Dalam dunia kesehatan, sterilitas alat merupakan hal terpenting untuk mencegah infeksi atau perpindahan mikroba dari pasien yang satu ke yang lain. Beberapa perlakuan perlu dilakukan untuk menciptakan praktek higienitas yang baik di rumah sakit dan klinik melalui program kontrol infeksi, yang bisa dimasukkan dalam pelatihan dan kuliah di fakultas kedokteran.

Mengapa sterilitas alat merupakan hal penting

Hasil dari penelitian baru yang dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control menggaris bawahi pentingnya prinsip higienitas konsisten dan disinfeksi yang baik dari alat-alat medis.

Meskipun pentingnya kebersihan tangan terus diingatkan dalam pelatihan tenaga kesehatan – namun penelitian menunjukkan bahwa, "Data mikrobiologi menunjukkan bahwa kontaminasi stetoskop setelah pemeriksaan tunggal sama dengan tangan dokter." Organisme yang seringkali berasal dari alat terkontaminasi adalah Staphylococcus aureus dan Clostridium difficile, yang mikroorganismenya banyak diimplikasikan dalam infeksi kulit dan infeksi gastrointestinal.

Stetoskop banyak digunakan pada pemeriksaan klinik untuk tujuan monitoring detak jantung dan paru-paru. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa tenaga kesehatan jarang memastikan bahwa stetoskop mereka cukup bersih sebelum pindah ke pasien selanjutnya. Alat medis yang bukan alat sekali pakai dan bisa digunakan lagi harus dijaga sebersih mungkin karena biasanya digunakan untuk memeriksa beberapa pasien dalam satu hari.

Penelitian skala pilot selama empat minggu untuk monitoring kebersihan stetoskop

Untuk memeriksa higienitas stetoskop, peneliti memonitor spektrum tenaga kesehatan, seperti dokter magang dan mahasiswa kedokteran, selama empat minggu.

Higienitas stetoskop bisa dijaga dengan menggunakan beberapa media seperti gel alkohol atau tissue pen-disinfeksi. Penelitian meliputi dokter dari Universitas Yale dan Veteran Affairs Connecticut Healthcare System di West Haven. Peneliti menemukan bahwa tidak satupun dokter yang terlibat dalam penelitian mendisinfeksi stetoskop mereka sebelum pindah pasien. Proyek penelitian ini juga meliputi pemeriksaan higienitas tangan, yang bisa diimplementasikan melalui penggunaan gel alkohol atau sabun dan air.

Dari sejumlah total 128 pemeriksaan, ditemukan tidak satupun stetoskop dilakukan disinfeksi. Meskipun pentingnya higienitas tangan sudah banyak disampaikan dalam pelatihan tenaga kesehatan, namun kegiatan disinfeksi tangan juga memiliki angka yang relatif kecil, yaitu sekitar 58%.

Tim peneliti kemudian mencatat nilai higienitas konsisten stetoskop masih di bawah nilai yang seharusnya – dan kepentingannya pada praktek klinis – melalui medium seperti slide dan brosur presentasi informatif. Dijelaskan bahwa mungkin ada periode pemeriksaan kembali untuk memonitor apakah higienitas stetoskop bisa diimplementasikan setelah edukasi ke dokter. Meskipun demikian, pada periode pemeriksaan kembali, tidak ada contoh yang bisa menjaga higienitas stetoskop.

Buruknya higienitas stetoskop bisa menyebabkan komplikasi medis

Pentingnya kebersihan stetoskop saat melakukan pemeriksaan antar pasien dielaborasikan oleh Linda Greene, presiden Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC). Beliau menyatakan bahwa "stetoskop digunakan berulang kali sepanjang hari, dan terkontaminasi setelah terpapar setiap pasien. Dengan demikian, stetoskop bisa dianggap sebagai vektor transmisi. Kegagalan dalam mendisinfeksi stetoskop bisa menciptakan masalah serius ke pasien untuk mengabaikan higienitas tangan."

Beberapa kekurangan mencolok penelitian ini adalah fakta bahwa penelitian dilakukan di luar ruangan pasien. Ini berarti higienitas stetoskop mungkin sudah dipastikan sebelum dokter meninggalkan ruangan pasien; atau saat pemeriksaan dilakukan. Peneliti yang terlibat dalam penelitian ini berusaha mengatasi masalah ini – "dengan mendesain anggota tim, seperti dokter residen senior, untuk menjadi kepala tim atau pengingat dan memastikan bahwa higienitas stetoskop dan tangan sudah dijaga."

Karena mikroorganisme resisten bisa ditemui di lingkungan rumah sakit – dan bisa sangat sulit diobati – maka penting untuk memastikan higienitas stetoskop dan tangan bisa dipastikan, untuk meminimalisir risiko infeksi dan komplikasi medis lain. MIMS

Bacaan lain:
Mengapa banyak wanita mulai memasuki dunia medis?
Lantai rumah sakit bisa menjadi sumber infeksi dan memperlambat kesembuhan pasien
Satu-dua serangan obat bisa digunakan untuk melawan superbug

Sumber:
http://www.contagionlive.com/news/how-clean-is-your-stethoscope 
https://medicalxpress.com/news/2017-07-failures-stethoscope-hygiene-patient-infections.html 
http://www.empr.com/news/stethoscope-hygiene-disinfection-cdc-infection-control-tertiary-care-hospital/article/676174/