublikasi pada 2016 juga menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara penyakit periodontal dan depresi. Alexandrina L. Dumitrescu, seorang ahli gigi, menemukan bahwa penyakit periodontal ikut berkontribusi pada onset depresi melalui jalur berbeda.

Salah satunya adalah melalui sekresi berlebih sitokin pro-inflamasi, yang diketahui memiliki peran dalam meningkatnya kerentanan depresi. Jalur lain penyakit periodontal adalah meningkatnya risiko depresi melalui efek psikososial disebabkan buruknya higienitas oral.

Penyakit periodontal merupakan penyebab kerontokan gigi, selain memengaruhi fungsi mengunyah pasien, dan juga mengganggu rasa percaya diri dan status sosial pasien. Penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk mencaritahu usaha pencegahan dan strategi terapi untuk mempromosikan kesehatan mulut, dan dengan demikian menurunkan risiko masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan penyakit periodontal dan kerontokan gigi.

Gambaran yang lebih besar membuat tenaga kesehatan bisa memberikan panduan ke pasien, melakukan terapi pencegahan dan langsung memberikan penanganan di tahap awal demi mendorong pasien untuk menjaga kesehatan yang optimal dan memberikan kepuasan dalam kualitas hidup pasien. MIMS

Bacaan lain:
Rokok sehat, mungkinkah?
Tikus tidak sama dengan manusia: Evaluasi penggunaan hewan uji dalam penelitian klinis
Kekambuhan kanker paru-paru sekarang bisa dideteksi lebih awal
Ekspektasi negatif menyebabkan efek samping statin, kata penelitian


Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3614421/ 
http://bmjopen.bmj.com/content/6/7/e011836.full
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4469954/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11332523 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3917197/
http://cebp.aacrjournals.org/content/17/5/1222
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5008590/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804721/