Dokter di sebuah rumah sakit di Amerika baru-baru ini harus menelan kenyataan pahit setelah mengambil foto pasien cedera alat kelamin. Pasien ini, yang berada di bawah anestesi di ruang operasi saat kejadian, membutuhkan operasi untuk mengangkat "benda asing" dari tubuhnya.

Foto tersebut dengan cepat tersebar ke pegawai rumah sakit di University of Pittsburgh Medical Centre’s (UPMC) Bedford Memorial Hospital. Hingga seorang petugas melaporkan hal ini ke administrator rumah sakit.

Sikap tegas segera dilakukan oleh rumah sakit, yang juga melaporkan sendiri insiden ini ke Departemen Kesehatan Pennsylvania. Departemen kesehatan kemudian mengadakan penyelidikan, yang kemudian diketahui bahwa foto diambil menggunakan telepon genggam pribadi. Pada mulanya, mereka hanya berpikir ada satu foto yang diambil, ternyata penyelidikan selanjutnya menemukan bahwa foto yang diambil lebih dari satu.

Menurut salah satu petugas yang terlibat, seorang dokter meminta mengambil foto menggunakan kamera ruang operasi sehingga bisa digunakan untuk kuliah kedokteran. Namun petugas mengatakan bahwa kamera ruang operasi sedang rusak, dengan demikian telepon genggam pribadilah yang digunakan. Meskipun demikian, penyelidikan kemudian menemukan bahwa kamera ruang operasi masih bisa berfungsi normal, namun sulit digunakan.

Petugas lain juga mengatakan bahwa ada banyak orang di saat itu, sehingga "penonton" memicu terjadinya insiden ini.

Langsung diberikan hukuman, sebagai peringatan bagi semua pegawai rumah sakit

Seorang dokter diberi hukuman selama tujuh hari dan diminta untuk mengikuti kuliah enam jam berisi etika medis dan kerahasiaan pasien. Dokter lain, yang tidak terlibat dalam perawatan pasien, dihukum selama 28 hari dan diminta untuk mengambil kuliah yang sama selama 18 jam.

Semua petugas juga diberikan peringatan mengenai kebijakan rumah sakit. Khususnya bagi dokter bedah, mereka harus melakukan pertemuan mengenai kerahasiaan dan konfidensialitas pasien. Sejumlah petugas lain yang tidak disebutkan juga membuat catatan dalam daftar kerja mereka.

Di samping itu, rumah sakit juga menunjuk seorang direktur perawat baru untuk pelayanan prosedur operasi bedah.

Departemen kesehatan mengatakan bahwa mereka sudah menyetujui sikap yang diambil rumah sakit. Mereka mengikuti panduan UPMC mengenai kegagalan perlindungan rahasia pasien. UPMC juga melarang pegawai rumah sakit yang terlibat dalam perawatan pasien di ruang operasi dan petugas rumah sakit untuk menggunakan alat pribadi untuk mengambil foto pasien.

Pasien yang terlibat sudah diberitahu, meskipun tidak disebutkan dalam laporan media mengenai apakah pasien akan mengambil langkah hukum tertentu.

Apapun yang menarik akan segera tersebar dengan semakin majunya teknologi

Profesionalisme harus dijunjung tinggi di tempat kerja, khususnya dalam dunia kesehatan, dimana pasien mempercayai kita mengenai rahasia dan konfidensialitasnya. Dengan semakin majunya teknologi sekarang, mengambil dan membagikan foto dengan orang lain merupakan hal yang mudah dilakukan dan sangat cepat.

Meskipun demikian, pengambilan foto yang tidak sah, apapun tujuannya, menyebarluaskan informasi rahasia pasien bisa menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Ada kebijakan tertentu yang harus dipatuhi untuk melindungi pasien dan petugas rumah sakit, sehingga foto tersebut tidak boleh disalahgunakan saat sampai ke tangan orang lain. MIMS

Bacaan lain:
Dokter: 5 tips menggunakan media sosial
Hal memalukan yang tidak boleh Anda unggah ke media sosial
Foto Instagram untuk diagnosis depresi

Sumber:
http://www.torontosun.com/g00/2017/09/14/doctors-suspended-for-taking-photos-of-patient-with-item-in-genitals?i10c.referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F
http://www.ajc.com/news/national/doctors-suspended-accused-taking-photos-video-anesthetized-patient-genitals/6YlhB1lqxGbh1S4iz4vq9O/
http://www.foxnews.com/health/2017/09/14/hospital-staff-circulated-photos-patients-genital-injury-investigation-reveals.html
http://triblive.com/state/pennsylvania/12734823-74/upmc-bedford-hospital-staff-took-photos-of-patient-with-item-in-genitals