Demi teknik pengobatan modern, manusia membuat banyak pertanyaan dan terkadang harus menghadapi momen menyakitkan untuk menjawabnya. Dimulai dari sengaja memaparkan penyakit hingga mengamputasi seseorang tanpa anestesi.

Namun fakta tidak menyenangkan ini telah banyak memberikan kontribusi pada pengetahuan medis hari ini.

1) Penemuan vaksin pertama

Vaksin pertama kali ditemukan oleh Dr. Edward Jenner, meliputi paparan tidak mengaja pada anak berusia delapan tahun, bernama James Phipps, ke cacar sapi kemudian diikuti dengan paparan kedua ke cacar. Jenner meneliti bahwa perempuan yang bekerja di perusahaan susu tidak terkena cacar, disebabkan paparannya ke virus serupa tetapi dengan paparan yang lebih ringan, dan kemudian disebut sebagai cacar sapi.

Jenner menyuntikkan nanah dari lesi cacar sapi ke Phipps, yang kemudian menjadi sakit cacar tetapi tidak berapa lama sembuh kembali. Dua bulan kemudian, Jenner menginjeksikan cacar ke Phipps, untuk mengecek imunitasnya melawan cacar air. Eksperimen ini mungkin dapat membunuh anak tersebut, tetapi faktanya ia berhasil menemukan vaksin pertama.

Dengan standar sekarang, eksperimen Jenner tidak akan pernah dapat dilakukan karena anak atau orangtuanya sudah mengetahui bahwa sang anak menjadi subjek eksperimen cacar air.

2) Eksperimen sadis oleh Nazi

Selama perang dunia kedua, banyak dokter Nazi melakukan eksperimen pada tahanan kamp konsentrasi, misalnya dengan melakukan sterilisasi, menyebabkan hipotermia, hingga memaparkan virus tuberkulosis ke tahanan. Kebanyakan eksperimen ini dilakukan oleh Josef Mengele, yang juga dikenal sebagai “Malaikat Kematian.”

Mengele menggunakan orang kembar untuk meneliti hereditas dan sumber penyakit genetik. Ia melakukan eksperimen pada salah satu dari si kembar, dengan menginjeksi penyakit atau dengan sengaja mengamputasi bagian tubuhnya untuk membandingkan intervensi yang ia berikan dengan kembaran sehat, akhirnya ia akan mengautopsi kedua subjek uji kembar tersebut. Ia juga terkenal sebagai orang yang menginjeksikan senyawa kimia ke mata anak dan melakukan berbagai pembedahan tanpa anestesia.

3) Eksperimen sadis oleh pemerintah Jepang

Kekejaman perang dunia II lain adalah yang dilakukan Unit 731 ke tahanan perang Jepang. yang terdiri dari warga Rusia dan Cina. Unit ini melakukan pembedahan tanpa anestesi, mengamputasi anggota tubuh untuk meneliti kehilangan darah, melakukan transfusi darah menggunakan darah hewan, memutar seseorang hingga meninggal dan memaparkan subjek uji dengan berbagai penyakit. Unit ini juga terlibat dalam penelitian perang biologis, meskipun tidak ada bukti daftar eksperimen lengkap yang ditemukan.

“Para subjek uji sudah mengetahui bahwa waktu itu merupakan akhir hidupnya, dan mereka tidak berontak ketika dibawa ke ruangan dan diikat. Tetapi ketika saya mengangkat pisau bedah, itulah saat mereka mulai berteriak. Saya menyobek dada hingga ke perutnya, ia akan berteriak sangat keras, dan wajahnya menahan penderitaan yang sangat mendalam. Ia membuat suara yang tidak bisa dibayangkan, suara teriakannya sangat mengerikan … Ini merupakan apa yang dihadapi dokter bedah sehari-hari, tetapi ini momen yang mengerikan untuk saya karena itu merupakan pengalaman pertama saya,” kata asisten medis Jepang yang bergabung dalam Unit 731. Ia berbicara dalam kondisi sangat menderita.

Ia menjelaskan bahwa membedah makhluk hidup (termasuk manusia) merupakan bagian dari eksperimen untuk mengembangkan bom virus dan subjek yang ia katakan selama wawancara merupakan subjek terinfeksi virus dan pembedahan makhluk hidup dilakukan untuk mengetahui efek virus. Tidak ada anestesi yang digunakan untuk mencegah kemungkinan mengganggu hasil percobaan.

4) Eksperimen yang mengambil manfaat dari kerentanan manusia

Mulai dari tahun 1956 hingga 1970, anak keterbelakangan mental di Sekolah Swasta Willowbrook di New York sengaja diinfeksi hepatitis sehingga dokter dapat mengetahui jalur penyebarannya di populasi dan meneliti bagaimana virus akan memberikan respon ke injeksi globulin gamma.

Kondisi lain adalah eksperimen Tuskegee, sebuah penelitian klinis berjangka waktu 40 tahun yang dilakukan oleh Pelayanan Kesehatan Publik A. S tahun 1932 di Institut Tuskegee. Empat ratus petani miskin dari tempat tertinggal diberi “perawatan kesehatan gratis” tanpa pernah mengetahui bahwa mereka menderita atau mereka diterapi untuk penyakit sifilis.

Peneliti kemudian membayar mereka dengan makanan dan uang pemakaman karena mereka dimonitor untuk mengetahui perkembangan sifilis yang tidak diterapi. Kemudian, penelitian ini dianggap tidak berguna, karena di tahun 1947 sifilis berhasil disembuhkan dengan penicillin.

Eksperimen serupa dengan eksperimen Tuskegee juga dilakukan di institusi dan penjara Guatemalan, dimana 700 pria dan wanita tidak mengetahui bahwa mereka diinfeksi oleh sifilis dan gonorea. Tujuan eksperimen ini berbeda dari eksperimen Tuskgee karena ditujukkan untuk mempelajari efek penicillin dalam mencegah dan mengatasi penyakit menular seksual.

5) Lahirnya etika modern

Eksperimen tanpa etika yang mengerikan pada manusia saat perang dunia II menghasilkan Kode Nuremberg dan melahirkan prinsip etika penelitian yang mendefisikan legitimasi penelitian medis. Kode etik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Deklarasi Helsinki diikuti dengan prinsip Praktek Klinis yang Baik.

Selain itu, perlindungan untuk populasi tahanan dalam penelitian medis juga telah dihentikan pada tahun 1960an karena sekitar 90% penelitian farmasetik dilakukan pada tahanan Amerika Seikat karena adanya kebutuhan jumlah subjek uji yang besar. Meskipun terdapat perlindungan, penghuni tahanan masih dapat menjadi sukarelawan untuk ikut serta dalam penelitian klinis, kekerasan mungkin timbul.

Maka, pertanyaan yang sering muncul adalah perlukah menggunakan subjek uji manusia yang penuh risiko demi kepentingan sains. MIMS

Sumber:
http://www.healthline.com/health-news/strange-the-sordid-history-of-human-experimentation-101213
http://theconversation.com/human-experiments-the-good-the-bad-and-the-ugly-39876
https://www.scientificamerican.com/article/should-prisoners-be-used-in-medical-experiments/
http://www.unit731.org/Experiments.html
http://www.nytimes.com/1995/03/17/world/unmasking-horror-a-special-report-japan-confronting-gruesome-war-atrocity.html?pagewanted=all&src=pm