Bagi pasien yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium difficile, atau C. diff – inflamasi pada kolon, bisa jadi mengalami infeksi yang fatal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan bahwa C. diff menyebabkan kematian hingga 29.000 orang tiap tahunnya. Penggunaan antibiotik sebagai terapi infeksi ini cenderung membunuh bakteri baik dan jahat di usus, tak menyisakan apapun, kecuali C. diff, yang terkadang resisten terhadap antibiotik.

Antibiotik yang lebih kuat untuk terapi 
C. diff mungkin memberikan efikasi. Namun, gejala infeksi sering kambuh lagi. Untungnya, ketika terapi standar tidak memberikan hasil, pasien dapat mencoba transplantasi mikrobiota tinja atau faecal microbiota transplant (FMT).

Lebih dari sekedar kotoran

FMT, atau transplantasi tinja adalah metode yang mulai populer untuk terapi infeksi C. diff. Melalui retensi enema, tinja donor ditransplantasikan ke dalam usus pasien untuk memperbaiki keseimbangan bakteri baik dan jahat. Sampel tinja disaring, dicairkan dan dimasukkan ke usus besar pasien melalui nasal atau rektal, seperti kolonoskopi. FMT menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi sebesar 90%, tanpa kekambuhan.

Kelemahan FMT adalah pasien harus mencari donor atau pergi ke bank tinja. Pendonor dengan tinja sehat hanya ada sedikit, yaitu 3% dari populasi penduduk Amerika. Persiapan dan pengecekan kualitas sampel juga berbeda antara satu bank tinja dengan bank tinja lainnya. Yayasan Transplantasi Tinja Amerika Serikat juga menyatakan bahwa ada sedikit peraturan yang mengatur hal ini.

"Setiap pendonor berbeda. Begitu juga dengan manajemen di setiap pusat penyiapan transplantasi tinja," ungkap David Cook, kepala penelitian dan pengembangan Seres Therapeutics. "Prosedur ini tidak menjalani pemeriksaan ketat untuk pengendalian mutu seperti yang dilakukan oleh industri farmasi modern."

Selain itu, metode ini mempunyai risiko dan memerlukan biaya kolonoskopi, yang juga merupakan prosedur invasif.

"Prosedur FMT sangat sederhana," tegas Catherine Duff, pendiri Yayasan Transplantasi Tinja yang juga pernah terinfeksi C. diff sebanyak tujuh kali. "Hambatan utama dari metode FMT adalah menemukan donor yang tepat dan bagaimana cara mengatasi kesan menjijikkan," tambahnya.

Konsumsi mikroba tinja secara oral

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk kesehatan usus, dimana beberapa infeksi dan penyakit terkait erat dengan perubahan komposisi mikroba usus. FMT semakin berkembang, terutama karena ada banyak pasien yang sudah siap menunggu. Setengah juta kasus infeksi C. diff tercatat setiap tahunnya di Amerika Serikat, dengan 85.000-110.000 pasien cenderung mengalami kekambuhan. Industri farmasi menyadari hal ini dan berinovasi untuk menghilangkan kesan menjijikkan dengan mendesain FMT dalam bentuk pil.

James Mcllory, CEO dari EnteroBiotix, perusahaan bioteknologi yang membuat sediaan pil FMT mengatakan bahwa cara ini merupakan cara yang lebih terukur bagi pasien. "FMT menyediakan banyak strain bakteri dari sampel donor, namun hanya strain bakteri penting yang akan hidup pada kolon penerima," katanya. "Beberapa donor tampaknya lebih cocok untuk beberapa pasien saja. Ini berarti ada kemungkinan untuk menggunakan hasil FMT dalam rancangan mikroba bakteri."

Saat ini, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat masih menganggap FMT sebagai upaya terakhir setelah semua terapi lain gagal, dan masih dalam status 'investigasi' walaupun terbukti memberi efek baik. Dengan harapan besar bahwa FMT ter-enkapsulasi bisa mengubah keadaan – dengan harga yang kompetitif antar produsen farmasi. Mcllory menjelaskan, "fase FMT berikutnya  akan melibatkan standarisasi terapi dan menstratifikasi pendonor dan pasien."

FMT juga berpotensi untuk digunakan dalam terapi penyakit lain, dari berbagai penyakit radang usus bahkan hingga obesitas, diabetes dan penyakit autoimun. Hampir 200 uji klinis sedang dilakukan hingga sekarang. MIMS

Bacaan lain:

Ancaman resistensi antimikroba
Sejarah panjang krisis resistensi antimikroba
Apakah bakteri usus memengaruhi kesehatan manusia?

Sumber:
https://www.reuters.com/article/us-cdiff-drugs-idUSKCN1B81X3
https://www.technologynetworks.com/tn/articles/micro-creating-bacteria-based-therapeutics-291252
http://www.abc.net.au/news/2017-05-09/faecal-transplant-side-effects-explored-at-conference/8510270
http://www.openbiome.org/press-releases/2015/10/28/fecal-transplant-pills-large-scale-production-begins-following-successful-dosing-study
http://www.kptv.com/story/26567654/forget-the-ick-factor-portland-woman-says-fecal-transplant-saved-her-life
http://www.mypalmbeachpost.com/news/transplant-with-ick-factor-has-amazing-results/JPRNEHQRV4AMH7TVbgoUnM/