Darah merupakan cairan khusus yang terdiri dari empat komponen utama: plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Darah yang mengalir melalui vena, arteri, dan kapiler yang dikenal sebagai darah total, campuran dari sekitar 55% plasma dan 45% sel darah. Sekitar 7-8% dari berat badan total manusia berasal dari darah. Rata-rata pria memiliki sekitar 5 liter darah dalam tubuhnya, dan wanita memiliki sekitar 4 liter darah.

Saat ada gangguan pada darah, hal ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Inilah mengapa penting untuk mengetahui gangguan darah yang mungkin menyerang manusia.

Di era sekarang ini, ada lebih dari satu juta warga Amerika yang hidup dengan, atau telah sembuh dari, kanker darah, seperti leukemia, Hodgkin lymphona, non-Hodgkin lymphoma dan multiple myeloma.

Dr. Pamela Crilley, Kepala Onkologi Medis di rumah sakit di Philadelphia mengatakan, "Ranah onkologi hematologi terus berkembang, dan ada beberapa pilihan terapi baru yang menarik untuk pasien keganasan hematologi."

Profil genom untuk kanker hematologi

Profil genom berkembang sangat cepat untuk ilmu pengetahuan medis. "Informasi mengenai tumor dari setiap pasien bisa digunakan untuk mencaritahu pilihan terapi yang lebih tertarget untuk setiap pasien," ungkap Dr. Crilley. Tes genom dilakukan dengan memeriksa tumor di tingkat genomik, sehingga tenaga kesehatan bisa lebih memahami kanker di tingkat molekular dan memutuskan pilihan terapi berdasarkan penemuan ini.

"Sekarang, pemeriksaan sitogenetik, diagnosis molekular dan tes patologi bisa dilakukan menggunakan sampel darah, nodus limpa atau sumsum tulang pasien untuk mengetahui rencana terapi yang sangat spesifik dan tertarget," ungkap Dr. Crilley. Hal ini sangat penting untuk terapi kanker hematologi, yang sangat kompleks, seperti non-Hodgkin lymphoma.

Pilihan obat baru untuk kanker darah

Banyak terapi baru mengubah hidup pasien kanker darah. Beberapa jenis keganasan berhasil ditangani seperti penyakit kronis yang bisa dijaga menggunakan terapi. Ada juga yang bisa sembuh setelah ada obat baru.

US Food and Drug Administration (FDA) sudah menyetujui beberapa obat baru untuk dipasarkan kepada pasien keganasan hematologi. Salah satu dari obat ini adalah ibrutinib, penghambat selektif tirosin kinase Bruton (BTK). Obat oral ini digunakan untuk mengobati pasien dengan leukemia sel mantle kambuhan atau refraktori, dan baru-baru ini, juga diindikasikan untuk leukemia limpositik kronik (CLL). "Ibrutinib merupakan obat yang luar biasa, saat diberikan kepada pasien dengan keparahan tinggi dan yang gagal diterapi dengan obat lain," ungkap Dr. Crilley. Obat ini menghambat atau menutup aktivitas protein tertentu yang mungkin membantu kanker darah tumbuh.

Obat lain, obinutuzumab, antibodi monoklonal anti-CD20 baru, dikombinasikan dengan obat kemoterapi untuk pasien pendeita CLL yang sebelumnya tidak diobati. Obat, yang diberikan melalui injeksi, didesain untuk secara selektif mengikat protein yang hanya bisa ditemukan pada sel-β ganas, untuk menyerang sel-sel secara langsung dan bersama dengan sistem imunitas tubuh. Obat ini, kata Dr. Crilley, merupakan obat yang sangat menjanjikan untuk pasien.

Terapi penghambat tirosin kinase (TKI) merupakan terapi lain yang sangat efektif untuk leukemia myelogenik kronik (CML). "Obat ini berhasil mengubah sejarah alami penyakit dan merupakan prototipe banyak obat sebelumnya," kata Dr. Crilley. Sebelumnya, pasien biasanya dirujuk untuk transplantasi sumsum tulang untuk mengobati penyakit. Sekarang, banyak pasien berhasil sembuh dengan terapi ini dan bahkan beberapa berhenti terapi secara total.

Transplantasi sel punca

Perkembangan terbaru untuk mengobati pasien kanker darah adalah dengan menggunakan sistem imun pasien sendiri dan mengubah sel imun pasien untuk menyerang penyakit. Meskipun masih dalam tahap penelitian klinis, namun ini merupakan pendekatan lain untuk mengobati penyakit, terutama penyakit CLL dan ALL.

Transplantasi sel punca, misalnya, ditunjukkan bisa meningkatkan outcome dan menurunkan toksisitas dan efek samping dalam beberapa tahun belakangan ini. Bagi kebanyakan pasien, transplantasi sel punca merupakan kesempatan terbaik untuk eradikasi kanker. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, banyak pasien tidak bisa menemukan donor yang cocok untuk transplantasi alogenik.

"Transplantasi haploidentik membuka era baru bagi pendonor untuk pasien," kata Dr. Crilley. Transplantasi haplo merupakan pilihan bagi pasien dengan kanker darah yang membutuhkan transplantasi dan tidak memiliki keluarga yang cocok dengan pasien. Dengan transplantasi ini, anggota keluarga yang tidak terlalu cocok (seperti anak-anak atau orangtua) bisa menjadi kandidat donor. Selain itu, donor juga bisa dicari melalui National Marrow Donor Registry di Amerika.

Sel darah 'dipersenjatai' untuk menyerang kanker

FDA baru-baru ini menyetujui obat terobosan terbaru yang sangat menarik – terapi gen pertama di pasar Amerika. Bagi semua pasien, ini merupakan "obat hidup" pertama yang dikembangkan untuk melawan kanker darah dan juga tumor.

"Ini merupakan cara baru untuk mengobati kanker," catat Dr Stephan Grupp dari Rumah Sakit Anak di Philadelphia, yang menangani anak pertama penerima terapi sel CAR-T – seorang anak yang sudah sekarat namun sekarang sudah bebas kanker selama lima tahun dan selanjutnya. "Hasilnya sangat menarik."

Terapi CAR-T menggunakan teknik terapi gen bukan untuk memperbaiki gen penyebab penyakit tetapi untuk mendorong sel T, tentara sistem imun yang seringkali kalah atas kanker. Peneliti menyaring sel tersebut dari darah pasien, mengubahnya menjadi pembentuk "reseptor antigen chimeric" atau CAR yang jumlahnya nol saat terdapat kanker, dan menumbuhkan ratusan juta salinannya. Dikembalikan ke tubuh pasien dan sel yang sudah mendapat intervensi ini akan memperbanyak diri untuk melawan penyakit selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Dalam sebuah penelitian pada 63 pasien, 83% pasien berhasil sembuh setelah menerima sel CAR-T. Meskipun demikian, tidak jelas berapa lama manfaatnya bisa berlangsung karena ada beberapa pasien kambuh beberapa bulan setelah terapi.

Novartis Pharmaceuticals memberikan harga USD475.000 terapi untuk satu kali infus sel CAR-T. Tetapi mereka tidak menagih biaya untuk pasien yang tidak memberikan respon dalam satu bulan.

"Ini merupakan teknologi yang sangat menjanjikan," ungkap Dr Mikkael Sekeres dari Organisasi Hematologi Amerika. Tetapi, memperingati bahwa CAR-T "bukanlah obat mujarab." MIMS

Bacaan lain:
Jejak tumor menyingkapkan bagaimana kanker menyebar
Mengapa kanker lebih banyak muncul di payudara daripada di jantung?
Metode baru untuk menemukan obat kanker melalui analisis komputasional

Sumber:
http://www.hematology.org/Patients/Basics/
http://www.hematology.org/Patients/Blood-Disorders.aspx
https://www.cancercenter.com/community/newsletter/article/advances-in-blood-cancer-treatment/ 
http://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/health-news/cancer-breakthrough-leukaemia-treatment-gene-therapy-immune-cells-tumours-us-fda-a7921296.html