Ketidakpatuhan merupakan masalah terbesar dalam dunia kesehatan. Ketika pasien tidak minum obat – secara rutin – bukan hanya berisiko terjadi kekambuhan penyakit, namun tersebut juga akan menyebabkan pemborosan obat dan meningkatkan biaya pengobatan.

Dalam usaha untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat pada pasien, kita biasanya hanya berfokus pada pasien lanjut usia atau mereka yang tidak memiliki kesadaran untuk mematuhi pengobatan. Fokus ini, sayangnya, mengalihkan masalah yang lebih besar pada populasi masyarakat yang dijuluki "generasi milenial".

Seberapa lazim masalahnya?

Sebuah laporan yang baru diterbitkan oleh Express Script tentang kepatuhan terhadap pengobatan diabetes pada orang Amerika yang diasuransikan secara komersil mengungkapkan bahwa kurang dari separuh pasien, berusia antara 20 dan 44 tahun, yang benar-benar patuh pada penggunaan obat antiglikemi oral. Dibandingkan dengan pasien lansia yang berusia 65 tahun atau lebih, yang kepatuhannya hampir 75%.

Studi kontemporer lain tentang kepatuhan penggunaan obat di kalangan remaja dan dewasa muda juga menunjukkan kecenderungan yang menggelisahkan. Tergantung pada metode penilaiannya, tingkat kepatuhan pasien muda ini sangat bervariasi dari 10% hingga 89%.

Variasi semacam itu dapat dikaitkan dengan banyak faktor. Meskipun demikian, tren yang sangat menarik muncul dari salah satu penelitian yang menguji berbagai metode pelaporan kepatuhan pada pasien asma. Para peneliti menemukan bahwa pelaporan sendiri – baik oleh anak-anak atau ibu – secara signifikan terlalu memperkirakan tingkat kepatuhan dibandingkan dengan angka yang tercatat melalui dosis elektronik atau berat tabung.

Laporan yang lebih dulu diterbitkan pada tahun 2013, menyatakan bahwa terdapat individu dewasa muda yang memiliki kecenderungan tinggi untuk berhenti minum obat atau tidak pernah menebus resep obat, yang disebut sebagai "generasi yang tak terkalahkan". Fakta bahwa kurang dari setengah populasi dewasa muda yang "tak terkalahkan" ini mengatakan bahwa mereka lebih baik membayar bensin untuk mobil daripada harus menebus resep obat, hal ini cukup mengkhawatirkan dan perlu diselidiki lebih lanjut.

Memahami akar permasalahan

Asal mula masalah kepatuhan mungkin multifaktorial, keterkaitan faktor kausal antara kepercayaan pribadi, pertimbangan keluarga dan sosial ekonomi, tingkat keparahan penyakit, kompleksitas pengobatan dan adanya jiwa pemberontak yang khas dari individu dalam kelompok usia ini.

Faktor penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk dipertimbangkan kemudian, adalah proses perkembangan yang dialami pasien – terutama mereka yang masih menjalani masa remaja. Argumen ini dirangkum dengan rapi oleh Taddeo, Egedy dan Frappier dalam makalah berjudul "Kepatuhan terhadap pengobatan pada remaja" di tahun 2008.

Makalah tersebut menyatakan bahwa "remaja muda akan percaya apa yang mereka lihat atau alami dan, oleh karena itu, mereka tidak dapat sepenuhnya memahami konsekuensi jangka panjang atau tidak terlihat dari ketidakpatuhan mengkonsumsi obat-obatan ... pada saat stres (seperti penyakit), remaja mungkin akan memilih pemecahan masalah yang lebih sederhana".

"Secara psikologis, orang cenderung memilih tindakan yang menawarkan keuntungan jangka pendek, namun kebanyakan obat kronik tidak memberi manfaat tersebut – hanya gangguan jangka pendek. Jadi, orang mungkin melewatkan atau berhenti mengonsumsi obat meskipun risiko jangka panjang terhadap kesehatan mereka sangat besar. Itulah kenyataan ketidakpatuhan terhadap obat yang perlu diatasi," kata Dr Katrina Firlik, salah satu pendiri dan petugas medis utama HealthPrize.

Hal penting yang perlu diperhatikan

Tidak ada pendekatan langsung atau sederhana untuk memecahkan masalah kepatuhan di kalangan populasi dewasa muda. Meskipun demikian, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan – namun, penyedia layanan kesehatan harus terlebih dahulu membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk memahami penyebab utamanya. Perawatan terkoordinasi, antara dokter, apoteker dan anggota keluarga pasien, merupakan kesempatan terbaik untuk memberikan hasil yang memuaskan dalam kasus ini. MIMS

Bacaan lain:

Bagaimana cara meningkatkan kepatuhan pasien?
Warna obat untuk meningkatkan kepatuhan pasien
Kejujuran pasien: Bagaimana cara meningkatkannya

Sumber:
http://lab.express-scripts.com/lab/insights/industry-updates/report-adherence-to-diabetes-rx 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2528818/ 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11101187/ 
http://drugtopics.modernmedicine.com/drug-topics/content/tags/adherence/drug-adherence-rates-problematic-among-young-adults