Di dunia, dua juta kasus baru kanker kolorektal (CRC) muncul setiap tahun, dan menduduki peringkat tiga kasus kanker terbanyak dan peringkat keempat penyebab kematian karena kanker.

Risiko mengalami kanker kolorektal meningkat di usia 40 tahun dan mencapai puncaknya di usia 50 tahun. Penelitian yang ada sekarang menunjukkan bahwa generasi milenial, yang sekarang berusia antara 18 dan 36 tahun, memiliki risiko CRC lebih tinggi dibanding generasi lainnya.

Generasi milenial merupakan generasi yang lain setelah tahun 1980. Generasi ini adalah anak-anak dari generasi penghasil bayi tertinggi dan beberapa Generasi X yang lebih tua. Milenial terkenal banyak terpapar inovasi teknologi, media digital dan komunikasi. Psikolog Jean Twenge menulis buku berjudul "Generation Me" dan mendeskripsikan generasi ini sebagai generasi yang percaya diri, toleran, narsistik, dan penuntut hak.

Epidemiologi kanker kolon di antara milenial

Daftar pemerintah untuk diagnosis kanker mengumpulkan data dari Surveillance, Epidemiology and End Results (SEER) Programme tahun 1974 hingga 2013. Mereka memeriksa kasus kanker kolon dan rektal dan memeriksa sekutar 500.000 individu. Saat membandingkan kasus kanker kolon dan rektal, hasilnya melebihi yang mereka bayangkan.

Dalam kanker kolon, angka yang ditemukan pada orang-orang berusia 50 tahun ke atas lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang berusia 50 tahun ke bawah. Data ini menunjukkan adanya pergerakan prevalensi kanker kolon. Meskipun diketahui selama pertengahan 1980an hingga 2013, jumlah kasus di bawah usia 50 tahun sudah meningkat, mereka menemukan bahwa di usia 20 hingga 29 tahun, angka kasus kanker kolon meningkat hingga 2,4% per tahunnya dan di usia 30 hingga 39 tahun, kasusnya meningkat satu persen per tahun.

Kanker rektal, di sisi lain, menunjukkan adanya peningkatan kasus di usia 20 hingga 29 tahun sebesar 3,2% per tahun.

Faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko di antara kaum milenial

Dengan banyaknya kemajuan teknologi, sekarang manusia sudah bisa mendiagnosis penyakit mulai dari tahap awal yang kemudian ikut meningkatkan angka kejadian penyakit di kelompok usia lebih muda. Deteksi dini banyak meningkatkan angka kejadian penyakit, termasuk kanker.

Meskipun terdapat deteksi dini kanker kolorektal, namun ada juga beberapa faktor lain yang bisa berkontribusi pada meningkatnya tren penyakit. Misalnya, kaum milenial yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas karena rendahnya aktivitas fisik mereka; lebih banyak mengonsumsi daging merah dan tidak mengonsumsi cukup serat, banyak mengonsumsi makanan cepat saji, juga bisa meningkatkan risiko penyakit di saluran pencernaan. Perlu dicatat bahwa kelompok individu ini cenderung lebih banyak mengonsumsi alkohol dan merokok.

Apa yang dijelaskan di atas merupakan modifikasi faktor risiko yang perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan. Publik harus diedukasi mengenai apa yang menyebabkan kanker dan bagaimana cara mencegah perkembangannya. Kampanye edukasi harus semakin dikembangkan. Sangat menyedihkan melihat kelompok usia muda memiliki risiko kanker, tetapi untungnya, ada faktor yang bisa diubah, yaitu gaya hidup. MIMS

Bacaan lain:
Perokok pasif mungkin tidak seberbahaya itu
4 manfaat emas dalam dunia kesehatan
Peran diskusi dalam klinik swasta
Sistem kesehatan untuk Generasi H
Ratusan wanita meninggal demi penelitian klinis mengenai kanker


Sumber:
http://www.livescience.com/58043-colorectal-cancer-millennials.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2796096/
https://en.wikipedia.org/wiki/Millennials