Data Global dari World Health Organization (WHO) mengenai Gangguan Mata di tahun 2010 menggaris bawahi bahwa degenerasi makular disebabkan pertambahan usia (AMD) merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan. Berdasarkan data ini, AMD merupakan 5% penyebab kebutaan di dunia.

Menurut kajian dari prevalensi AMD dunia dan proyeksi beban penyakit di tahun 2020 dan 2040, Asia akan melihat jumlah kasus AMD terbesar (sepertiga dari total kasus dunia), dan nilai ini dianggap meningkat lebih cepat dibandingkan daerah lain.

Penyebab AMD

Berbagai penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor berbeda yang menyebabkan AMD. Laporan yang dipublikasikan di tahun 2013 menyatakan bahwa penggunaan aspirin biasanya dihubungkan dengan peningkatan risiko AMD neovaskular.

Kondisi ini pertama kali ditemukan oleh Gerald Liew dari Universitas Sydney dan koleganya melalui analisis data prospektif dari sebuah penelitian di Australia yang meliputi empat pemeriksaan selama periode 15 tahun. 257 individu dari 2.389 yang terlibat dalam penelitian merupakan pengguna aspirin.

Setelah pemeriksaan kembali 15 tahun, hasil menunjukkan bahwa 63 dari individu ini (24,5%) mengalami insiden AMD neovaskular. Faktor lain yang ditemukan juga berhubungan dengan prevalensi AMD adalah konsumsi obat penurun tekanan darah (termasuk vasodilator) dan faktor genetik.

Obat tetes ajaib untuk mengobati kebutaan akibat pertambahan usia

Belakangan ini, peneliti membuat sebuah penemuan baru dengan mengembangkan obat tetes ajaib sebagai terapi baru kebutaan akibat pertambahan usia. Tetes mata ini dikembangkan oleh satu tim peneliti, dipimpin oleh ahli biokimia Dr. Felicity de Cogan dari Universitas Birmingham, Institut Inflamasi dan Penuaan.

Sekarang ini, AMD rata-rata diobati dengan memberikan injeksi langsung ke mata. Ini merupakan prosedur yang tampaknya tidak nyaman bagi pasien.

Dalam penelitian baru, peneliti berhasil mengembangkan obat tetes mata, yang menggunakan peptida penetrasi sel (CPP) untuk memaparkan obat ke bagian relevan mata. Obat alternatif yang bebas dari jarum ini merupakan prosedur yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Dr De Cogan juga mengatakan bahwa kompleks obat ditambah CPP memiliki potensi untuk diaplikasikan ke penyakit okular kronik lain yang membutuhkan pemaparan obat ke kompartemen posterior mata.

Keuntungan tetes mata sebagai metode penghantaran obat non-invasif

Menurut informasi yang diberikan oelh NHS, efek samping umum dari ranibizumab, satu dari obat yang ada sekarang diberikan melalui injeksi untuk mengobati AMD, termasuk pendarahan minor di mata, inflamasi atau iritasi mata, begitu juga dengan meningkatnya tekanan di mata.

Selain itu, ada juga kebutuhan untuk monitoring dan mengulangi injeksi. Dosis dan terapi bulanan dengan ranibizumab juga ditunjukkan merupakan beberapa contoh faktor risiko bagi pasien untuk mengembangkan atrofi geografis.

Di sisi lain, menggunakan obat tetes mata ditambah CPP sebagai alternatif, metode penghantaran obat non-invasif bisa membantu menurunkan efek simpang yang mungkin muncul, yang kemudian bisa juga meningkatkan kepatuhan pasien. Manfaat lain dari menggunakan obat tetes mata sebagai metode penghantaran obat adalah untuk mempertahankan efisiensi biaya, terutama untuk menurunkan biaya kesehatan ketika dibandingkan dengan terapi yang ada sekarang.

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr De Cogan, aplikasi obat tetes mata ditambah CPP ini bisa diperluas untuk mengobati penyakit mata lain di masa depan. Ini merupakan penemuan yang baik yang bisa mengarahkan ke perkembangan terapi terbaru, non-invasif, dan bisa diaplikasikan sendiri.

Pemberian obat yang efisien dan berhasil bisa membantu mengatasi tantangan yang ada sekarang, termasuk masalah tentang kepatuhan pasien. Akhirnya, ini merupakan inovasi yang paling signifikan dalam dunia pengobatan dan kesehatan serta reformasi kesehatan dengan memperkuat pasien. MIMS

Bacaan lain:
Keajaiban dalam dunia medis
Teori dibalik aktivitas menguap
Signifikansi catatan pasien yang baik

Sumber:
http://www.who.int/blindness/GLOBALDATAFINALforweb.pdf
http://www.thelancet.com/journals/langlo/article/PIIS2214-109X(13)70145-1/fulltext
http://media.jamanetwork.com/news-item/study-suggests-association-between-regular-aspirin-use-increased-risk-of-age-related-macular-degeneration/
https://www.sciencedaily.com/releases/2014/05/140528145815.htm
http://www.southampton.ac.uk/news/2015/12/macular-degeneration.page
http://www.birmingham.ac.uk/news/latest/2017/05/revolutionary-eye-drops-developed.aspx 
http://www.nhs.uk/Conditions/Macular-degeneration/Pages/Treatment.aspx 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3892560/