Di masa sekarang ini, pemberian susu formula secara eksklusif ke bayi yang baru lahir tidak banyak didukung, sebagaimana yang dicatat dalam panduan menyusui oleh World Health Organization. Kejadian ini terjadi sebelum banyak penelitian menunjukkan efek buruk susu formula.

Bacalah untuk mengetahui bagaimana seorang pria bisa menyelesaikan satu masalah kesehatan di masanya dan memicu perdebatan kesehatan di zaman modern.

Kematian bayi saat hamil menyebabkan usaha mencari alternatif

Di masa lampau, jumlah kematian maternal selama melahirkan sangat tinggi – disebabkan buruknya higienitas, tidak cukupnya pengetahuan dan tidak lengkapnya peralatan medis. Bukan hanya itu, beberapa ibu merasa kesulitan memproduksi susu – sehingga, memaksa tenaga kesehatan dan peneliti untuk mencari tahu cara lain untuk memberikan makan untuk bagi mereka.

Penggunaan "inang" – wanita yang menyusui anak lain – menjadi praktek yang banyak dilakukan di abad ke-20 SM. Hal ini dianggap sebagai profesi yang terorganisir dengan baik dengan kontrak dan hukum didesain untuk mengatur praktek ini. Meskipun demikian, penolakan muncul selama Abad Pertengahan dan Masa Renaissance. Inang dilarang karena ada kepercayaan bahwa anak ini akan memiliki karakteristik fisik dan psikologis seperti inang mereka. Praktek ini terus berlanjut hingga ditemukannya botol susu di abad ke-19. Dengan adanya metode pemberian makan alternatif, profesi inang pun perlahan-lahan menjadi punah.

Botol susu sendiri sudah banyak berubah dari abad ke-16 hingga 19. Botol yang bertama, badan botol dan dot seringkali sulit dibersihkan. Sehingga bakteri bisa menetap di sana dan mengganggu kesehatan bayi. Hingga di abad ke-19, susu hewan dianggap sebagai alternatif terbaik untuk susu manusia dan inang. Pada periode ini, penggunaan alat kotor, dikombinasi dengan kurang cocoknya tempat penyimpanan dan sterilisasi susu menyebabkan kematian pada satu per tiga bayi selama tahun pertama kehidupan mereka.

Justus von Liebig aspired to curb hunger and used his knowledge to create infant formula which resembled breast milk. Photo credit: BLTC
Justus von Liebig aspired to curb hunger and used his knowledge to create infant formula which resembled breast milk. Photo credit: BLTC


Meskipun susu hewan merupakan puluhan yang paling baik, namun nilai nutrisi dari susu hewan masih belum bisa mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini membuat para peneliti di laboratorium bisa menciptakan susu formula buatan yang menyerupai susu manusia. Justus von Liebig – seorang ahli kimia dan visioner dari Jerman – selalu ingin mencegah kelaparan. Ia merupakan pencetus beberapa penelitian pupuk di masa awal, meneliti ilmu pengetahuan nutrisi dan menemukan ekstrak daging sapi. Di tahun 1865, Liebig mengembangkan susu formula bayi pertama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Makanan larut Liebig untuk bayi – alternatif yang sangat baik

Dipasarkan dengan nama Liebig's Soluble Food for Babies, Liebig membuat susu formula – pertama dalam bentuk cair, dan kemudian dalam bentuk bubuk untuk sistem pengawetan yang lebih baik – berisi susu sapi, tepung terigu, tepung gandum, dan kalium bikarbonat. Ini merupakan substitusi komersil pertama untuk air susu ibu yang dikembangkan melalui penelitian saintifik – dan dianggap sebagai makanan bayi yang sempurna.

Formulanya sampai di pasar di waktu penting di saat dimana, sebelum susu formula, hanya dua dari tiga bayi yang tidak disusui hidup hingga ulangtahunnya yang pertama. Selama penjualan pertamanya, susu ini sangat mahal dan hanya bisa dibeli oleh komunitas orang kaya.

Launched in 1865, Liebig's Soluble Food for Babies was a powder consisting of cow’s milk, wheat flour, malt flour and potassium bicarbonate. Photo credit: Alamy/BBC
Launched in 1865, Liebig's Soluble Food for Babies was a powder consisting of cow’s milk, wheat flour, malt flour and potassium bicarbonate. Photo credit: Alamy/BBC


Ciptaan Liebig menjadi dasar untuk produk dan formula komersil lain untuk diproduksi dengan cepat. Sejumlah total 27 merk paten makanan bayi sudah mencapai pasar di tahun 1883. Meskipun makanan ini membuat bayi gemuk – namun, produk tersebut masih kekurangan nutrisi berharga seperti protein, vitamin dan mineral.

Sekitar masa penemuan Liebig, publik juga menyaksikan proses sterilisasi yang lebih baik untuk makanan dalam kemasan tertutup. Dengan demikian, angka kematian bayi bisa diturunkan. Antara tahun 1890 dan 1910, pemerintah menggaris bawahi pentingnya kebersihan dan meningkatkan kualitas suplai susu. Beberapa perbaruan dibuat termasuk membentuk klinik susu bayi untuk mendistribusikan susu bersih ke publik dan merawat tempat penyimpanan susu dengan lebih baik lagi.

Peran botol susu di dunia sekarang ini

Meskipun ada banyak penelitian dan investigasi menunjukkan outcome negatif susu formula, namun produk ini masih banyak sekali digunakan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti mempermudah wanita pekerja untuk mengatur, produksi ASI rendah untuk beberapa ibu, dan bahkan pilihan yang besar tersedia di pasar yang mengiklankan formula "nutrisi tinggi".

Tenaga kesehatan sekarang ini sudah berkembang jauh dibandingkan saat waktu Liebig dan tenaga kesehatan lebih sadar akan pro dan kontra ASI dan botol susu. MIMS

Bacaan lain:

Euthanasia pada bayi: Perlukah dilegalkan?
Bayi berusia 18 hari meninggal karena virus meningitis, kemungkinan disebabkan oleh ciuman
Bayi dengan 'tiga orangtua' membuktikan kontroversi ilmu pengetahuan dapat melawan infertilitas

Sumber:
http://www.bbc.com/news/business-40281403
https://www.general-anaesthesia.com/people/justusvonliebig.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2684040/
https://www.romper.com/p/where-does-infant-formula-come-from-a-brief-history-of-the-breast-versus-bottle-debate-25022