Pasien berbohong karena banyak alasan. Survey yang dilakukan oleh WebMD tahun 2004 menemukan bahwa 38% responden berbohong mengenai kepatuhan pasien dalam mengikuti perintah dokter, 32% pasien berbohong mengenai pola makan dan olahraga mereka, 22% berbohong mengenai status merokok, 17% berbohong mengenai kebiasaan seksual, 16% berbohong mengenai asupan alkohol dan 12% berbohong mengenai penggunaan obat rekreasional.

Dari perspektif dokter, hal ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena pasien sering memandang dokter sebagai seorang pemegang tanggung jawab; dengan demikian, pasien cenderung menutup-nutupi informasi yang dianggap rahasia dan tidak berhubungan dengan masalah kesehatan. Berikut kita lihat bagaimana dokter bisa mendekati pasien dengan cara paling efektif.

1. Tidak terlalu menghakimi

Bagaimana pasien memandang profesi Anda merupakan satu hal yang penting. Jika pasien menganggap Anda sebagai seorang teman, pasien cenderung akan lebih terbuka mengenai masalah mereka. Tentu saja, dokter harus bisa membaca bahasa tubuh pasien, sehingga dokter bisa lebih menunjukkan empati dan sensitivitas.

Ketika memberikan saran medis, dokter harus dengan hati-hati memilih kata-kata untuk menghindari penggunaan kata yang menghakimi. Pasien cenderung merasa memiliki hubungan jika ia mengetahui sesuatu mengenai kehidupan dokter, sehingga dokter bisa membagikan cerita pengalamannya sendiri ke pasien.

2. Bantu pasien untuk mengerti

Penting bagi pasien untuk memahami fakta bahwa menutup-nutupi sesuatu bisa memengaruhi terapi mereka. Dokter juga harus menjelaskan potensi konsekuensi dari kebohongan mereka. Dokter harus meyakinkan pasien bahwa rahasia mereka akan menjadi rahasia antara dokter-pasien dan tidak akan disalahgunakan.

Dokter harus menjadi seorang pendengar yang baik, sehingga mereka bisa merasakan ketakukan dan kegelisahan pasien sebelum memberikan saran atau konsultasi apapun.

3. Menciptakan lingkungan yang aman

John Bowlby mengajukan teori pendekatan di tahun 1969 yang menyebutkan bahwa manusia mencari kedekatan, kenyamanan, dan bantuan dari pasien mereka ketika mereka muda, dan kemudian, mereka mencari figur pelindung seperti guru atau seorang dokter.

Dengan demikian, ketika mendiskusikan hal-hal yang bersifat rahasia, tutuplah pintu, sehingga pasien merasa aman dan terlindungi. Dokter juga harus meminimalisir jumlah orang yang terlibat saat konsultasi dengan pasien.

4. Jangan mengkhianati kepercayaan pasien

Pasien memulai hubungan dengan dokter melalui rasa percaya dan kepercayaan diri; dokter perlu menghargai hal ini dan harus menghindari penyalahgunaan sebisa mungkin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada individu Afrika-Amerika, peneliti menemukan bahwa rasa percaya bisa memfasilitas sikap mencari bantuan dan mempromosikan kejujuran serta kepatuhan pasien.

Dokter juga harus jujur dan terbuka mengenai risiko dan kemungkinan penyakit pasien atau memberikan beberapa jenis terapi tertentu, karena hal ini bisa membantu pasien mengetahui cukup informasi saat pengambilan keputusan.

Selain itu, ia perlu memberi terapi dan merespek pasien apapun latar belakang atau status pasien. Ingatlah bahwa setiap pasien memiliki perbedaan; beberapa mungkin lebih menyukai pendekatan individual sedangkan yang lain mungkin tidak terlalu mempermasalahkannya. MIMS

Bacaan lain:
Peran pilihan kata saat berkomunikasi dengan pasien
10 situasi yang malas dihadapi dokter umum
Tenaga kesehatan: Membuat kesalahan dan mencari masukan
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis


Sumber:
http://www.physicianspractice.com/blog/problem-patients-when-modesty-and-honesty-get-your-way
http://www.gmc-uk.org/DoC_guidance_englsih.pdf_61618688.pdf
http://www.sicotests.com/psyarticle.asp?id=70
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2736034/
https://depts.washington.edu/bioethx/topics/physpt.html
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1497.2006.00485.x/full
https://www.roswellpark.org/partners-practice/white-papers/when-patients-lie-you