Bulan lalu, ribuan warga Inggris didiagnosis kanker hanya setelah tiga kali kunjungan ke dokter umum, menurut peneliti dari Universitas London, Universitas Cambridge, Universitas Exeter dan Kesehatan Masyarakat Inggris.

Peneliti menggaris bawahi bahwa beberapa orang ini mengidap kanker yang sulit didiagnosis, seperti kanker paru dan myeloma, dimana pasien lain menunjukkan gejala lebih muda dari yang diduga.

Pada pria dan lansia, kemungkinan ada kesenggangan praktek, emosi dan batasan kesehatan yang membuat mereka tidak langsung mencari bantuan medis. Yang lain mengalami salah diagnosis dan menolak biopsy setelah hasil tes mereka tampak abnormal.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Institut Penelitian Kanker mencari jawaban akan pertanyaan mengapa tanda dan gejala bisa tidak terdeteksi.

Efek samping langka menghasilkan kemajuan penelitian

Pada 2008, seorang pria didiagnosis kanker pencernaan, yang kemudian mengalami metastasis, menyebar ke bagian lain dari tubuh. Setelah kanker primer dibuang, nodul ditemukan di paru-paru pria ini. Nicola Valeri, kepala peneliti juga menduga bahwa nodul ini merupakan bentuk kanker ganas, tetapi memutuskan untuk mengikuti perkembangannya terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.

Tiga tahun kemudian pada 2011, biopsy dilakukan, dan kemudian diketahui bahwa nodul ini merupakan tumor sekunder - dan kemudian dibuang.

Meskipun demikian, biopsy justru menghasilkan efek samping langka - jarum biopsy meninggalkan beberapa sel tumor saat dokter menarik jarumnya. Sel ini kemudian berkembang menjadi tumor sekunder di dinding dada pasien.

Tumor tidak terdeteksi hingga dua tahun kemudian dan ditemukan mengikuti gerak jarum yang dimasukkan dan dikeluarkan. Dengan demikian, dibuat asumsi bahwa tumor ini muncul setelah biopsy.

Kejadian ini membuat Valeri dan koleganya bisa membuat periode waktu, diikuti dengan analisis genetik semua tumor pada manusia yang berkembang sebelum meninggal untuk mengetahui bagaimana kanker berkembang selama hidupnya.

Mutasi kemudian diperoleh, angka perubahan dan perkembangan penyakit kemudian mengarahkan ke sumbernya - dan hasilnya sangat mengejutkan.

Tahun dorman bisa dimanfaatkan

Analisis menunjukkan bahwa kanker kolon primer sebenarnya muncul lima hingga delapan tahun sebelum pertama kali didiagnosis. Satu tahun setelah perkembangan, kanker mulai mengalami metastasis dan berkelana ke paru-paru dan tiroid.

Yang paling mengejutkan adalah bahwa kanker menyebar sangat cepat dari usus ke paru-paru dan tiroid, namun tiga tumor ini tetap dorman selama beberapa tahun meskipun tetap tumbuh dan menyebar.

"Kemungkinan terkadang, perlu dibuat diagnosis awal dan mencegah penyebaran metastasis," katanya, "Ini berarti ini kemungkinan periode tahun dimana kami bisa memberikan intervensi."

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Cancer Research UK di bulan Oktober 2014 juga menunjukkan bahwa sel kanker biasanya tetap dorman di paru-paru selama beberapa tahun sebelum akhirnya mengalami diversifikasi dan menyebar.

Kemungkinan faktor lain bertanggung jawab untuk meningkatkan metastasis

Analisis juga menunjukkan sumber penting mengapa kanker dorman bisa menyebar sangat cepat selama beberapa tahun sebelum menjadi agresif, dan diketahui bahwa kanker mengubah urutan genom dengan menciptakan lompatan besar atau "makromutasi" secara tiba-tiba.

Tetapi bagi pasien ini, meskipun mutasi bisa mempromosikan penyebaran sel kanker, namun kondisi ini tidak memengaruhi perkembangan metastasis sebelumnya. Tumor juga tidak menyebabkan perubahan genetik mayor, dan yang membuat kanker menjadi sangat agresif adalah hilangnya atau duplikasi kromosom.

Hal ini menunjukkan kemungkinan ada faktor lain yang berkontribusi pada bagaimana metastasis muncul, yang kemudian mengarahkan ke lebih baiknya pemahaman dari sikap kanker. Hal ini bisa mengarahkan pada perkembangan strategi terapi baru ke tumor target dengan obat di waktu yang tepat untuk mencapai efek maksimum.

"Penelitian seperti ini dan alat yang mereka gunakan akan sangat penting untuk manajemen kanker di masa depan," kata Carlo Maley dari Universitas Negeri Arizona di Tempe, yang memiliki spesialisasi dalam evolusi kanker dan berkontribusi pada penelitian. "Saya biasanya menganggap metastasis sebagai proses melarikan diri yang membunuh kami." MIMS

Bacaan lain:
Platelet melindungi sel kanker dari sistem pertahanan tubuh
Kekambuhan kanker paru-paru sekarang bisa dideteksi lebih awal
FDA mengambil tindakan melawan perusahan yang mempromosikan obat dengan klaim palsu penyembuh kanker


Sumber:
https://www.newscientist.com/article/2130702-first-timeline-of-a-cancer-tracks-tumours-from-origin-to-spread/
https://www.newscientist.com/article/mg22429914-700-lung-cancers-long-hibernation-may-be-its-weak-spot/
https://www.newscientist.com/article/mg22129533-100-giant-leaps-of-evolution-make-cancer-cells-deadly/
https://academic.oup.com/annonc/article-lookup/doi/10.1093/annonc/mdx074
http://www.webmd.boots.com/cancer/news/20170425/gps-missing-cancer-symptoms
http://www.foxnews.com/health/2015/11/18/3-cancers-doctors-miss-most-plus-4-other-commonly-misdiagnosed-conditions.html
http://www.icr.ac.uk/news-archive/scientists-carbon-date-cancer-and-unearth-secrets-about-what-could-help-make-it-deadly