Belakangan ini kenaikan harga obat makin tidak terkendali. Tampaknya tidak ada akhir dari situasi dimana perusahaan farmasi raksasa menahan pasien dan asuransi kesehatan dengan pembayaran yang terus meningkat untuk obat, premi bulanan dan obat yang habis masa patennya

Pasien, konsumen atau sapi perah?

Kenaikan harga obat merupakan hal normal, karena mengikuti sistem inflasi suatu negara. Namun, banyak insiden kenaikan harga yang tidak sepantasnya. Sebaliknya, diduga karena keserakahan perusahaan farmasi yang meningkatkan harga dengan dalih peningkatkan biaya produksi.

Orang yang mungkin paling terkenal dalam mewakili keserakahan perusahaan farmasi, Martin Shkreli “Pharma Bro”. Shkreli menjadi salah satu musuh publik saat Turing Pharmaceuticals, perusahaan farmasi yang didirikannya menaikan harga Daraprim dari USD 13.50 menjadi USD 750 dalam semalam. Dia membenarkan aksinya dengan mengatakan “Hal ini bukan merupakan keserakahan dari perusahaan farmasi yang mencoba menipu pasien, namun ini merupakan cara kami untuk bertahan dalam bisnis ini”. Demikian pula dengan publik yang menyaksikan sendiri  kenaikan harga EpiPen – lnjeksi epinefrin yang digunakan untuk menyelamatkan hidup untuk kondisi syok anafilaksis juga mengalami peningkatan harga dari USD 100 menjadi lebih dari USD 600.

Banyak contoh semacam ini menimbulkan kesan bahwa pasien yang sangat membutuhkan obat ini hanya menjadi sapi perahan bagi eksekutif perusahaan farmasi. Ketika perusahaan-perusahaan ini menghadapi sedikit persaingan di pasar, ajaran ekonomi akan mendikte bahwa pemain utama yang akan menentukan kenaikan final biaya yang ingin ditambahkan. Kecuali jika pasar mendorong kembali. 

Gerakan untuk harga obat yang lebih murah 

Kegemparan publik di Amerika Serikat karena eksploitasi harga yang tidak bertanggung jawab mencapai klimaks dalam beberapa tahun terakhir. Namun, terdapat bukti bahwa berbagai pihak berupaya keras dalam menyelesaikan krisis tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dilaporkan telah menyetujui sejumlah catatan singkatan aplikasi obat baru (ANDA) pada tahun ini.

Source data from FDA Activities Report of the Generic Drug Program, FY 2016 and FY 2017 (through July). Photo credit: Equities.com
Source data from FDA Activities Report of the Generic Drug Program, FY 2016 and FY 2017 (through July). Photo credit: Equities.com

Peningkatan persetujuan obat generik yang stabil menunjukan tanda bahwa pemerintah serius dalam keinginannya menurunkan harga obat dengan secara langsung meningkatkan komperisi di pasar. Seperti yang dinyatakan oleh komisaris agensi Dr. Scott Gottlieb, “tidak ada pasien yang boleh mengelurakan biaya obat lebih dari yang mereka butuhkan, dan sebagai organisasi yang didedikasikan untuk mempromosikan kesehatan masyarakat, kami harus melakukan bagian kami untuk membantu pasien mendapatkan akses terhadap pengobatan yang dibutuhkan”. 

Badan ini juga telah mengambil inisiatif untuk merilis daftar obat yang telah habis masa patennya dengan persaingan terbatas atau tidak dengan persaingan, dan berjanji untuk memprioritaskan peninjauan terhadap permohonan ANDA untuk referensi daftar obat. Dalam draff panduan terkait yang dikeluarkan oleh FDA, agensi tersebut setuju untuk mempersingkat  waktu peninjauan kembali aplikasi obat generik menjadi  dua bulan jika para sponsor dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

Usaha transparansi harga obat

Mekanisme pemberian harga terhadap obat selalu buram.  Meskipun terdapat klarifikasi terus menerus yang dilakukan oleh industri farmasi – di mana kenaikan harga disebabkan oleh peningkatan biaya penelitian dan biaya dari regulasi pemerintah – sangat sedikit hal yang diketahui tentang bagaimana perusahaan-perusahaan ini memperoleh harga akhir, apalagi mengetahui proporsi premi yang dipungut pada pasien. 

Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan oleh JAMA Internal Medicine mengkritisi bahwa beberapa perusahaan farmasi mendapatkan 10 kali lipat pendapatan dari biaya yang dihabiskan untuk penelitian, dan mempermasalahkan biaya pengembangan obat sebesar USD 2,7 milyar. Mereka mengatakan, angka sebenarnya seharusnya USD648 juta jauh lebih rendah.

Kemajuan yang berarti pada permasalahan tersebut telah dicapai pada awal Oktober tahun ini, Gubernur California, Jerry Brown menandatangani sebuah peraturan pemerintah seperti yang dilansir dalam Los Angeles Times, meminta perusahaan asuransi untuk "mulai mengungkapkan berapa banyak pendapatan premi mereka dihabiskan untuk obat resep, peningkatan belanja obat dari tahun ke tahun, dan obat mana yang mengkonsumsi biaya terbesar. Mereka juga diminta untuk melaporkan obat-obatan yang memiliki kenaikan harga terbesar."

Di sisi lain, perusahaan farmasi juga diberi mandat untuk memberitahu perusahaan asuransi dan pembeli massal lainnya terlebih dahulu jika mereka berencana menaikkan harga lebih dari 16% dalam periode dua tahun, dan memberikan alasan dari kenaikan yang diajukan ke negara. Rancangan Undang-undang ini digambarkan sebagai langkah sederhana, namun perlu selangkah lebih maju untuk lebih transparan dalam Industri Farmasi.

Meracik obat sendiri

"EpiPencil", the brainchild of Michael Laufer, of DIY medicine collective Four Thieves Vinegar. Photo credit: STAT News

Ujung ekstrem dalam usaha bersama untuk melawan harga obat yang melonjak memasuki fase anarkis dan modifikasi biologi, Michael Laufer. Guru matematika berusia 38 tahun ini menganjurkan untuk membuat sendiri EpiPen sebagai bagian dari tujuan besarnya untuk mendorong gerakan DIY.

Berbicara kepada STAT news, Laufer mengatakan "Saya merasa bertanggung jawab secara kode etik ketika seseorang tidak memiliki akses terhadap obat ... dan mereka meninggal. Jika saya memiliki pengetahuan tentang bagaimana menghasilkan obat yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa [dan tidak mengatakan kepada dunia] ... Saya merasa terlibat dalam kematian mereka karena kelambanan saya."

Sejauh ini, belum ada laporan tentang apakah ada orang yang berani memproduksi dan menggunakan EpiPen buatan sendiri - yang dikenal sebagai EpiPencil - yang diterbitkan oleh Laufer. Pria itu merasa tanggap terhadap konsekuensi hukum dari penjualan perangkat itu sendiri, dan hanya terbatas pada penyediaan. MIMS

Bacaan lain:
Produsen obat ditekan untuk menurunkan harga obat
Makanan adalah obat: Apakah nutrisi saja cukup untuk menyembuhkan penyakit?
Obat yang luar-biasa mahal berhasil diproduksi hanya dengan $2 oleh siswa Australia

Sumber:
https://www.nytimes.com/2015/09/21/business/a-huge-overnight-increase-in-a-drugs-price-raises-protests.html 
https://www.nytimes.com/2016/09/22/opinion/the-epipen-outrage-continues.html 
http://raps.org/Regulatory-Focus/News/2017/08/08/28204/Generic-Drugs-in-2017-FDA-on-Track-for-Most-Approvals-Ever/ 
https://www.equities.com/news/fda-on-pace-for-record-number-of-generic-drug-approvals 
http://www.raps.org/Regulatory-Focus/News/2017/06/19/27936/Priority-Generic-Drug-Reviews-New-FDA-Draft-Guidance/ 
http://jamanetwork.com/journals/jamainternalmedicine/fullarticle/2653012 
http://www.latimes.com/opinion/la-ol-drug-price-transparency-20171009-story.html 
https://www.statnews.com/2017/10/12/michael-laufer-drug-prices/