Valbenazine telah disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) untuk terapi diskinesia tardif pada orang dewasa, gerakan tidak diinginkan yang terjadi karena penggunaan obat antipsikotik dosis tinggi atau dalam jangka panjang.

Industri farmasetika, Neurocrine Biosciences, yang berpusat di San Diego, California, mengalahkan Teva Pharmaceuticals dalam perlombaan mendapat persetujuan FDA pertama untuk penghambat transporter monoamin vesikular 2 (VMAT2), yang juga dikenal sebagai valbenazine.

"Diskinesia tardif bisa menghentikan dan kemudian menenangkan pasien dengan penyakit mental," kata Mitchell Mathis, direktur Divisi Produk Psikiatrik di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat milik FDA.

"Menyetujui obat pertamanya untuk terapi diskinesia tardif merupakan kemajuan penting bagi pasien yang menderita masalah kesehatan ini."

Diskinesia tardif merupakan efek samping dari obat antipsikotik

Diskinesia tardif (DT) banyak terjadi karena penggunaan obat antipsikotik, terutama obat golongan yang sudah tua. Sekitar 5% hingga 8% pasien yang mendapat terapi dengan obat antipsikotik dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi cenderung akan mengalami gangguan ini. Ini merupakan efek samping serius yang menyebabkan tubuh bergerak secara tidak terkontrol dan tidak terkoordinasi.

Selain gangguan psikiatrik, pasien yang menderita DT cenderung terisolasi dalam lingkungan sosial dengan kemungkinan mengalami dismorfobia, dan kemudian bisa menyebabkan bunuh diri. Selain itu, stres emosi dan fisik bisa menjadi semakin memperburuk gerakan diskinetik.

"Hingga sekarang, salah satu pilihan yang ada bagi dokter, ketika menangani DT, adalah dengan menghentikan, mengubah, atau menurunkan dosis obat antipsikotik, yang berpotensi menurunkan stabilitas psikiatrik pasien," kata Christoph U Correll, profesor psikiatri dan pengobatan molekuler di Fakultas Kedokteran hifstra Northwell.

Obat, yang menghambat VMAT2 dan menurunkan jumlah pelepasan dopamin di otak, bisa menjadi pilihan bagi pasien yang sudah menderita gangguan mental untuk menangani gejala DT mereka.

"Terapi diskinesia tardif merupakan tahap yang menjanjikan dan sangat menggembirakan karena adanya satu kemajuan dalam terapi kondisi kesehatan mental," kata Paul Gionfriddo, presiden dan CEO Kesehatan Mental Amerika.

"Dengan adanya persetujuan terapi oleh FDA, penderita dan dokter sekarang bisa lebih banyak mengadakan diskusi yang produktif dan proaktif mengenai DT."

Penelitian klinis fase III menunjukkan adanya 50% penurunan gejala

Penelitian fase III penghambat VMAT 2 dilakukan oleh Neurocrine untuk membandingkan valbenazine 80mg dan 40 mg dibandingkan placebo selama enam minggu pada 234 pasien schizoprenia, gangguan schizoafektif atau gangguan suasana hati. Menurut hasil ini, sejumlah total 40% partisipan yang menerima valbenazine mengalami setidaknya 50% penurunan dalam skor total Skala Gerakan Tidak Diinginkan yang Abnormal (AIMS), dibandingkan dengan 8,7% pasien placebo.

Penelitian klinis juga menunjukkan adanya perbaikan yang cepat dan kontinyu dalam gejala DT selama terapi 48 minggu, mengindikasikan kemajuan besar dalam aplikasi terapeutik. Selain itu, satu-satunya efek samping buruk yang terjadi pada lebih dari 5% pasien adalah rasa kantuk dan mulut kering.

Obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk dan perpanjangan QT. Dengan demikian, pasien dengan sindrom QT panjang karena keturunan atau dengan detak jantung abnormal dengan perpanjangan interval QT disarankan untuk tidak menggunakan valbenazine. Pasien yang menerima valbenazine untuk terapi juga disarankan untuk tidak menyetir atau mengoperasikan mesin berat atau melakukan aktivitas berisiko tinggi sebelum efek obat sudah diketahui secara pasti.

Karena valbenazine akan segera masuk ke pasaran, obat yang baru disetujui FDA ini akan segera dipasarkan ke tenaga kesehatan di bulan Mei mendatang. MIMS

Bacaan lain:
Imunoterapi bisa mempercepat pertumbuhan tumor, kata peneliti kanker
Kemajuan ilmu pengetahuan mengenai penyakit Parkinson
Kontrasepsi oral melindungi wanita dari kanker
Penelitian terbaru menunjukkan ada hubungan antara antibiotik dan polip kolon


Sumber:
https://www.statnews.com/2017/04/11/tardive-dyskinesia-neurocrine-movement-disorder/
http://reliawire.com/valbenazine-tardive-dyskinesia/
https://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm552418.htm
http://www.fiercebiotech.com/biotech/neurocrine-posts-full-phase-3-ingrezza-data-as-pdufa-date-showdown-teva-tardive-dyskinesia
http://pipelinereview.com/index.php/2017041264299/Small-Molecules/Neurocrine-Announces-FDA-Approval-of-INGREZZA-TM-valbenazine-Capsules-as-the-First-and-Only-Approved-Treatment-for-Adults-with-Tardive-Dyskinesia-TD.html
http://www.genengnews.com/gen-news-highlights/fda-clears-neurocrines-vmat2-inhibitor-as-first-treatment-for-tardive-dyskinesia/81254183
http://www.neurologyadvisor.com/movement-disorders/first-tardive-dyskinesia-treatment-ingrezza-approved-by-us-fda/article/649999/?webSyncID=706c68b9-e929-0d36-293e-a75d33091989&sessionGUID=41d8e326-ebde-5ea2-3c38-b893e6b6a71e