Menurut penelitian terbaru di AS, inspeksi rumah sakit tanpa pemberitahuan sebelumnya yang dilakukan oleh Komisi Gabungan A.S., kelompok sukarelawan independen, menemukan hasil signifikan dimana jumlah pasien meninggal menurun selama minggu inspeksi.

Penurunan ini kemungkinan berhubungan dengan semakin banyaknya tenaga kesehatan yang mengikuti panduan keamanan pasien untuk menghindari potensi pelanggaran yang memalukan. Didukung oleh hasil penelitian dari Universitas Harvard yang menemukan adanya perbedaan praktek di berbagai rumah sakit pendidikan besar.

Bisa menyelamatkan 3.600 nyawa per tahun

Untuk memastikan rumah sakit mematuhi panduan praktek, Komisi Gabungan yang memberikan akreditasi ke 21.000 fasilitas kesehatan, melakukan inpeksi tiba-tiba setiap 18 hingga 36 bulan sekali. Gagal lolos inspeksi mengartikan rumah sakit akan kehilangan akreditasi, reputasi, dan juga pembiayaan dari Medicare dan Medicaid.

Saat penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah respon rumah sakit bisa memengaruhi tingkat mortalitas selama minggu inspeksi, hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan angka mortalitas 30-hari sebesar 1,5%. Berdasarkan analisis data mortalitas ini, pasien yang mendapat perawatan selama minggu inspeksi juga memiliki kesempatan hidup lebih tinggi.

Meskipun demikian, di rumah sakit pendidikan besar, angka mortalitasnya turun hingga 5,93% selama minggu inspeksi, dibandingkan 6,41% di hari lainnya. Jika perubahan yang dibuat saat inspeksi dipertahankan, maka semakin banyak nyawa bisa diselamatkan.

"Sekitar 3.600 nyawa bisa diselamatkan setiap tahunnya, atau 10 nyawa per hari, jika pola pelayanan yang mereka temui selama minggu inspeksi rumah sakit terus dipertahankan sepanjang tahun," kata Dr Anupam Jena, seorang penulis penelitian dan peneliti kebijakan kesehatan di Universitas Harvard.

"Penemuan kami sangat mengejutkan karena mereka menggaris bawahi inspeksi bisa meningkatkan fokus, perhatian, dan kemampuan kognitif. Semua ini meningkat karena mereka sadar mereka sedang dipantau, dan hal ini bisa meningkatkan outcome pasien," tambah Jena.

Staf rumah sakit menjadi lebih waspada

Lebih rendahnya angka mortalitas berhubungan dengan lebih tingginya tingkat kewaspadaan tenaga kesehatan ketika pengamat ada di tengah kota dibandingkan praktek atau standar spesifik.

"Ketika Anda dipantau, Anda akan bersikap berbeda dan bekerja dengan cara berbeda pula," kata Jena.

Peneliti menjelaskan bahwa perubahan paling nyata dalam rumah sakit pendidikan besar adalah karena ukuran mereka yang besar, mereka bisa lebih memobilisasi sumber daya dari staf mereka. Mereka juga sadar reputasi mereka menjadi taruhannya, kata penulis, yang kemungkinan bisa dijadikan satu faktor lain.

Pemimpin penelitian, Dr Michael Barnett, asisten profesor dari manajemen kebijakan pelayanan kesehatan di Universitas Harvard di sisi lain, menyesalkan tindakan rumah sakit karena harus berpura-pura bersikap tidak seperti yang biasa mereka lakukan.

"Hasil ini menunjukkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sudah banyak disia-siakan," katanya. "Anda tidak hanya mengukur kualitas rumah sakit. Anda juga mengukur kapasitas rumah sakit untuk memobilisasi staff-nya."

Potensi untuk meningkatkan outcome pasien

Mempertahankan perubahan yang dibuat selama inspeksi rumah sakit merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien.

Di samping menyarankan penelitian lanjutan yang lebih mendalam untuk memeriksa hubungan antara inspeksi dan angka mortalitas yang lebih rendah, rumah sakit juga harus berusaha meningkatkan tingkat kewaspadaan yang bisa meningkatkan kesadaran defisiensi operasional.

Jena menambahkan bahwa rumah sakit bisa menyesuaikan jadwal dan praktek mereka untuk membantu meningkatkan fokus dan perhatian tenaga kesehatan, kecuali untuk kasus darurat.

"Penelitian ini menggaris bawahi apa yang terjadi selama minggu inspeksi bisa berhubungan dengan outcome pasien yang lebih baik," komentar Dr Vineet Arora, seorang peneliti di Universitas Chicago Medicine yang tidak ikutserta dalam penelitian.

"Pertanyaannya adalah apakah situasi ini terjadi karena rumah sakit berusaha melakukan praktek yang aman atau ada suatu tujuan tersembunyi lain." MIMS

Bacaan lain:
Inovasi yang mempercepat dan meningkatkan pelayanan kesehatan
Bagaimana desain rumah sakit bisa membuat pasien semakin sakit
Dokter bedah yang kasar cenderung menyebabkan komplikasi saat operasi
Peran seni untuk membantu pasien agar cepat sembuh


Sumber:
https://www.statnews.com/2017/03/20/hospital-inspectors-fewer-patients-die/
http://www.reuters.com/article/us-health-hospitals-inspections-mortalit-idUSKBN16R29R
http://www.healthcarefinancenews.com/news/hospitals-see-lower-mortality-rates-during-unannounced-site-inspections