Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan surat peringatan ke 14 perusahaan di Amerika Serikat karena menjual klaim palsu mengenai produk herbal, tinctur, teh dan produk lain yang bisa mencegah, mendiagnosis atau menyembuhkan kanker - semua produk ini dijual melalui media sosial tanpa persetujuan FDA.

"Konsumen tidak boleh menggunakan produk ini atau produk serupa yang belum disetujui karena produk ini bisa jadi tidak aman dan bisa membuat pasien tidak mengikuti saran, diagnosis atau terapi kanker yang sesuai dan berpotensi bisa menyelamatkan nyawa," kata direktur Office of Enforcement and Import Operations di kantor Regulatory Affairs milik FDA, Douglas Stearn.

"Kami memperingati orang-orang untuk tetap waspada saat berselancar di dunia maya atau di toko, dan menghindari membeli produk yang dipasarkan untuk menyembuhkan kanker tanpa bukti yang jelas. Pasien perlu melakukan konsultasi kesehatan ke tenaga kesehatan profesional mengenai pencegahan, diagnosis, dan terapi kanker yang seharusnya.

Perusahaan menggunakan media sosial untuk menjual terapi yang belum terbukti manfaatnya

Perusahaan telah melanggar undang-undang pemerintah tentang, makanan, obat dan kosmetika, menggunakan teknik pemasaran yang picik dengan mengklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit - sebelum membuktikannya ke FDA bahwa produk ini merupakan produk yang aman dan efektif.

Lebih dari 65 produk dijual secara ilegal, termasuk berbagai pil, krim topikal, sirup, salep, dan teh baik untuk manusia dan juga hewan peliharaan. Salah satu perusahaan juga mempromosikan "termografi" - pengambilan gambar melalui suhu inframerah digital - sebagai alat diagnosis yang belum terbukti untuk kanker payudara, dan menyebutnya "lebih sensitif daripada mamografi."

Perusahaan ini mengambil untung dari pasien yang putus asa mencari kesembuhan dan kecenderungan manusia untuk menganggap bahwa terapi "alami" lebih efektif dibandingkan terapi konvensional.

"Warga Amerika menghabiskan uang miliaran dollar untuk membeli obat ini, mengindikasikan bahwa pengguna percaya ada gunanya mereka mencoba pengobatan ini," menurut National Center for Health Statistics tahun lalu.

Meskipun demikian, produk yang diberi label "alami" ini bisa jadi mengandung senyawa berbahaya.

"Biji dalam produk ini mengadnung sejumlah kecil substansi yang disebut nitrilosida amigdalin. Senyawa ini langsung mengarah ke sel kanker, merusaknya, dan membunuhnya," kata perusahaan yang mempromosikan biji aprikot sebagai terapi antikanker, meskipun faktanya mengonsumsi biji ini bisa menyebabkan keracunan sianida.

Penipuan masih tetap ada meskipun FDA sudah mengeluarkan peringatan

Beberapa penjual berusaha menghindari pelanggaran dengan menyediakan sangkalan, dalam cetakan kecil, menyatakan bahwa produk mereka tidak dibuat untuk mencegah, mendiagnosis, atau menyembuhkan penyakit apapun - setelah membuat klaim salah.

"Membuat klaim dan kemudian mengatakan bahwa Anda tidak melakukannya mungkin tampak pintar, tetapi teknik ini tidak berlaku di hadapan hukum yang berusaha melindungi kesehatan publik," kata Stearn.

Dalam 10 tahun terakhir, FDA sudah mengeluarkan 90 surat peringatan ke perusahaan lain yang tertangkap menjual produk dengan klaim palsu. Meskipun FDA tetap memonitor dengan ketat dan mengambil tindakan terhadap perusahaan tersebut, namun banyak produk lain yang merusak dan tidak disetujui masih terjual di pasaran.

Setiap perusahaan diberikan 15 hari untuk memperbaiki klaim pemasaran atau memberikan waktu bagi perusahaan untuk merencanakan bagaimana mereka akan memperbaikinya dan membuatnya patuh terhadap hukum. Saat perusahaan ini gagal memberi respon terhadap FDA, mereka akan menghadapi tindakan hukum selanjutnya, termasuk penuntutan kriminalisasi, penarikan produk dan menghadapi pengadilan.

Penjual yang gagal memperbaiki penipuan yang dicatat dalam surat peringatan juga bisa dipenjara selama satu tahun, lima tahun percobaan dan denda sebesar $100.000 atau dua kali keuntungan. Sementara itu, FDA meminta konsumen agar tetap waspada dan melaporkan reaksi simpang disebabkan menggunakan produk ini.

"Saran ke konsumen adalah: Produk ini belum teruji. Beberapa mengandung senyawa yang mungkin berisiko terhadap kesehatan Anda," kata FDA.

"Senyawa di dalamnya mungkin berinteraksi secara berbahaya dengan obat resep. Produk ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti terapi yang seharusnya. Menggunakan produk ini bisa jadi membuang uang Anda, dan yang lebih penting lagi, membahayakan kesehatan Anda." MIMS

Bacaan lain:
Rokok sehat, mungkinkah?
Apoteker, berikut mengapa tren suplemen harus dipertimbangkan
Resep berlebih: Apakah manfaatnya untuk dokter atau pasien mereka?
Mengapa tenaga kesehatan lebih memilih teh daripada kopi?


Sumber:
https://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm554698.htm 
http://www.nbcnews.com/health/health-news/fda-warns-14-fraudulent-cancer-cure-companies-n750736 
http://www.nbcnews.com/health/health-news/americans-spend-30-billion-year-alternative-medicine-n596976 
https://blogs.fda.gov/fdavoice/index.php/2017/04/fda-takes-action-against-fraudulent-cancer-products/?source=govdelivery&utm_medium=email&utm_source=govdelivery 
https://www.washingtonpost.com/news/to-your-health/wp/2017/04/25/fda-cracks-down-on-companies-peddling-fraudulent-cancer-treatments/?utm_term=.291276c84915