Menurut UNAids, di tahun 2016, sejumlah total 36,7 juta orang di seluruh dunia hidup dengan virus HIV. Dilaporkan terdapat 1,8 juta infeksi baru dalam tahun tersebut.

Di dunia, ada sekitar 13% penurunan infeksi baru dari tahun 2010 hingga 2016. Selain itu, sekitar 19,5 juta populasi terinfeksi HIV sekarang memiliki akses ke bantuan medis dan PBB ingin menurunkan angka ini menjadi 30 juta di tahun 2020.

Asia Pasifik: Adanya ancaman peningkatan infeksi

PBB membentuk target 90-90-90, yang berfokus pada penekanan infeksi virus pada pasien Aids. Tujuannya adalah agar 90% pengidap HIV/AIDS mengetahui status mereka, 90% pengidap HIV mengetahui status dan mengobati diri mereka, dan 90% orang yang melakukan terapi bisa menekan aktivitas virus.

Dalam laporan yang diberi judul 'Ending Aids: Progress Towards the 90-90-90 Targets', PBB mengatakan bahwa hanya 71% penduduk Asia Pasifik, secara keseluruhan, yang mengetahui status HIV mereka. Selain itu, 66% pengidap HIV yang mengeathui status mereka sedang melakukan pengobatan dan hanya 83% yang berhasil menekan aktivitas virus.

Mayoritas infeksi HIV bisa ditemukan di enam negara Asean: Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, Myanmar dan Thailand. Negara ini, bersama India, Cina, Pakistan dan Papua Nugini, merupakan 10 negara yang jika digabungkan merupakan kontributor terbesar (95% dari semua infeksi HIV baru) di tahun 2016.

Tren berbeda juga bisa ditemukan di beberapa negara. Khususnya antara 2010 dan 2016, dimana ada penurunan tajam kasus infeksi baru tahunan di Thailand dengan penurunan 50%. Vietnam dan Myanmar juga mengalami penurunan kasus infesi baru sebesar 34% dan 26%. Di sisi lain, Pakistan menunjukkan peningkatan kasus infeksi baru sebesar 29%.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, infeksi HIV terbesar terjadi di Filipina, dengan 141% peningkatan kasus infeksi baru. Di akhir tahun 2016, sekitar 10.500 warga Filipina terinfeksi HIV, meningkat dari 4.300 kasus di tahun 2010. Menurut departemen kesehatan masyarakat Filipina, dua dari tiga infeksi HIV baru terjadi pada pria berusia 15 hingga 24 tahun dan mereka tidak sadar akan gejala dan terapi HIV.

Situasi HIV di Indonesia

Di Indonesia, HIV/AIDS pertama kali ditemukan di provinsi Bali pada tahun 1987. Di tahun 2014, HIV/AIDS sudah menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Berbagai upaya penanggulangan sudah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan berbagai lembaga dalam negeri dan luar negeri.

Pola penularan HIV berdasarkan kelompok umur tidak banyak berubah dari tahun 2010 hingga 2014. Infeksi HIV paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif atau 25-49 tahun, diikuti dengan kelompok usia 20-24 tahun. Selain itu, dari tahun 2008-2014, pola penularan HIV pun tidak banyak berubah, yaitu lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Berdasarkan laporan provinsi, jumlah (kumulatif) kasus infeksi HIV yang dilaporkan sejak tahun 1987 hingga September 2014, terbanyak terjadi di provinsi DKI Jakarta (32.782 kasus), diikuti dengan Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. MIMS

Situasi HIV di Malaysia dan Singapura: Klik di sini

Bacaan lain:
3 perkembangan terbaru penelitian HIV
Meningkatkan harapan hidup pasien pengidap HIV
10 obat paling penting sepanjang sejarah

Sumber:
http://www.unaids.org/sites/default/files/media_asset/Global_AIDS_update_2017_en.pdf
https://www.reuters.com/article/us-health-aids-philippines-idUSKBN1AH3CW
http://www.thestar.com.my/news/nation/2017/07/23/malaysia-among-top-ten-asian-nations-affected-by-hiv/
http://www.aidsdatahub.org/sites/default/files/publication/Malaysia_National_strategic_plan_2016-2030.pdf 
http://www.straitstimes.com/asia/asean-nations-see-bulk-of-new-hiv-infections-in-asia-pacific
https://www.moh.gov.sg/content/moh_web/home/statistics/infectiousDiseasesStatistics/HIV_Stats/update-on-the-hiv-aids-situation-in-singapore-2016--june-2017-.html
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%20AIDS.pdf