Mikrobiota usus sudah banyak diteliti sebagai penyebab berbagai macam kondisi medis disebabkan fungsinya yang sangat beragam. Bakteri dalam usus bertanggung jawab untuk absorbsi vitamin esensial, mencegah pertumbuhan mikroorganisme perusak dan bahwa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pencernaan dan absorpsi nutrisi.

Penelitian menemukan hubungan antara flora usus dan multiple sclerosis

Multiple sclerosis (MS) merupakan kondisi neurologis dimana destruksi myelin merupakan penyebab terjadinya gangguan fungsi neuron. Gejala klinis MS meliputi spasme otot, gangguan penglihatan, rasa nyeri dan paresthesia.

Pada pasien penderita MS, jumlah jenis bakteri usus tertentu ditemukan lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal. Bakteri usus ini ditemukan meningkatkan jumlah sel T-helper, yang bertanggung jawab dalam destruksi organisme asing. Selain itu, regulator sel T, yang pada umumnya berfungsi mencegah destruksi jaringan normal autoimun , ditemukan dalam jumlah lebih sedikit pada pasien ini.

Secara umum, jumlah spesies bakteri Akkermansia dan Acinetovacter meningkat pada individu yang menderita MS (empat kali daripada individu yang tidak menderita penyakit). Kedua spesies ini dengan cepat menunjukkan respon inflamasi dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan destruksi jaringan target. Jenis bakteri lain, Parabacteroides distasonis, yang bertanggung jawab untuk modulasi respon imun tubuh, ditemukan dalam jumlah sangat kecil pada pasien MS.

Penyebabnya mungkin berasal dari kesehatan usus

Konsumsi probiotik dalam bentuk yoghurt dan produk susu lain sudah sejak lama dipercaya sebagai cara untuk memperbaiki kesehatan mental. Dasar saintifik mengenai hal ini sudah banyak ditunjukkan dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Microbiome, yang menyatakan bahwa molekul mikroRNA (miRNA) yang ada di otak bisa dipengaruhi oleh keberadaan mikroba usus tertentu.

Gerard Clarke, MD, kepala peneliti, mengomentari spesifikasi penelitian dengan mengatakan bahwa: "Mikroba usus memang bisa memengaruhi miRNA dalam amygdala dan korteks prefrontal lain." Molekul miRNA ini penting untuk menjaga fungsi normal sistem saraf pusat. Amygdala dan korteks prefrontal juga secara rutin bisa dihubungkan dengan terjadinya kondisi kesehatan mental tertentu seperti depresi dan rasa gelisah, dan dengan demikian terapi tertarget pada molekul miRNA ini bisa memberikan efek positif.

Tikus digunakan dalam penelitian yang mencoba menghilangkan mikrobioma sehat, dan peneliti bukan hanya menemukan terjadinya kondisi gelisah dan depresi, tetapi juga penurunan kemampuan kognisi dan kemampuan sosial. Dr Clarke menggaris bawahi luasnya cakupan hasil penelitian ini dengan menyatakan bahwa: "Ini merupakan tahap awal penelitian, tetapi kemungkinan mencapai pengaruh yang diinginkan mengenai miRNA pada daerah otak spesifik dengan menargetkan mikrobiata usus – misalnya dengan menggunakan psikobiotik – merupakan prospek yang sangat menarik."

Susunan bakteri usus berbeda pada penderita Parkinson

Pasien dengan penyakit Parkinson ditemukan memiliki komposisi bakteri usus yang berbeda dibandingkan individu sehat. Beberapa jenis bakteri seperti Akkermansia ditemukan dalam jumlah banyak pada penderita Parkinson, sedangkan spesies bakteri lain ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Gejala yang biasa dialami oleh penderita Parkinson juga berhubungan dengan keberadaan jenis bakteri lain. Misalnya saja, jumlah spesies Anaerotruncus sangat berbeda antara individu sehat dan penderita Pakinson. Depresi, yang banyak dihubungkan dengan penyakit Parkinson, banyak dikaitkan dengan perbedaan jenis bakteri ini.

Hasil penemuan ini sangat berguna karena menunjukkan bahwa mikrobioma dalam jumlah berbeda memiliki nilai prognosis tertentu. Pasien penderita Parkinson tahap awal diketahui memiliki komposisi mikrobioma yang berbeda dibandingkan individu normal. Meskipun Parkinson dinyatakan disebabkan dari penyebaran patogen asing melalui hidung atau saluran pencernaan, namun mikrobioma hidung tidak ditemukan cukup untuk membedakan pasien penderita Parkinson dengan individu normal. MIMS

Bacaan lain:
Peneliti Rusia menginjeksi dirinya sendiri dengan bakteri berusia 3,5 juta tahun demi "hidup panjang"
7 makanan probiotik untuk usus sehat
Apakah bakteri usus memengaruhi kesehatan manusia?

Sumber:
http://www.nhs.uk/Conditions/Multiple-sclerosis/Pages/Symptoms.aspx 
https://www.statnews.com/2017/09/11/gut-microbiome-multiple-sclerosis/ 
http://www.medicalnewstoday.com/articles/319361.php 
http://metro.co.uk/2017/09/04/study-shows-brand-new-link-between-gut-health-and-anxiety-6901148/ 
http://www.refinery29.uk/2017/09/171044/gut-health-anxiety-mental-health 
http://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/wellbeing/news/a28802/gut-health-behaviour-link/ 
http://www.nutraingredients.com/Research/Could-an-altered-microbiome-predict-Parkinson-s-disease-risk 
https://www.newsmax.com/Health/Health-News/altered-gut-bacteria-Parkinsons/2017/08/30/id/810685/ 
https://psychcentral.com/news/2017/08/30/gut-bacteria-seems-different-in-early-parkinsons-patients/125337.html