Mungkin karena ingin tenar, atau karena ingin menandai hasil karyanya – seorang dokter bedah hati, limpa dan pankreas terkenal asal Inggris, Dr Simon Bramhall, mengaku telah mengukir inisial namanya pada hati dua yang dioperasinya. Keduanya terjadi di tahun 2013, saat ia bekerja di Rumah Sakit Queen Elizabeth.

Dengan menggunakan koagulator sinar argon – yang biasa digunakan untuk menutup pembuluh darah – dokter bedah berusia 53 tahun ini menandai hati pasien wanita dan pria yang ia tangani saat operasi transplantasi di tahun 2013.

Biasanya, tanda itu akan pudar saat hati sembuh. Namun, hati pasien wanita tidak sembuh total dan inisial Dr Bramhall ditemukan dokter lain, yang melakukan operasi lanjutan pada wanita tersebut. Inilah yang menyebabkan Dr Bramhall dilaporkan dan mendapat sanksi. 

Dokter bedah: Sang penyelamat nyawa

British surgeon Dr Simon Bramhall has admitted assaulting two patients by burning his initials into their livers during transplant operations. Photo credit: simonbramhallpbsurgeon.co.uk/Toronto Star
British surgeon Dr Simon Bramhall has admitted assaulting two patients by burning his initials into their livers during transplant operations. Photo credit: simonbramhallpbsurgeon.co.uk/Toronto Star

Pada bulan April 2014, hukuman Dr Bramhall berakhir – setelah penyelidikan internal – dengan salah satu pasiennya mendesak rumah sakit untuk menghentikan hukuman Bramhall "agar ia dapat menyelamatkan nyawa pasien", seperti yang sudah ia lakukan di tahun 2010, setelah melakukan transplantasi menggunakan hati dari kecelakaan pesawat pribadi. Selain itu, pasien berusia 50 tahun tersebut menceritakan pengalamannya diselamatkan oleh Dr Bramhall setelah dinyatakan hanya memiliki waktu hidup dua minggu.

Meskipun tidak diberikan hukuman, namun Dr Bramhall mengundurkan diri sebulan kemudian karena stres. Ia mengakui kesalahannya dan berkata, "Saya tidak diberhentikan. Saya membuat keputusan ini pada tanggal 16 Mei, saya akan mengundurkan diri. Mungkin tampak tidak masuk akal, namun saya tetap harus melakukannya."

Pada tanggal 13 Desember 2017, Dr Bramhall mengaku bersalah atas dua tuduhan serangan pemukulan. Ia akhirnya dibebaskan dengan uang jaminan dan sedang menunggu sidang lanjutan, pada bulan Januari 2018. Belum diketahui alasan Dr Bramhall melakukannya.

Bukan satu-satunya dokter yang menandai organ pasien

Kasus Dr. Bramhall mungkin mengejutkan, tapi sebenarnya ia bukanlah yang pertama. Seorang dokter lain pernah mengukir inisial namanya di perut pasien setelah melakukan operasi cesarean pada tahun 1999.

Dr Allan Zakin merawat Liana Gedz selama tujuh bulan dan membangun persahabatan dengan pasien. Oleh karena itu, pada 8 September 1999, Dr Gedz, seorang dokter gigi, sangat kaget ketika menemukan inisial Dr Zarkin – "A.Z." – di perut pasien setelah membantu kelahiran bayi perempuannya melalui operasi cesarean.

"Saya merasa itu seperti binatang bermerek," ungkap Dr Gedz.

Dr Zarkin dituntut dan diajukan ke pengadilan serta harus membayar sebesar USD5,5 juta. Pengacaranya berargumen bahwa Dr Zarkin menderita Alzheimer – dan menggunakannya sebagai suatu pembelaan.

Kasus lain terjadi pada tahun 2010, seorang dokter spesialis ginekologi dibawa ke pengadilan karena mengukir inisial pada rahim seorang pasien berusia 47 tahun dengan menggunakan laser. Dr Red Alinsod menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk "keramahan" karena pasien wanita tersebut adalah seorang "teman baik".


Seorang pasien, Ingrid Paulicivic dari California, tidak menyadarinya. Ia menemukan inisial dokter saat melakukan pemeriksaan lanjutan atas luka bakar di kakinya, akibat prosedur tersebut. Ia melihat foto operasi di ruang bedah dan menemukan ada dokter yang menulis namanya di rahim. Ia juga melihat foto dokter tersebut memegang organnya untuk menunjukkan nama "Ingrid" di atasnya.

Tidak ada hukum yang mengatur tindakan ini

Mengomentari kasus Dr Bramhall, jaksa Tony Badenoch, mengatakan, "Ini merupakan kasus yang sangat tidak biasa dan kompleks, serta belum diatur dalam hukum pidana."

Jaksa Penuntut Umum Elizabeth Reid juga mengatakan bahwa Dr Bramhall telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai "dokter bedah yang terhormat".

"Ini merupakan perbuatan yang disengaja dan tidak boleh dilakukan pada pasien tak sadar," tambahnya.

Namun, tindakan Dr Bramhall, seperti sebelumnya, hanya bisa dicegah agar tidak terulang – karena tidak ada hukum yang mengatur.

General Medical Council menyatakan, "hal ini berisiko mencemari nama baik profesi kedokteran, sehingga tidak boleh terulang lagi. Walaupun tidak sampai mencabut izin praktek Dr Bramhall, namun kasus ini adalah sebuah peringatan penting." MIMS

Bacaan lain:
Semakin sibuk rumah sakit, semakin kompeten dokter lulusannya
Bagaimana cara mempertahankan kedudukan dan reputasi rumah sakit Anda
Bagaimana cara meningkatkan angka kunjungan pasien

Sumber:
https://gizmodo.com/the-doctor-who-branded-a-patients-liver-with-his-initia-1821304653
https://www.washingtonpost.com/news/to-your-health/wp/2017/12/14/he-was-a-renowned-surgeon-until-a-doctor-found-his-initials-burned-on-a-patients-liver/
https://www.thestar.com/news/world/2017/12/15/uk-surgeon-who-etched-his-initials-on-patients-livers-is-convicted-of-assault.html
http://www.nytimes.com/2000/01/22/nyregion/doctor-carved-his-initials-into-patient-lawsuit-says.html
http://www.dailymail.co.uk/news/article-1311923/Doctor-sued-carving-patients-removed-uterus-friendly-gesture.html