Komisioner Food and Drug Administration (FDA), Scott Gottlieb, menyatakan bahwa FDA memiliki sejumlah 'besar' lowongan pekerjaan. Namun, kebijakan perekrutan terbaru yang dikeluarkan pada bulan Agustus lalu akan menyulitkan para peneliti asing untuk terekrut.

Manager perekrutan karyawan di Amerika diminta untuk tidak diizinkan untuk menerima CV seseorang yang tidak pernah tinggal di negara tersebut selama setidaknya tiga dari lima tahun terakhir. Hal ini juga diikuti perubahan baru dalam informasi latar belakang peneliti, yang wajib untuk semua pegawai pemerintahan, yaitu memiliki kartu pengenal.

Perubahan ini diharapkan akan diberlakukan pada 1 Oktober tahun ini – dan kebijakan ini membuat para staf FDA "cemas" dan "terkejut".

Gerakan yang membuat "cemas" mereka yang bekerja di FDA

"Kebijakan ini memengaruhi keseluruhan pekerjaan saintifik," ungkap seorang peneliti, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya karena ia tidak berhak berbicara mengenai hal ini. "Kita semua mendengar presentasi tersebut dan mengatakan, 'Apa?'"

Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut akan "menyusahkan" mereka yang bertalenta dan sistem perekrutan. Ia mengatakan bahwa banyak pekerja di FDA mungkin tidak terekrut jika kebijakan tersebut sudah diterapkan. Menurut sebuah kajian dari agensi, FDA mempekerjakan lebih dari 100 peneliti dan asosiat.

Scott Gottlieb, Commissioner of FDA says the agency has a ‘substantial’ amount of job vacancies to fill. Photo credit: FiercePharma
Scott Gottlieb, Commissioner of FDA says the agency has a ‘substantial’ amount of job vacancies to fill. Photo credit: FiercePharma


Ketatnya kebijakan baru dan kata-kata dari Komisioner FDA, Gottlieb, tampak aneh.

Hanya satu bulan sebelum aplikasi kebijakan, Komisioner menulis dalam suatu blog bahwa "Terlalu banyak posisi [FDA] yang terbuka,... pekerjaan masih sangat banyak", dan bahwa "Tujuan [FDA} adalah untuk mempercepat proses perekrutan".

Tidak jelas apakah agensi relevan lainnya memiliki pola pikiran yang sama. Atau, ini memiliki implikasi pada ukuran pemilik talenta dan komunitas peneliti di Amerika Serikat.

Pengaturan yang lebih ketat disebabkan tidak cukupnya bukti untuk memeriksa latar belakang pekerja

Di Amerika, hampir semua pegawai negri harus menerima Kartu Verifikasi Identitas Pribadi (PIV) agar dapat melakukan pekerjaan mereka. Sebagai bagian dari persyaratan, semua pekerja harus melalui pemeriksaan latar belakang wajib, dan relatif standar untuk mendapat kartu.

Seorang pembicara FDA menyatakan bahwa pemeriksaan baru dan lebih ketat dilakukan sesuai dengan panduan dari Departemen Keamanan Bangsa (DHS), yang yuridiksi akan masalah kartu PIV pegawai menjadi semakin lemah.

"Pemerintah bermaksud untuk merefleksikan kebijakan DHS secara akurat dan akan terus melakukan evaluasi mengenai rencana implementasinya, dan membuat penyesuaian yang cocok," ungkap pembicaranya.

Sekarang, ada kebijakan yang lebih ketat di FDA dalam perubahan kebijakan untuk mendapatkan kartu PIV – pemerintah sekarang meminta lebih banyak informasi untuk pemeriksaan latar belakang, yang tidak bisa diperoleh kecuali mereka sudah pernah tinggal di Amerika selama setidaknya tiga dari lima tahun terakhir.

Dengan demikian, dokumen FDA merekomendasikan "bahwa manager perekrutan harus menanyakan calon karyawan mengenai berapa lama mereka sudah tinggal di Amerika sebelum mengajukan CV."

Tidak ada solusi untuk karyawan baru FDA

Sebelumnya, tidak ada spesifikasi kriteria "tiga-dari-lima." Meskipun dari tahun 2008, kebijakan resmi pemerintah mengenai kartu pengenal membuat adanya perbedaan antara non-penduduk yang sudah tinggal di Amerika selama minimal tiga tahun, dan mereka yang belum.

Di bawah kebijakan tahun 2008, bahkan non-penduduk yang sudah tinggal di Amerika selama kurang dari tiga tahun bisa direkrut. Pemeriksaan latar belakang wajib ditunda hingga pekerja bersangkutan sudah tinggal di Amerika selama tiga tahun. (Mereka menggunakan kartu pengenal berbeda sambil menunggu)

Pemerintahan lain memutuskan untuk mengambil solusi akan perubahan kebijakan ini. Misalnya, di National Institutes of Health (NIH) – yang menerima ribuan peneliti asing dari lebih dari 100 negara setiap tahunnya – karyawan baru non-penduduk diizinkan untuk melakukan pemeriksaan latar belakang secara terpisah untuk mendapatkan kartu "Akses Lokal Terbatas". Solusi ini membuat mereka bisa direkrut, meskipun mereka tidak memiliki akses bebas ke database pemerintah. Menurut pembicara NIH, proses perekrutan ini biasanya tidak akan berubah.

Sudah jelas bahwa solusi seperti ini tidak akan tersedia lagi di FDA setelah 1 Oktober. Meskipun demikian, dokumen FDA juga menyatakan bahwa perubahan tidak akan memengaruhi pekerja non-penduduk yang sekarang sudah  bekerja.

Selain ini ada juga pelarangan wisata Presiden Trump di awal tahun 2017 yang sudah banyak memengaruhi industri dan akademi. Dengan kebijakan perekrutan baru ini, komunitas peneliti, yang sangat bergantung pada kolaborasi internasional, akan cenderung terpengaruh. MIMS

Bacaan lain:
Efek psikososial dari "terus bergerak" dan menjadi "korban kedua" dalam dunia tenaga kesehatan
Penelitian menemukan ada hubungan antara keguguran dan tingkat stres di usia 20an
Penelitian adalah Seni: Warna-warni kehidupan

Sumber:
https://www.statnews.com/2017/08/11/fda-hiring-non-citizens/
https://blogs.fda.gov/fdavoice/index.php/2017/07/building-a-strong-fda-workforce-to-bring-scientific-advances-to-patients/
http://www.raps.org/Regulatory-Focus/News/2017/07/17/28090/Update-Gottlieb-Lays-Out-Plans-to-Bolster-FDAs-Staff/