Dulu Mary Rittenburg selalu menantikan Pesta Natal yang meriah – berkumpul bersama keluarga, dekorasi yang indah, kue-kue dan hadiah di bawah pohon Natal. Namun di tahun ini, ayahnya meninggal di bulan Maret, dua tahun setelah ibunya yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya.

"Saya merasa kehilangan," ungkapnya. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan di Malam Natal atau di Hari Natal. Saya tidak berniat mempersiapkan pohon di tahun ini. Bahkan memikirkannya saja sudah membuat saya sedih."

Hari Natal tahun ini sangat berbeda bagi Rittenburg karena ia harus merasa sedih di hari ini. Meskipun demikian, bagi orang lain, perasaan ini bisa jadi bukan perasaan yang muncul sementara.

Di bagian dunia lain, musim dingin merupakan musim yang paling tidak disukai, mengingat banyaknya orang menderita seasonal affective disoder (SAD) di musim ini. SAD merupakan salah satu bentuk gangguan suasana hati yang muncul akibat rendahnya paparan sinar matahari; pada umumnya terjadi di bulan musim dingin. Gejala SAD sama seperti depresi, tetapi akan sembuh dengan sendirinya bersamaan dengan pergantian musim. Jika siklus depresi ini terjadi selama dua tahun terakhir, maka kesedihan di musim dingin bisa didiagnosis sebagai SAD.

SAD bisa memicu gangguan bipolar

Gejala SAD akan sembuh sendiri saat pergantian musim. Meskipun demikian, bagi penderita gangguan bipolar, musim semu bisa juga berarti awal mula hiperaktivitas dan mania ekstrem, atau bisa juga disebut "May Mania". Dengan tinggi dan rendahnya status emosi yang konsisten dengan perubahan musim, SAD bisa juga menjadi bentuk gangguan bipolar musiman.

Ken Duckworth, direktur medis dari National Alliance on Mental Illness (NAMI) dan asisten profesional di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard mengatakan, "jika Anda tidak merasakan peningkatan mania selama musim semi atau tidak memiliki riwayat, maka kemungkinan Anda tidak menderita gangguan bipolar.

Dalam penelitian yang dilakukan tahun 2014 dengan mengkaji data gangguan bipolar dan perubahan musim, diketahui bahwa terdapat 15% pola musiman untuk serangan mania di bulan-bulan musim semi dan panas, dan 25% serangan depresi di bulan-bulan musim dingin dan gugur.

Penelitian serupa di Taiwan yang dipublikasikan tahun 2006, menemukan bahwa 57% serangan mania di bulan-bulan musim semi dan musim panas, 14% serangan depresi di bulan-bulan musim dingin dan 29% lainnya adalah serangan gabungan.

Gangguan makan berlebih merupakan masalah yang sering muncul bersamaan

Makan berlebih sering muncul pada musim liburan, terutama pada penderita gangguan mental SAD
Makan berlebih sering muncul pada musim liburan, terutama pada penderita gangguan mental SAD

Seperti hari libur lain, makan kue-kue dan tidak membatasi makanan merupakan hal biasa, tetapi penderita SAD mungkin akan makan secara berlebihan. Pada akhirnya, akan berakhir dengan diagnosis binge eating disorder (BED) atau jenis gangguan makan lain seperti bulimia nervosa. Mayoritas penderita SAD adalah para wanita muda berusia 20 tahunan dengan gangguan makan.

Beth McMurray, pendiri dan direktur klinis A Centre for Eating Disorders di Amerika mengatakan, "Jadwal dalam pusat terapi kami saat ini [musim dingin] adalah untuk membantu mengatasi semua jenis gangguan makan. Kami juga meminta bantuan dari orang-orang di luar organisasi untuk memenuhi kekurangan tenaga dari Januari hingga Maret."

SAD mirip dengan gangguan makan, dimana terdapat gabungan kecenderungan genetik dan lingkungan. Meskipun menurut Alan Stewart, pemimpin penelitian dan profesor asosiasi di Departemen Edukasi UGA, yang mengatakan "paparan sinar matahari setiap hari selama beberapa menit saja sudah cukup untuk mendapat cukup vitamin D," namun hal ini tampaknya tidak cukup bagi penderita SAD.

Meskipun SAD terdengar sangat mengganggu, namun ada cara untuk menanganinya. Berolahraga, cukup tidur dan membentuk rencana untuk musim selanjutnya, merupakan beberapa metode yang dapat dilakukan. Terapi sinar buatan juga bisa menghilangkan 50% hingga 80% gejala; selain obat anti-depresi dan terapi kognisi.

Tentu saja, membentuk ekspektasi realistis, komunikasi, mencari bantuan dari orang lain bisa membantu mengatasi rasa gelisah dan mengembalikan kemeriahan pesta.

Dalam kasus Rittenburg, ia hanya memerlukan sedikit waktu untuk menghilangkan kesedihan atas kematian orangtuanya. Meskipun demikian, ia terus berusaha untuk melanjutkan tradisi lama dan menciptakan tradisi baru bersama keluarga lain. "Saran terakhir saya, ingatlah, tidak semua orang menikmati libur panjang," ungkap Rittenburg. "Carilah seseorang untuk menghabiskan waktu di hari libur dan mulailah menciptakan sesuatu yang berarti lagi." MIMS

Bacaan lain:
Bunuh diri di hari Natal: Mitos atau fakta?
Foto Instagram untuk diagnosis depresi
Nyeri dada tak beralasan mungkin muncul karena faktor psikososial

Sumber:
http://journalstar.com/news/local/grief-stress-high-expectations-contribute-to-holiday-blues/article_d35e8f6c-6128-5d76-b558-85848b6eed60.html 
http://www.fox2detroit.com/health/the-doctor-is-in-beating-holiday-blues
https://www.nami.org/Blogs/NAMI-Blog/December-2017/Managing-Your-Mental-Health-During-the-Holidays
https://www.psycom.net/depression.central.seasonal.html
http://www.bipolar-lives.com/bipolar-disorder-and-the-seasons.html
https://www.eatingdisorderhope.com/treatment-for-eating-disorders/special-issues/seasonal-affective-disorder-as-a-co-occurring-issue-with-eating-disorders
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24680872