Penelitian yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Connel, Universitas Boston, mengungkapkan bahwa kepuasan pasien saat manajemen nyeri berhubungan dengan jumlah perawat. Hal ini merupakan temuan penting, mengingat semakin tingginya masalah kekurangan tenaga kesehatan di beberapa belahan dunia.

Mengatasi kekurangan perawat untuk meningkatkan kepuasan pasien

Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Pain Management Nursing, mengungkapkan bahwa ketika jumlah perawat dinyatakan cukup, pasien cenderung tidak melaporkan ketidakpuasan terhadap manajemen nyeri. Pimpinan tim peneliti, Judith Shindul-Rothschild, yang juga seorang professor asosiasi di Fakultas Keperawatan Connel, menegaskan bahwa "temuan ini menggambarkan kebutuhan sejumlah staf perawat untuk mencapai tingkat optimal kepuasan pasien untuk manajemen rasa sakit. Selain itu, dengan tersedianya penulis resep (dokter) selama 24 jam dalam satu minggu sangat penting untuk menghasilkan tingkat penanganan penyakit yang berkelanjutan."

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik rumah sakit dan stafnya dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Hasil tersebut bersumber dari tiga negara bagian di AS, yaitu New York, Massachusetts dan California. Penilaian terhadap manajemen nyeri dan kepuasan pasien dikumpulkan melalui survei nasional pasien.

Hasil di ketiga negara tersebut memiliki kemiripan, pasien melaporkan kepuasan rasa sakit lebih besar saat sejumlah besar perawat terdaftar hadir. Kepuasan pasien dengan rasa sakit juga meningkat dengan jumlah staf keperawatan yang lebih banyak. Namun, hasil ini diperoleh dalam tingkatan yang lebih sempit.

Penyebab lebih rendahnya kepuasan pasien

Dalam penelitian tersebut, peneliti berhasil mengidentifikasi empat alasan utama pasien melaporkan lebih rendahnya kepuasan saat hanya sedikit perawat yang hadir:
  • Pasien tidak menerima penanganan secara cepat
  • Komunikasi tidak efektif
  • Edukasi pengobatan yang buruk
  • Menerima perawatan di rumah sakit pendidikan
Manajemen nyeri adalah komponen penting di rumah sakit, yang jika dibiarkan, bisa sangat memengaruhi persepsi pasien tentang perawatan kesehatan. "Kita perlu berpikir kritis tentang cara menangani rasa sakit, cara berkomunikasi dengan pasien, dan bagaimana setiap tenaga kesehatan berkomunikasi satu sama lain," tegas Shindul-Rothschild.

Mengatasi pembatas antar tenaga kesehatan

Penelitian ini juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan di tim perawat untuk berkomunikasi efektif satu sama lain. Perawat bertanggung jawab atas pemantauan harian pasien yang selanjutnya menjelaskan mengapa kekurangan staf perawat dapat menyebabkan pasien merasa tidak puas, dan merasakan sakit yang lebih parah. Penulis dalam penelitian ini juga berkomentar bahwa, "komunikasi antar perawat dan perawat dengan pasien sangat mempengaruhi persepsi pasien tentang manajemen rasa sakit."

Mengatasi kekurangan perawat berkualitas di rumah sakit dapat mengatasi masalah pasien dengan rasa sakit – dan, pada akhirnya meningkatkan outcome klinis pasien. Jika pasien merasa puas dengan pengelolaan rasa sakit, mereka cenderung akan kembali jika membutuhkan bantuan medis di masa depan. MIMS

Bacaan lain:
Masalah yang sering dihadapi perawat
"Hanya seorang perawat": Catatan hati dunia keperawatan yang sering tidak dihargai
Perawat merupakan salah satu profesi paling terpercaya di dunia

Sumber:
https://www.nursingtimes.net/news/hospital/patient-satisfaction-with-pain-control-linked-to-nurse-staffing/7021338.article 
http://www.ajmc.com/newsroom/nurse-staffing-levels-linked-to-patient-satisfaction-with-pain-management 
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/09/170906170131.htm 
https://patientengagementhit.com/news/nurse-staffing-key-to-patient-satisfaction-with-pain-management