Anda mungkin sudah sering melihatnya dalam pelajaran sejarah – dengan bentuk fisik pendek, badan kekar dan pola wajah khas. Tetapi, jangan terkejut jika ternyata Anda sebenarnya masih memiliki gen "manusia gua" dalam tubuh Anda.

Penelitian modern menemukan bahwa meskipun kaum Neanderthal sudah punah sekitar 40.000 tahun lalu, namun bukti gen Neanderthal masih bisa ditemukan dalam genom manusia modern di Eropa, Asia dan Negara di Samudera Pasifik. Lebih menariknya lagi, analisis menunjukkan bahwa gen ini sangat memengaruhi bentuk fisik, sikap dan kesehatan manusia modern.

Bentuk fisik dan kepribadian

Hubungan antara DNA kaum Neanderthal dan bentuk fisik serta kepribadian manusia dianalisis oleh seorang ahli biologi komputasional, Michael Dannemann, dan koleganya di Institut Max Planck untuk Evolusi Antropologi. Dalam penelitian, yang dipublikasikan dalam American Journal of Human Genetics, peneliti menemukan hubungan materi genetik dari kaum Neanderthal seperti warna kulit, warna rambut dan pola tidur.

Selain itu, banyak juga yang berhubungan dengan paparan matahari. Alasannya adalah karena Neanderthal hidup di daerah Eurasia sekitar 100.000 tahun sebelum kemunculan manusia modern, mereka bisa menyesuaikan dengan sinar matahari siang dan kadar radiasi ultraviolet yang lebih rendah.

Kecenderungan yang muncul pada aktivitas di sore hari, menyendiri atau mengisolasi diri, menurunnya suasana hati dan merokok sangat dipengaruhi oleh gen kaum Neanderthal. "Warna kulit dan rambut, ritme sirkadian dan suasana hati semuanya dipengaruhi oleh paparan cahaya. Kami menspekulasikan bahwa identifikasi mereka dalam analisis kami menunjukkan bahwa paparan matahari mungkin membentuk fenotipe kaum Neanderthal dan bahwa gen ini terus diturunkan hingga manusia modern sekarang," tulis peneliti.

Bagaimana gen kaum Neanderthal memengaruhi kesehatan manusia modern

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science, sekitar 1,8% hingga 2,6% pembentukan genetik total pada manusia keturunan Eurasia berasal dari gen kaum Neanderthal. Selain itu, penemuan dari penelitian juga menunjukkan bahwa genom kaum Neanderthal sesuai dengan segmen dalam manusia modern tertentu, yang sangat berhubungan dengan kondisi kesehatan seperti kadar kolesterol darah, skizoprenia, gangguan pola makan dan rheumatoid arthritis.

Meskipun demikian, gen Neanderthal juga memberikan manfaat bagi manusia sekarang, misalnya gen pelindung melawan kolesterol "jahat". "Kesalahan pemahaman yang banyak muncul adalah bahwa apapun yang berasal dari zaman dahulu merupakan sesuatu yang buruk, tetapi sebenarnya hal ini tidak selalu benar," ungkap Kay Prüfer dari Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi, yang memimpin penelitian.

Pengaruhnya pada ilmu pengobatan dan komunitas modern

Penemuan kesehatan dan saintifik dari genom Neanderthal bukan hanya menjawab rasa ingin tahu kita mengenai gen manusia purba. Bukan hanya pengetahuan ini menjawab sumsi sebelumnya mengenai genom manusia, tetapi lebih penting lagi membuka pengetahuan lebih mendalam mengenai ekspresi gen kompleks pada manusia modern yang memegang jawaban penting untuk masalah kesehatan yang ada sekarang. MIMS

Bacaan lain:
Manusia Pohon: Penderita displasia Lewandowsky-Lutz di Indonesia
Stigmata - Mitos atau Fakta Medis?
Evolusi mungkin bisa menghilangkan penyakit Alzheimer, catat penelitian

Sumber:
http://www.npr.org/sections/health-shots/2017/10/05/555592707/neanderthal-genes-help-shape-how-many-modern-humans-look
https://genographic.nationalgeographic.com/neanderthals-article/
http://news.nationalgeographic.com/2017/10/how-neanderthal-genes-affect-human-health-dna-science
https://www.sciencedaily.com/releases/2017/10/171005121106.htm
http://www.cell.com/ajhg/fulltext/S0002-9297(17)30379-8