Psikoterapi, yang juga dikenal sebagai "terapi bicara", merupakan terapi yang digunakan oleh psikolog untuk melakukan pendekatan perilaku kognitif, interpersonal atau pendekatan lain untuk membantu mengatasi masalah seseorang. Ini merupakan jenis terapi yang banyak dilakukan untuk individu dengan depresi, rasa gelisah atau kondisi lain yang bisa mengganggu kesehatan seseorang.

Psikoterapi diketahui bisa menyembuhkan beragam kondisi kesehatan dan juga membekali pasien dengan pengetahuan manajemen diri.

Beberapa penelitian kasus sudah menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien untuk mengekspresikan diri, mengembangkan persepsi yang lebih akurat dan seimbang mengenai orang lain dan situasi, dan juga membangun ketegasan dan efektivitas diri.

Psikoterapi bisa meningkatkan kualitas hidup pasien

Jonathan Shedler, seorang profesor psikiatrik klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Colorado mengatakan bahwa psikoterapi bukan hanya menyembuhkan beberapa gejala penyakit, tetapi juga membantu pasien mengembangkan kapasitas internal dan kepuasan hidup.

Kajian penelitian yang dipublikasi awal tahun ini menunjukkan bahwa pasien dengan gangguan mental cenderung menolak atau menghentikan terapi jika mereka mengetahui mereka menggunakan obat psikotropik.

Menurut ketua penelitian Joshua Swift dari Universitas Negeri Idaho, angka penolakan terapi dikatakan dua kali lebih tinggi saat diberikan farmakoterapi dibandingkan psikoterapi tunggal. Terutama ketika menyembuhkan beberapa kondisi seperti kegelisahan sosial, depresi dan gangguan panik.

Terapi perilaku kognitif efektif untuk menyembuhkan gangguan depresi

Penemuan ini konsisten dengan penelitian lain yang membandingkan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) dan farmakoterapi.

Penelitian, dipublikasi pada 2013, menemukan bahwa pasien yang mendapat terapi akut CBT cenderung lebih jarang mengalami kekambuhan dibandingkan pasien yang diterapi secara akut dengan farmakoterapi. Hal ini menunjukkan adanya posisi kuat CBT sebagai terapi lini pertama untuk ganguan depresi akut.

Preferensi pasien yang lebih menyukai terapi psikologis dibandingkan terapi farmakologis untuk gangguan psikiatrik telah ditunjukkan dalam kajian penelitian yang dilakukan oleh Dr. R. Kathryn McHugh dan koleganya dari Rumah Sakit McLean di Massachussetts.

Hasil yang diambil dari pengkajian beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% partisipan lebih memilih terapi psikologis hingga farmakologi untuk depresi dan kegelisahan. Selain itu, preferensi pasien yang lebih menyukai psikoterapi juga ditemukan lebih kuat pada partisipan wanita dan yang berusia lebih muda.

Kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi meningkatkan efikasi

Meskipun manfaat psikoterapi dan preferensi pasien terjadap terapi sudah banyak diketahui, namun penemuan dari banyak penelitian juga menunjukkan adanya signifikansi gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi.

Mudahnya, penelitian yang baru dipublikasi tahun ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi psikoterapi dan farmakoterapi lebih baik daripada terapi lain yang meningkatkan fungsi dan kualitas hidup.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2013 juga menunjukkan bahwa kombinasi kedua terapi tersebut bisa memengaruhi perubahan neurokognisi untuk menyembuhkan depresi sedang.

Berdasarkan penemuan penelitian tersebut, penelitian yang lebih mendalam dan analisis strategi, peran dan outcome kedua terapi bisa dijamin. Pasien berbeda mungkin akan memberi respon dan manfaat yang berbeda, tergantung pendekatan terapeutik, misalnya, melalui monoterapi spesifik, atau kombinasi keduanya.

Dengan demikian, karena efek terapi bisa jadi bervariasi tergantung kondisi spesifik tertentu, penelitian di masa depan harus berfokus untuk merajut pendekatan dalam praktek klinis untuk memenuhi kebutuhan setiap pasien. MIMS

Bacaan lain:
5 poin penting BPJS yang perlu diketahui oleh tenaga kesehatan
Peran diskusi dalam klinik swasta
4 kesalahan komunikasi yang harus dihindari dalam praktek medis
Rahasia komunikasi efektif untuk perawat


Sumber:
http://www.apa.org/helpcenter/understanding-psychotherapy.aspx
http://www.apa.org/pubs/journals/releases/amp-65-2-98.pdf 
http://www.apa.org/news/press/releases/2017/03/psychotherapy.aspx
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3641456/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4156137/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5244449/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24103853