Industri kesehatan sekarang ini terus mengalami kemajuan, mulai dari didukung oleh kemajuan teknologi hingga kemajuan ilmu pengetahuan. Berbagai kemudahan banyak ditawarkan industri kesehatan demi tujuan meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup manusia.

Banyak aplikasi dan website menawarkan jasa pelayanan konsultasi dokter gratis atau transaksi pembelian obat atau penebusan resep dari rumah.

Hal ini memunculkan satu pertanyaan penting, “Apakah profesi dokter akan tersisih dari persaingan pasar medis sekarang ini?” Mungkin pertanyaan ini tidak hanya berlaku untuk dokter, tetapi juga termasuk apoteker, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Lebih dari 20% pasien pernah mengalami salah diagnosis

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Mayo Clinic di Minnesota menemukan bahwa lebih dari 20% pasien yang mencari opini kedua pernah mendapat kesalahan diagnosis dari dokter pertamanya.

Tahun lalu, penelitian kontroversial yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins mengatakan bahwa kesalahan medis, termasuk kesalahan diagnosis, merupakan penyebab ketiga kematian di rumah sakit, setelah kanker dan penyakit kardiovaskular di AS.

Sementara itu, laporan dari National Academy of Medicine mengestimasikan bahwa kesalahan diagnosis menyebabkan hingga 10% kematian pasien, dan hingga 17% komplikasi di rumah sakit. Di antara 12 juta orang, sekitar 5% orang dewasa pernah mendapat diagnosis yang salah setiap tahunnya.

Tricorder X – Saat fiksi ilmiah menjadi realita

Setelah lebih dari lima tahun mendesain, membentuk, dan menguji alat kesehatan portabel, Qualcomm Tricorder X Prize berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka berhasil mengembangkan alat scan yang berasal dari film Star Trek. Alat ini disebut-sebut merupakan alat scan yang hanya seukuran telepon genggam, dan bisa terus memonitor lima tanda vital manusia, mendiagnosis 13 status penyakit (12 penyakit dan tidak ada penyakit), dan bisa digunakan oleh semua masyarakat publik.

Lima tanda vital meliputi tekanan darah, kecepatan jantung, saturasi oksigen, kecepatan pernapasan dan suhu. Selain itu, 13 status penyakit mencakup penyakit seperti anemia, atrial fibrilasi, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes, leukositosis, pneumonia, otitis media, apnea tidur, dan infeksi saluran napas.

Dengan adanya alat ini, pasien tidak perlu lagi mengantri seharian di rumah sakit, memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter, serta mendapat diagnosis yang salah. Terlebih lagi, karena harganya yang murah, dalam beberapa tahun saja diperhitungkan hampir semua orang di dunia bisa mendapatkannya. Jika saat tersebut benar-benar muncul, apakah sistem tenaga kesehatan masih bisa bekerja seperti sekarang? MIMS

Bacaan lain:

Apakah apoteker komunitas akan segera punah?
Bagaimana perawat bisa memanfaatkan teknologi untuk memajukan kualitas perawatan untuk pasien
Teknologi baru pengubah DNA berhasil dikembangkan oleh peneliti di Singapura

Sumber:
https://today.mims.com/topic/lebih-dari-20--pasien-penderita-kondisi-serius-pernah-mengalami-salah-diagnosis?country=indonesia&channel=gn-local-news-id
http://tricorder.xprize.org/
http://www.mobihealthnews.com/content/qualcomm-tricorder-x-prize-has-its-winner-work-tricorders-will-continue
https://en.wikipedia.org/wiki/Tricorder_X_Prize