Kemajuan dalam media sosial banyak mengubah dunia kesehatan, terutama dalam hubungan dokter-pasien. Saat frustasi dan stres, beberapa tenaga kesehatan terkadang suka membagi keluhannya di media sosial, dan lupa akan kewajiban menjaga kerahasiaan pasien.

Apapun profesinya, Anda harus ingat dan sadar akan apa yang Anda bagikan. Jangan sampai hal demikian membuat Anda kehilangan pekerjaan mulia Anda. Untuk menjaga profesionalitas, berikut beberapa hal penting yang harus Anda hindari:

1. Gambar pasien saat telanjang

Pasien terkadang perlu membuka bajunya untuk melakukan pemeriksaan, prosedur diagnosis, terapi, dan lain sebagainya. Jangan pernah mengambil dan mengunggah gambar ini, meskipun Anda berencana untuk menutup atau memblur wajahnya. Banyak pasien yang merasa terintimidasi dan tidak nyaman saat membuka baju di depan orang asing dan memamerkannya ke sosial media bisa menjadi hal yang sangat buruk.

2. Cerita kehidupan pribadi pasien

Sebagai praktisi medis atau staf pendukung, pasien terkadang suka menceritakan banyak hal yang mungkin mereka rahasiakan dari orang tercinta dan sahabar. Jika Anda membagikan cerita mereka di media sosial, Anda bisa mengekspos cerita ini ke publik. Meskipun mungkin Anda tidak menyebut nama atau mengubah nama mereka, namun, detail apapun yang Anda berikan bisa mengacu pada dirinya. Jadi tidak peduli semenarik atau seunik apa ceritanya, simpanlah cerita tersebut untuk diri Anda sendiri.

3. Kesalahan pasien

Apakah Anda memiliki pasien yang tidak pernah mengonsumsi obatnya? Apakah ada seorang pasien yang mengganggu Anda dengan meminta rawat inap meskipun mereka sebenarnya tidak sakit? Adakah pasien yang terus mengeluh tanpa menjelaskan masalahnya? Meskipun marah, Anda tidak boleh membagikan kesalahan mereka ke media sosial, karena dengan melakukan demikian, mengartikan Anda tidak profesional dan tidak menjaga kerahasiaan pasien. Jika Anda memiliki pasien yang bermasalah, bersikaplah tegas, namun sopan, dan selesaikan masalah secara empat mata. Metode ini lebih efektif daripada mengunggahnya ke media sosial.

4. Diagnosis atau hasil pemeriksaan yang aneh

Beberapa skrining medis, seperti X-ray pasien yang menelan barang aneh, mungkin lucu bagi Anda, dan membuat Anda gatal untuk menggunakan telepon genggam Anda untuk mengambil beberapa gambar. Namun, kondisi ini tidak lucu bagi pasien yang menderita. Jika mereka tidak terima, mereka bisa jadi melaporkan sikap Anda dan bisa mengakibatkan Anda dikeluarkan.

Menjaga kerahasiaan pasien merupakan hal yang sangat penting dalam karir medis, karena mereka mempercayai Anda hingga ke informasi yang sangat rahasia sekalipun. Belakangan ini, Menteri Kesehatan Malaysia mengeluarkan peraturan mengenai penggunaan media sosial untuk mendiskusikan kasus pasien mereka. Diharapkan peraturan ini akan membantu meningkatkan hubungan dokter-pasien di masa depan. MIMS

Bacaan lain:
3 hadiah untuk tenaga kesehatan
Ketika pasien tidak memahami maksud dokter
4 media pembuat animasi papan tulis bertema kesehatan
Penelitian menemukan 82% dokter meresepkan atau memberi terapi yang tidak perlu


Sumber:
http://today.mims.com/topic/malaysia--health-ministry-discourages-doctors-from-using-social-media