Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) dari Universitas Washington memutuskan untuk mempelajari dan mengevaluasi kebiasaan makan orang di seluruh dunia. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh intitusi ini, mereka menemukan bahwa penyebab kematian sebelum waktunya adalah bagaimana orang-orang masih tidak berhati-hati akan makanan yang mereka masukkan ke dalam mulut.

Asupan makan yang buruk menyebabkan kematian sebelum waktunya

Diketahui bahwa pola makan yang buruk merupakan salah satu dari lima penyebab kematian di dunia. Meskipun sudah memiliki akses ke sumber informasi, namun peneliti masih menemukan bahwa banyak orang memutuskan untuk "makan apa yang mereka inginkan di saat yang mereka inginkan".

Menurut sebuah penelitian dari Global Burden of Disease, risiko kematian awal merupakan hasil dari pola makan buruk yang meliputi asupan rendah kacang-kacangan, buah, minyak ikan, dan biji-bijian. Kadar garam tinggi juga merupakan bagian dari pola makan yang buruk.

Jurnal medis Lancet juga mempublikasikan lima laporan mengenai penyebab dan risiko kematian dan buruknya status kesehatan. Menurut penelitian ini, harapan hidup di tahun 2017 di seluruh dunia adalah 75,3 tahun untuk wanita dan 69,8 tahun untuk pria.

Harapan hidup di seluruh dunia

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa orang-orang di Jepang memiliki waktu hidup lebih panjang, dibandingkan negara lain, sedangkan Republik Afrika Tengah merupakan negara dengan harapan hidup terendah. Di Jepang, rata-rata usia penduduknya adalah di usia 84 tahun, sedangkan di Republik Afrika Tengah, 50 tahun merupakan rata-rata usia penduduknya.

Meskipun demikian, di Inggris, peneliti menemukan bahwa harapan hidup untuk pria ada di usia 79 tahun sedangkan pada wanita di usia 82,9 tahun. Ada banyak risiko yang menjadi penyebab rendahnya harapan hidup dalam beberapa negara – dan pola makan yang buruk merupakan faktor kontribusi kedua terbesar.

Tidak mengejutkan lagi, merokok merupakan penyebab pertama kematian sebelum waktunya di banyak negara. Termasuk juga risiko obesitas, kolesterol total tinggi, glukosa darah tinggi, yang kemudian bisa menyebabkan diabetes, indeks massa tubuh tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Mengenai penemuan ini, Dr Christopher Murray, direktur IHME, menyebutkan bahwa "ini merupakan masalah besar di dunia. Rangkaian masalah yang semakin buruk. Yang penanganannya merupakan sesuatu yang sangat, sangat menantang bagi tenaga kesehatan dan sistem kesehatan."

Apa itu "menu makan sempurna", menurut ahli

Kemudian, Dr Murray berpikir mungkin pemegang kebijakan tidak terlalu memperhatikan hubungan antara pola makan dan kesehatan. Ia menyarankan agar orang-orang lebih banyak makan buah, karena memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan.

Ia juga menyebutkan bahwa minuman bergula sangat merusak tubuh. Di samping itu, belakangan ini peneliti berhasil membuktikan bahwa daging merah tidak memberikan risiko kesehatan apapun, meskipun demikian, manusia tetap harus lebih banyak makan kacang-kacangan berserat daripada daging merah.

Pada umumnya, orang-orang harus memahami apa yang mereka makan, seperti apa kandungan sehat dalam makanan mereka yang akan melindungi tubuh dan juga terus memeriksakan kesehatan mereka.

"Kita harus memperhatikan hal ini secara hati-hati, mengenai kandungan apa yang sehat dalam makanan kita, yang melindungi tubuh," saran Dr Murray. Dengan dukungan penelitian ini, peneliti menyadari secepat dan sebesar apa efek dan penyebaran penyakit disebabkan obesitas dan pola makan yang sedang terjadi di seluruh dunia.

Direktur perbaikan kesehatan di Kesehatan Masyarakat Inggris, Prof John Newton, mengatakan, "Saya pikir orang-orang tidak menyadari secepat apa perubahan fokus sekarang ke penyakit non-komunikabel – misalnya, kanker, penyakit jantung, dan stroke – dan penyakit-penyakit yang muncul akibat pola makan buruk. Jumlahnya cukup mengejutkan dalam data kami."

Prof Newton kemudian menambahkan bahwa ini merupakan masalah dunia yang harus diperbaiki di hampir semua negara. Meskipun demikian, ia mengatakan, "tidak satupun negara di dunia yang bisa menyelesaikan masalah ini dan ini merupakan masalah yang harus benar-benar kita pikirkan."

Penelitian ini juga menemukan bahwa lebih dari satu juta orang di seluruh dunia memiliki masalah kesehatan dengan depresi sebagai salah satu dari 10 penyebab terbesar gangguan kesehatan mental. Banyak juga orang, yang memiliki gangguan kesalahan penggunaan substansi tertentu. MIMS

Bacaan lain:
Makanan adalah obat: Apakah nutrisi saja cukup untuk menyembuhkan penyakit?
Susu kecoa - Makanan sehat terbaru
Orthorexia nervosa: Apakah Anda terobsesi dengan makanan sehat?

Sumber:
https://www.theguardian.com/society/2017/sep/14/poor-diet-is-a-factor-in-one-in-five-deaths-global-disease-study-reveals
http://fox6now.com/2017/09/14/people-are-living-longer-but-violent-deaths-are-on-the-rise/