Dokter Inggris mengambil langkah untuk terapi kanker payudara, yang merupakan penyebab kedua kematian wanita terbanyak di dunia.

Dipelopori oleh konsultan radiologis Taghreed Toma dari Rumah Sakit Southend, Essex, eksisi dengan vakum untuk kanker payudara baru-baru ini berhasil dilakukan pada seorang wanita yang kondisi kesehatannya membuat dia tidak cocok mendapat prosedur operasi dengan anestesi umum.

Hanya dibutuhkan tusukan jarum ke kulit

Toma mengatakan, "Pasien memiliki kanker berukuran 5 cm dan kami tidak ingin ada risiko muncul akibat penggunaan anestesi umum."

Dan prosedur non-operasi tidak membutuhkan penggunaan anestesi umum.

Toma menjelaskan, "Pada umumnya, lesi tumor payudara bisa diterapi dengan operasi di bawah anestesi umum. Tetapi pasien saya memiliki kondisi khusus sehingga sulit memberikan terapi ini."

Dalam prosedur eksisi dengan bantuan vakum, pasien diberikan anestesi lokal dimana ia tetap sadar saat dokter bedah memasukkan jarum ke payudaranya, dan sejumlah jaringan payudara disedot keluar. Prosedur ini dilakukan berulang kali hingga benjolan hilang.

Gambar ultrasound atau mammogram digunakan untuk memonitor prosedur. Ketika benjolan berhasil dibuang, jarum ditarik keluar dan diberikan tekanan selama beberapa waktu terakhir untuk menghentikan perdarahan.

Sangat bermanfaat bagi pasien dan rumah sakit

Invasi minimal, prosedur dilakukan hanya dengan menusuk jarum ke kulit selama 30 menit. Hanya dibutuhkan waktu sebentar untuk masa penyembuhan dan kemudian pasien bisa langsung pulang dan kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari.

"Ini berarti pasien bisa datang ke klinik payudara untuk mendapat prosedur dan diizinkan pulang 30 menit kemudian."

Di waktu yang sama, pendekatan ini bisa digunakan sebagai salah satu perencanaan logistik di rumah sakit, karena jumlah dan lama pasien rawat inap bisa dikurangi.

Sejak 2005 saya telah melakukan eksisi dengan vakum di rumah sakit, tetapi hanya untuk tumor jinak," kata Toma. "Seiring dengan perkembangan dan kemajuan panduan bersama lesi lain, kami merasa prosedur ini ideal untuk kasus tertentu."

Samuel James, seorang manajer perawatan klinis di Rumah Sakit Southend, mendeskripsikan Toma sebagai seorang dokter yang selalu mencari cara agar bisa meningkatkan outcome kesehatan dan terapi pasien.

"Saya merasa bangga bisa bekerja bersama dokter yang jenius ini," komentar James. "Kami terus mencari cara baru untuk meningkatkan perawatan yang kami berikan ke pasien."

Kasus kanker payudara diprediksi akan meningkat di seluruh dunia

Meskipun ada kemajuan penelitian kanker payudara, statistik kanker payudara tampak tidak meningkat sedikit pun. Prediksi Kongres Kanker Dunia 2016 menyebut bahwa 5,5 juta wanita akan meninggal akibat kanker di tahun 2030.

Beberapa tahun terakhir, kasus kanker payudara semakin meningkat, khususnya di Asia dimana angkanya meningkat tiga kali lipat di Jepang, Korea dan Singapura.

Dalam Pusat Kanker Nasional, Singapura sudah mencapai angka waspada - sekitar 1.900 wanita didiagnosis kanker payudara setiap hari. Di Malaysia, kanker payudara berada di posisi sepuluh tertinggi kanker yang paling banyak diderita wanita.

Di Inggris, lebih dati 55.000 orang didiagnosis kanker payudara setiap hari, dengan 57% memiliki operasi payudara daripada mastectomy.

Prosedur non-operasi ini menjadi terobosan baru untuk terapi kanker payudara dan memiliki kemungkinan bisa meningkatkan outcome ke pasien. MIMS

Bacaan lain:
6 penemuan baru di tahun 2016 untuk melawan kanker payudara
Ada kanker dalam fosil berusia 1.700.000 tahun
Fototerapi bisa menginduksi sel kanker untuk "bunuh diri" hanya dalam waktu 2 jam