Tanggal 11 Agustus 2017, Royal College of Midwives (RCM) di Inggris, menghapuskan kampanye panjangnya selama 12 tahun mengenai ‘persalinan normal’. Pejabat resmi menyatakan bahwa kampanye tersebut menyebabkan kematian yang tak diinginkan dan menyampaikan pesan yang salah pada calon ibu – mereka dianggap gagal menjadi ibu jika memperoleh bantuan saat proses persalinan. 

Royal College of Midwives memulai promosi ‘persalinan normal’ pada tahun 2005 yang mendorong para ibu hamil untuk melahirkan normal tanpa intervensi medis seperti induksi persalinan, operasi caesar, penggunaan alat seperti forceps maupun anestesi epidural.

Kampanye ini dikecam setelah terjadinya kematian bayi berturut-turut di Rumah sakit pendidikan Morecambe Bay antara tahun 2004 sampai 2013. 

Hasil investigasi pemerintah kemudian mengungkapkan bahwa kematian 16 bayi dan tiga ibu disebabkan oleh ‘kombinasi mematikan' kegagalan terapi di rumah sakit. Poin kunci dari penyelidikan adalah "terdapat semacam gerakan di antara bidan untuk memimpin persalinan normal 'bagaimanapun caranya'".

Para bidan memaksa wanita untuk melahirkan ‘normal’ meskipun berisiko

Laporan ini menjelaskan bahwa bidan – yang mengaku "the musketeers" – memaksa melakukan persalinan normal. Para bidan salah mengelompokkan risiko para wanita dan terus mengahalang-halangi dokter kandungan untuk memberikan intervensi – meskipun sebenarnya membutuhkan perawatan obstetrik. Hubungan antara dokter dan bidan dideskripsikan sebagai "benar-benar tidak berfungsi".

Banyak juga faktor lain yang turut berperan dalam kejadian tak diinginkan ini, seperti adanya penolakan budaya, persekongkolan dan inkompetensi.

"Hasil penemuan kami sangat jelas dan tersusun dalam setiap arsip mengenai kesalahan-kesalahan yang terjadi di setiap tingkatan sistem kesehatan – dari bagian maternitas sampai orang dipercaya yang bertanggung jawab dibalik regulasi dan penilaian ini. Akar masalah ini sangat serius dan mengagetkan," ungkap Dr Bill Kirkup, kepala penyelidikan ini. 

Setidaknya tujuh bidan diperiksa dalam skandal ini, dua diantaranya dicabut izinnya dan sisanya dipecat. Kampanye ‘persalinan normal’ oleh bidan disoroti sebagai penghasut mental bidan di rumah sakit.

James Titcombe dengan putra bernama Joshua, salah satu bayi yang meninggal dalam insiden Morecambe Bay bersyukur kampanye ini akhirnya dihentikan.

"Keputusan RCM untuk menarik kampanye ‘persalinan normal’ ini sudah terlambat bagi putra saya, Joshua…Tetapi, langkah ini patut diapresiasi. Karena jika tidak segera dihentikan, akan membahayan nyawa ibu dan bayi," ungkapnya.

Ketua eksekutif RCM: Kampanye ini menciptakan ‘pandangan yang salah’

Profesor Cathy Warwick, kepala eksekutif RCM menyatakan bahwa organisasi mereka sedang mengevaluasi ulang kampanye tersebut – yang memakan waktu sekitar enam bulan.

"Ada bahaya yang mengintai jika Anda hanya membahas tentang persalinan normal – dan secara khusus jika Anda menyebutnya sebagai kampanye – hal tersebut terdengar seperti Anda hanya tertarik pada wanita yang melahirkan normal tanpa intervesi," ucapnya. Meskipun demikian ia membantah kampanye tersebut menyebabkan kerugian.

Ikatan kebidanan menyatakan bahwa akan menggunakan istilah ‘persalinan fisiologis’ untuk mengganti istilah "persalinan normal" sebagai bagian dari "langkah awal persalinan yang lebih baik". Ikatan tersebut juga menyatakan tidak akan mengubah pandangan mereka bahwa "persalinan tanpa intervensi medis adalah yang paling baik bagi wanita."

"Kami akan benar-benar memastikan bahasa dan istilah yang kami gunakan untuk mencegah penyampaian bahwa ‘Anda harus bersalin normal bagaimanapun caranya’. Kami tidak pernah mengucapkan hal itu; tetapi istilah yang kami gunakan membuat orang berpikir demikian," ungkapnya.

"Jika Anda melakukan operasi caesar, bukan berarti Anda gagal sebagai ibu. Telah terjadi sesuatu pada proses kelahiran Anda yang membutuhkan pertolongan dan dukungan – dan hal tersebut masih baik," tegas Warwick. MIMS

Bacaan lain:

Dibalik sakitnya melahirkan
Depresi setelah melahirkan: Bagaimana perawat bisa membantu
Rahim buatan untuk masa depan masalah fertilitas dan perawatan neonatus

Sumber:
http://www.telegraph.co.uk/news/2017/08/12/midwives-agree-drop-normal-births-campaign-makes-women-feel/
https://www.theguardian.com/society/2017/aug/12/midwives-to-stop-using-term-normal-birth
https://www.thetimes.co.uk/edition/news/midwives-back-down-on-natural-childbirth-2f78d65ng
https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/408480/47487_MBI_Accessible_v0.1.pdf
https://www.theguardian.com/commentisfree/2017/aug/14/royal-college-midwives-normal-birth-joshua-titcombe