Sejumlah total 13 daerah di Inggris sudah menghentikan atau menurunkan jumlah terapi kesuburan – terutama IVF – sejak dimulainya tahun ini. Menurut Fertility Network UK, delapan pusat medis berusaha untuk menurunkan pelayanan mereka, untuk menurunkan anggaran.

Faktanya, jumlah tiga siklus IVF yang direkomendasikan oleh Kelompok Komisioner Klinis (CCG) turun hingga hampir setengahnya – dari 50 di tahun 2013 menjadi 27 tahun ini. Sekarang, CCG di beberapa bagian Inggris dibentuk untuk menjadi pembatasan pelayanan fertilitasi pertama untuk hanya melayani wanita dari usia 30 hingga 35 tahun.

CCG dari tiga area ini menyebutkan bahwa mereka perlu "hidup apa adany". Namun pembatasan akses IVF seperti ini melanggar panduan pemerintah dan NICE. Mereka merekomendasikan bahwa wanita di bawah usia 40 tahun harus disarankan menerima tiga siklus IVF, jika mereka sudah berusaha memiliki keturunan setidaknya dua tahun.

Kritikan ahli kesehatan, menyebutnya "ketidaksetaraan"

Faktanya, terapi kesuburan hanya bisa ditemukan dalam beberapa fasilitas kesehatan – hal ini tampak tidak adil bagi individu yang tinggal di daerah dimana pelayanan ini tidak tersedia.

Profesor Simon Fishel yang merupakan pencetus IVF di Inggris mencatat, "Apa gunanya panduan NICE jika tidak ditaati? Jika negara memutuskan untuk tidak membiayai IVF, masih bisa diterima. Tetapi jika keputusan ini memengaruhi semua orang... tetapi apa yang tidak bisa ditoleransi adalah variasi lokal untuk hal-hal seperti ini, yang tidak merefleksikan populasi lokal."

"Anda harus memberikan pelayanan yang sama untuk semua orang dan ini merupakan bentuk ketidaksetaraan dan kebingungan dan mengizinkan hanya beberapa daerah yang menyediakan IVF – tetapi, saat didetail, hanya sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan yang memiliki akses terhadapnya," ungkapnya.

Deputi kepala eksekutif The Fertility Network, Leceia Gordon-Mackenzie, berpendapat bahwa pencegahan berdasarkan usia tidak bisa diterima. "Ada banyak wanita – yang tidak memenuhi kriteria ini, yang mengalami gangguan emosi karena infertilitas, mereka yang harapannya menjadi pupus," tambahnya.

Namun, salah satu penandatangan petisi – yang sudah ditandatangani oleh 2.088 orang, menolak pemotongan anggaran dengan mengatakan, "Kami melakukan IVF dari NHS di Peterborough enam tahun lalu. Tanpanya, kami tidak akan memiliki anak. Semua orang harus mendapat kesempatan untuk memiliki anak."

Gordon-Mackenzie menyebut keputusan ini sebagai "sewenang-wenang dan tidak beretika". Dalam kebanyakan kasus, keluarga sekarang mencari bantuan ini dengan biaya sendiri, dan akhirnya harus mengeluarkan uang sebesar GBP12.000 untuk dua siklus IVF dan perlu meminjam uang dan menggunakan kartu kredit untuk menutup biayanya.

"Penurunan anggaran berarti kita tidak bisa mendapatkan satu siklus pun, yang berarti anak kami tidak akan pernah lahir."

"Karena kami sekarang sudah memiliki anak, kami tidak bisa melakukan siklus selanjutnya, dengan kata lain kami tidak bisa memiliki anak lagi jika keputusan mengenai IVF harus diubah," kata Carrington.

Apakah ada dasar saintifik untuk batasan usia?

Pembicara Bristol, Somerset Utara dan Gloucestershire Selatan CCG mengatakan bahwa, "bukti penelitian menunjukkan bahwa terapi antara usia 30 hingga 35 tahun menghasilkan kesempatan berhasil tertinggi."

Namun, penelitian yang dipublikasi di tahun 2015 menunjukkan bahwa jumlah percobaan IVF memiliki efek besar memberikan keberhasilan terapi. Ditunjukkan bahwa total kemungkinan kelahiran hidup dari siklus pertama terapi adalah 30%, 45% dari dua siklus dan 54% setelah tiga siklus.

Ada kemungkinan berhasil sebesar 65% setelah percobaab keenam. Di tahun 2013, 49.636 wanita di Inggris melakukan sejumlah total 64.600 siklus. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Professor Fishel, "Kita hidup di negara dimana wanita tidak mencoba memiliki anak hingga usia 20 tahun; dan saat mereka menemukan kondisi mereka yang tidak memungkinkan, mereka akan membutuhkan pertolongan, namun yang mereka dengar hanya "Anda sudah terlalu tua" – ini sangat menyedihkan." MIMS

Bacaan lain:
Euthanasia pada bayi: Perlukah dilegalkan?
Membunuh yang satu demi menyelamatkan yang lain: Tantangan etika dan medis pada kembar siam
Bisnis "sewa rahim" berkembang pesat di Laos, setelah bisnis ibu sewaan dilarang di negeri tetangga

Sumber:
https://www.theguardian.com/society/2017/aug/06/ivf-cut-back-in-13-areas-of-england-in-bid-to-save-money-new-data-shows 
http://www.dailymail.co.uk/health/article-4766370/More-hospitals-stop-offering-IVF-NHS.html 
http://www.bbc.co.uk/news/uk-england-bristol-40801227