Untuk pasien kanker paru seperti Evelyn O’Flynn, obat baru ini disambut sebagai pengubah kehidupannya. “Ini seperti keajaiban,” kata mantan perokok berusia 72 tahun, yang akan segera menjadi nenek buyut. Ketika ia mengidap kanker lebih dari satu tahun lalu, ia lebih memilih menggunakan obat peningkat sistem imun daripada kemoterapi tradisional yang sulit ditoleransi, dan sekarang ia merasa sudah sembuh.

Dalam terobosan penelitian klinis fase tiga yang dilakukan pada pasien kanker paru bukan-sel-kecil (non-small-cell lung cancer [NSCLC]), pabrik obat Merck mengumumkan bahwa terapi barunya – antibodi sintetik yang mendorong sistem imun untuk menyerang sel tumor, memiliki efektivitas 40% lebih baik dibandingkan kemoterapi konvensional.

Setelah penggunaan obat pertama, disebut pembrolizumab, pasien memberikan respon terapi lebih baik, memiliki masa hidup lebih panjang, tingkat penyebaran penyakit yang lebih rendah dibandingkan kemoterapi tradisional.

Faktanya, terapi baru yang dilaporkan memiliki efikasi lebih baik dan perbedaan signifikan, dibandingkan kemoterapi, membuat kemoterapi dapat digantikan dengan terapi baru ini.

Tidak terbebas dari kontroversi

Namun, dalam penelitian kedua terbaru ditemukan adanya 108 kematian pada 1.934 partisipan. Sekitar lebih dari 80% pasien pengguna terapi baru hidup setelah terapi enam bulan, dibandingkan sekitar lebih dari 72% pasien pengguna kemoterapi eksklusif.

Tetapi, dalam kebanyakan kasus, terapi baru terbukti memiliki efek yang lebih baik daripada kemoterapi.

Pada konferensi pers, Dr. Stefan Zimmermann, seorang dokter spesialis oncology di Rumah Sakit Universitas Switzerland, menyatakan kepada reporter, “Ingatlah hari ini. Ini merupakan hari baru untuk terapi kanker paru.”

Di Singapura, kanker paru merupakan jenis kanker kedua dan ketiga paling banyak dialami pria dan wanita secara berurutan, dengan total 6.853 individu didiagnosis kanker paru dan diklaim bahwa 5.721 orang hidup, dari tahun 2010 hingga 2014. Di Malaysia, kanker paru merupakan jenis kanker yang paling banyak didiagnosis pada pria dan  ketiga paling banyak pada wanita.

Regimen terapi yang lebih beradab

Pembrolizumab telah menerima persetujuan U.S. Food and Drug Administration (FDA) sebagai terapi lini kedua untuk kanker kepala-dan-leher tingkat akhir, tetapi efikasi sebagai terapi lini pertama masih beum disetujui.

Mempelajari dari kegagalan penelitian obat serupa oleh kompetitor Bristol-Myers Squibb, Merck memperbaiki tujuan penelitiannya. Target penerima obat diubah dan berfokus hanya pada pasien dengan NSCLC spesifik – pasien yang sel kankernya mengandung PD-L1, protein yang normalnya mencegah sel darah putih membunuh sel sehat tetapi yang dapat juga membantu sel kanker menghindari kehancuran.

Peneliti mengestimasi bahwa 23 hingga 28% dari kasus NSCLC parah sesuai untuk kriteria ini, dengan NSCLC menjadi jenis paling banyak dari kanker paru.

Sekitar 2.000 individu pengguna obat ini berhasil menjaga penurunan resiko kematian hingga 40% ketika dibandingkan dengan terapi tradisional. Lebih optimisnya, dalam penelitian kecil yang dilakukan pada konferensi yang sama, peneliti menyatakan mereka menemukan bahwa kombinasi terapi dengan kemoterapi memberikan efektivitas lebih tinggi daripada terapi tunggal.

Menunggu persetujuan sebagai terapi lini pertama

Bersamaan dengan artikel yang dipublikasi dalam New England Journal of Medicine, hasil ini membawa harapan baru di masa depan, pasien dapat menerima kombinasi imunoterapi dan kemoterapi, yang akan bergantung pada perbaikan PDL1 dari kanker mereka.

FDA kemungkinan akan mengumumkan status persetujuan obat baru sebagai terapi lini pertama sebelum akhir tahun. MIMS   

Bacaan lain:
Fototerapi bisa menginduksi sel kanker untuk "bunuh diri" hanya dalam waktu 2 jam
Apakah kanker muncul karena "nasib buruk"?
Terapi kanker capecitabine ternyata dapat menghapus sidik jari


Sumber:
http://www.reuters.com/article/us-health-cancer-immunotherapy-insight-idUSKCN12A1OH 
http://www.medicaldaily.com/new-day-lung-cancer-treatment-experimental-therapy-40-better-chemotherapy-400570
http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa1606774#t=articleDiscussion
http://www.themalaymailonline.com/malaysia/article/lung-cancer-malaysian-mens-number-one-enemy-says-deputy-health-minister
https://www.nrdo.gov.sg/docs/librariesprovider3/default-document-library/cancer-trends-2010-2014_interim-annual-report_final-(public).pdf?sfvrsn=0&AspxAutoDetectCookieSupport=1