Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian  di seluruh dunia. Semakin bertambahnya jumlah pasien sakit jantung, membuat para peneliti merasa tertantang untuk mengetahui faktor prediksi penyakit ini. Berikut hubungan antara pernikahan, disfungsi ereksi (erectile dysfunction/ED) dan gen manusia dengan risiko penyakit kardiovaskular (CVD).

1. Disfungsi ereksi sebagai penanda penyakit kardiovaskular

Disfungsi ereksi sangat berhubungan dengan disfungsi endotel vaskular
Disfungsi ereksi sangat berhubungan dengan disfungsi endotel vaskular

Pria penderita disfungsi ereksi ditemukan lebih beresiko mengalami gangguan kardiovaskular. Kesimpulan ini diambil oleh kelompok peneliti dari Baptist Health Florida Selatan, Universitas Internasional Florida, dan Pusat Medis Gunung Sinai di Amerika Serikat.

Disfungsi ereksi dianggap sangat berhubungan dengan disfungsi endotel vaskular. Sedangkan kerusakan pembuluh darah merupakan kunci penyebab stroke dan serangan jantung. Menariknya, hasil analisis menemukan bahwa ED dapat digunakan sebagai deteksi CVD subklinis.

Parameter yang umumnya dipakai untuk deteksi CVD subklinis adalah nilai kalsium pada pembuluh darah arteri koroner dan ketebalan dinding arteri karotis intima-media. Dari kedua hal tersebut, ditemukan parameter buruk pada penderita ED. Penebalan dinding arteri karotid terbukti bisa digunakan sebagai indikator aterosklerosis.

Peneliti yakin bahwa penemuan ini akan menjadi indikator berguna untuk deteksi penyakit kardiovaskular pada pria dewasa muda. "Disfungsi ereksi dapat menjadi tolak ukur risiko penyakit kardiovaskular yang sederhana dan efektif, khususnya pada pria muda cenderung tidak melakukan pemeriksaan klinis dan tidak menerima terapi risiko penyakit kardiovaskular," tulis pengarang.

2. Menikah dapat menghindarkan seseorang dari masalah jantung

Pada penelitian yang dilakukan pada 6.051 pasien penderita gangguan arteri koroner, diperoleh bukti bahwa mereka yang sudah menikah cenderung terlindung dari penyakit jantung.

Dibandingkan dengan mereka yang baru menikah, terdapat peningkatan risiko kematian akibat CVD sebesar 40% dibandingkan mereka yang belum menikah; dan peningkatan sebesar 41% pada mereka yang bercerai atau berpisah. Pada mereka yang menjanda mengalami peningkatan risiko kematian akibat CVD yang lebih tinggi sebesar 70%, dibandingkan dengan pasangan mereka yang telah menikah.

"Saya agak terkejut dengan besarnya pengaruh pernikahan," komentar Dr Arshed Quyyumi, kepala penelitian tersebut. "Dukungan sosial dalam pernikahan, dan kemungkinan manfaat lain dari memiliki teman hidup sangat penting bagi seseorang dengan penyakit jantung" imbuhnya. 

Yang mengejutkan, individu tidak menikah ditemukan memiliki kecenderungan 24% lebih tinggi untuk mengalami kematian. Hal ini menjadi poin utama pentingnya status sosial, yang mungkin membutuhkan intervensi secara agresif.

"Bukan berarti jika Anda menderita penyakit jantung, Anda harus menikah… Tetapi saya pikir dokter, keluarga dan teman bisa memberikan perhatian lebih saat sesuatu terjadi dalam hidupnya – mungkin orang yang hidup sendiri akan membutuhkan perhatian ekstra dari orang-orang terdekatnya," sebut Dr Quyyumi.

Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan pembaca untuk berhati-hati dalam interpretasi hasil penelitian dan tidak menjamin akan ditemukan hal serupa jika diaplikasikan pada populasi umum tanpa CVD. (Penelitian sekarang hanya dilakukan dalam satu institusi dan tidak memeriksa mereka yang tidak tinggal sendiri.)

3. Rekayasa genetik dapat mengatur respon tubuh terhadap obat kardiovaskular

Obat-obatan milik penderita penyakit jantung tampaknya berperan penting pada pasien itu sendiri. Tim farmakogenetik di Malaysia (Malaysian Genomics and Clinipath) baru-baru ini mengamati mutasi gen spesifik dapat memengaruhi respon pasien terhadap obat-obatan jantung biasa.

Sebanyak 42% subjek uji ditemukan mengalami mutasi yang membuat mereka kurang sensitif terhadap efek obat antiplatelet clopidogrel. Selanjutnya, 13% pasien ditemukan memiliki gen yang rentan terhadap efek samping obat antikolesterol simvastatin. Dibandingkan dengan sumber yang ada, sebesar 20% dan 2% ras Kaukasian masing-masing menunjukkan mutasi gen yang bermakna.

Penting untuk melakukan penelitian dalam populasi subjek uji dari etnis berbeda
Penting untuk melakukan penelitian dalam populasi subjek uji dari etnis berbeda

Variasi respon setiap individu terhadap terapi yang diberikan selalu menjadi edukasi permainan tebak-menebak. Bidang farmakogenetik dapat memperkuat acuan pemberian terapi berdasarkan gejala yang ditemukan. Sudah diketahui sejak lama bahwa gen dapat memengaruhi reaksi komponen obat di jalur yang berbeda.

Bukti kuat diperoleh pada obat-obatan seperti warfarin, diuretik, beta-bloker, dan penghambat enzim angiotensin (angiotensin-converting-enzyme inhibitors). Studi yang dilakukan pada populasi berbeda sangat penting, mengingat etnis juga berperan besar dalam rekayasa genetik – terbukti dari penelitian di Malaysia.

Tes profil genetik yang sudah banyak tersedia dapat mengoptimalkan mekanisme peresepan obat dan menghasilkan outcome kesehatan yang lebih baik. Sekarang, terdapat empat tes genetik yang dapat dilakukan, seperti kesehatan mental, nyeri dan imunologi, gastroenterologi dan urologi, begitu juga dengan kardiovaskular dan diabetes di Malaysia. MIMS

Bacaan lain:
Kunyit: Fakta dibalik 'superfood'
Efek samping antibiotik seringkali dibiarkan oleh para dokter - catat penelitian
Makanan adalah obat: Apakah nutrisi saja cukup untuk menyembuhkan penyakit?

Sumber:
1. http://www.freemalaysiatoday.com/category/leisure/2017/12/19/erectile-dysfunction-could-help-reveal-cardiovascular-disease-risk/
2. http://www.cardiovascularbusiness.com/topics/vascular-endovascular/erectile-dysfunction-proves-early-predictor-subclinical-cvd
3. http://www.freemalaysiatoday.com/category/leisure/2017/12/22/marital-status-could-affect-heart-patients-risk-of-death/
4. http://abcnews.go.com/Health/married-heart-disease-patients-live-longer-study/story?id=51904761
5. http://mrem.bernama.com/viewsm.php?idm=30837
6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2781215/