Di tahun 1994, satu keluarga di Amerika terlibat dalam penembakan di jalan tol, saat sedang berlibur di Italia. Nicholas Green yang berusia tujuh tahun sedang tidur di samping adik perempuannya - dalam mobil yang dikendarai oleh ayahnya - saat sebuah mobil lain muncul dari kegelapan. Menembak kepala, Nicholas meninggal beberapa hari kemudian di rumah sakit, setelah mengalami koma.

Memutuskan untuk mendonasikan organ

Meskipun ini merupakan tragedi yang mengerikan, orangtua Nicholas memutuskan untuk mendonasikan organ dan kornea anak mereka ke negara yang sudah mengambil nyawa anaknya, dan berhasil membantu tujuh orang Italia. Empat penerima berasal dari Sicily dan beberapa kelompok orang juga akhirnya bertemu dengan orangtua Nicholas, beberapa bulan setelah kejadian.

Orangtuanya berbicara secara terbuka ke media, menjelaskan bahwa keputusan mereka membuat angka kecepatan donasi organ di Italia meningkat hingga tiga kali lipat dalam waktu sepuluh tahun. Dua puluh tiga tahun setelah jantung Nicholas berhenti berdetak, atau tiga kali umur Nicholas saat meninggal.

Penerima jantung saat itu berusia 15 tahun dan sudah menjalani lima operasi jantung, semuanya gagal, dan ia juga menerima transfusi darah dua kali seminggu. Ajaibnya, dokternya mengatakan bahwa jantungnya masih berdetak saat ia sudah meninggal, dan menyatakan bahwa anak ini meninggal karena gagal napas karena paru-parunya mengalami fibrosis karena toksisitas obat kemoterapi.

Nicholas’ parents, Reg and Maggie Green (back row left to right) with the recipients of Nicholas’ organs – Andrea Mongiardo, Francesco Mondello, Tino Motta, Anna Maria Di Ceglie, Eleanor Green. Seated: Laura Green, Maria Pia Pedala, Domenica Galleta, Silvia Ciampi, Martin Green. Photo credit: BBC
Nicholas’ parents, Reg and Maggie Green (back row left to right) with the recipients of Nicholas’ organs – Andrea Mongiardo, Francesco Mondello, Tino Motta, Anna Maria Di Ceglie, Eleanor Green. Seated: Laura Green, Maria Pia Pedala, Domenica Galleta, Silvia Ciampi, Martin Green. Photo credit: BBC


Tragedi keluarga Green memicu terjadinya suatu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut dan bahkan di dunia - membuka hati dan pikiran orang lain mengenai donasi organ. Bagi beberapa orang, satu keputusan yang tidak ingin menang sendiri, yang dilakukan oleh orangtua Nicholas, berhasil menggerakan negara tersebut sehingga keluarga ini menjadi keluarga yang paling banyak dicari. Di Italia, banyak berita menyebar ke seluruh dunia, dan menyebutnya sebagai "Efek Nicholas".

Orang-orang merasa tersentuh dengan bagaimana keluarga ini - menghadapi kesialan menyedihkan - dan mengubahnya menjadi pemicu dan membawa harapan ke hidup oranglain yang tidak mereka kenal. Di Italia sendiri, lebih dari 120 tempat diberi nama "Nicholas" - sebagai pengingat terakhir yang akan terus dikenang untuk Nicholas.

Efek Nicholas

Populernya cerita ini juga banyak tersebar ke seluruh dunia, terutama setelah ayah Nicholas, Mr. Reg Green kemudian menulis buku yang disebut "The Nicholas Effect", berdasarkan insiden dan pengalaman keluarga. Tidak berhenti sampai disitu saja, keluarga ini juga banyak menerima tawaran dari acara televisi populer seperti Oprah Winfrey dan Barbara Walters, dan melontarkan kesadaran donasi organ ke tingkat yang lebih tinggi.

Buku ini juga dibuat dalam bentu cerita yang disebut "Nicholas' Gift" di tahun 1998 dan keluarga ini membentuk Nicholas Green Foundation, untuk lebih mendorong orang-orang untuk mendonasikan organ dan jaringan ke seluruh dunia.

Selama beberapa tahun, pengaruh ini sangat terasa di Italia. Donasi organ di negara ini meningkat dari satu negara terendah di Eropa dengan hanya 6,2 orang per satu juta populasi yang mendonasikan organ di tahun 1993, menjadi 20 orang per satu juta orang di tahun 2016. Italia juga tergerak untuk membentuk sistem penyisihan di tahun 1999 - dengan demikian, ketika seseorang meninggal, diasumsikan organ mereka bisa didonasikan, keculai disebut lain.

"Nicholas akan merasa bangga"

Kematian tragis anak Kalifornia ini di tanah asing bukan hanya menyelamatkan nyawa tujuh orang lain, tetapi juga menginspirasi jutaan orang lain di seluruh dunia. Kami memahami bahwa daftar tunggu donasi organ terus memanjang selama beberapa tahun, dan banyak orang yang kemudian tidak bisa bertahan selama menunggu tersebut. Orangtua Nicholas sangat percaya bahwa anak mereka pasti akan merasa bangga, karena ia sudah berhasil menyentuh dan menyelamatkan banyak nyawa. MIMS

Bacaan lain:
Organ baru dalam tubuh manusia: mesentrium
Seorang pria hidup 555 hari tanpa jantung
Operasi robot pertama untuk membuang penyebaran kanker ginjal di jantung


Sumber:
http://www.nicholasgreen.org/
http://www.bbc.com/news/magazine-39422660
http://www.dailymail.co.uk/news/article-4478266/American-boy-s-organs-helped-Italian-man-live-decades.html
http://www.wantedinrome.com/news/nicholas-green-the-boy-who-changed-italians/
http://www.telegraph.co.uk/news/health/7223383/How-the-loss-of-Nicholas-gave-life-to-others.html