Hubungan antara golongan darah dan penyakit sudah ada sejak awal tahun 1900an. Perkembangan terbaru dalam teknologi, biokimia dan genetika telah banyak memberikan informasi mengenai bagaimana antigen ini bisa berhubungan dengan risiko penyakit.

Selain itu, pengkajian mengenai hubungan antara sistem golongan darah ABO dan penyakit menggaris bawahi fakta bahwa golongan darah ABO memainkan peran penting dalam timbulnya penyakit seperti gangguan kardiovaskular, neoplastik dan infeksi.

Penyakit jantung

Penelitian yang dipresentasikan dalam 4th World Congress on Acute Heart Failure menunjukkan bahwa memiliki golongan darah non-O berhubungan dengan 9% peningkatan risiko penyakit koroner dan 9% peningkatan risiko serangan kardiovaskular. Dalam penelitian, yang dilakukan pada lebih dari satu juta subjek, peneliti menganalisis hubungan antara golongan darah dan penyakit koroner, diikuti dengan serangan kardiovaskular, dan serangan koroner fatal.

Menurut peneliti, risiko lebih tinggi kemungkinan terjadi karena tingginya konsentrasi faktor von Willebrand. Pemilik golongan darah non-O - terutama pemilik golongan darah A - juga dikenal memiliki kadar kolesterol tinggi.

Selain itu, galektin-3 yang berhubungan dengan inflamasi dan outcome lebih buruk pada pasien gagal jantung juga lebih tinggi pada pasien bergolongan darah non-O.

Kanker

Dalam penelitian yang dipublikasi pada Maret 2009, peneliti di Institut Kanker Dana-Farber mengonfirmasi hubungan antara golongan darah dan risiko kanker pankreas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang pemilik golongan darah A, B atau AB cenderung akan terserang penyakit kanker, dibandingkan orang-orang bergolongan darah O.

Lebih spesifiknya lagi - berdasarkan hasil penelitian - individu dengan golongan darah A memiliki 32% kemungkinan terkena kanker pankreas yang tidak bisa sembuh, sedangkan individu bergolongan darah AB memiliki 51% kemungkinan, dan individu dengan golongan darah B memiliki 72% kemungkinan, dibandingkan partisipan dengan golongan darah O.

Dalam keseluruhan kelompok, 17% kanker pankreas diturunkan dalam golongan darah non-O. Salah satu alasannya adalah bahwa antigen golongan darah bisa memengaruhi tingkat protein inflamasi dalam darah orang, dan inflamasi kronik yang berhubungan dengan risiko kanker pankreas.

Komplikasi kehamilan

Beberapa penelitian juga menggaris bawahi fakta status golongan darah ABO dalam hal risiko komplikasi kehamilan.

Penelitian yang dilakukan tahun 2012 mengevaluasi hubungan antara individu bergolongan darah AB yang memiliki risiko gangguan hipertensi gestasional, pre-eklampsia dan pre-eklampsia parah tertinggi; dimana wanita dalam golongan darah O memiliki risiko terendah mengembangkan gangguan ini. Penelitian ini dilakukan oleh Lee BK dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Drexel dan empat peneliti lain.

Selain itu, pengkajian dari data yang ada menemukan bahwa risiko tromboembolisme vena lebih tinggi (sekitar dua kali lebih tinggi) pada subjek golongan darah non-O. Namun, bukan ini kasusnya dalam diabetes gestasional, karena tidak ada hubungan signifikan antara golongan darah ABO dan risiko penyakit.

Kesimpulannya, hubungan antara golongan darah dan penyakit bisa membantu tenaga kesehatan mengenai risiko dan strategi intervensi individu yang berisiko komplikasi kesehatan. Memang, penelitian ini menjadi dasar penelitian selanjutnya untuk mengindentifikasi penyebab dan mekanisme spesifik yang menjelaskan berbagai risiko kesehatan yang berhubungan dengan golongan darah non-O. MIMS

Bacaan lain:
Retina sintetik dibuat untuk penderita gangguan penglihatan
Terapi gen bisa menurunkan beban penderita diabetes
Darah komodo memiliki potensi menjadi antibiotik baru


Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27599872
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3827391/ 
https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/non-o-blood-groups-associated-with-higher-risk-of-heart-attack?hit=wireek
http://news.harvard.edu/gazette/story/2009/03/blood-types-indicate-greater-risk-for-cancer/ 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22734590 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5016304/