Sebuah penelitian yang dilakukan di The John Hopkins Hospital menemukan bahwa sebanyak 20% pasien menderita efek samping serius saat mengonsumsi antibiotik, namun 20% di antaranya sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa efek samping antibiotik dan budaya pemberian resep obat berlebih seringkali tidak terlalu diperhatikan dalam sistem kesehatan.

"Seringkali, dokter meresepkan antibiotik meskipun tidak ada bukti infeksi bakteri, dan berpikir bahwa meskipun jika pasien tidak membutuhkan antibiotik, pasien tetap tidak akan mengalami efek samping apapun," ungkap Pranita Tamma, seorang asisten profesor perdiatrik di The Johns Hopkins Hospital.

"Tetapi bukan ini masalhnya. Antibiotik tetap memiliki efek samping. Setiap kali kita berpikir untuk meresepkan antibiotik, kita harus berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, 'Apakah pasien ini benar-benar membutuhkan antibiotik?'" tambahnya.

Hasil dari efek samping ini, semua pasien membutuhkan sejumlah intervensi tambahan, seperti semakin lamanya waktu rawat inap dan kunjungan berulang ke rumah sakit. Lebih parahnya lagi, pada 20% pasien yang diobati untuk efek samping, antibiotik terbukti sebenarnya tidak dibutuhkan pasien tersebut.

Efek samping berpotensi mengubah kehidupan pasien

Meskipun tidak ada kematian yang disebabkan efek samping antibiotik, namun reaksi efek simpang ini seringkali merupakan efek yang mengubah kehidupan pasien. Seperti yang dialami oleh warga Philadelphia, Michael Schumacher, yang mengalami atrofi otot akibat toksisitas Fluoroquinolone.

Kondisi ini menyebabkan kerusakan di tendon dan ototnya sehingga ia tidak bisa duduk atau berdiri selama lebih dari beberapa menit. Setelah diberikan antibiotik untuk mengobati rasa nyeri di pangkal para, keluhan Schumacher tidak sembuh, melainkan semakin parah dan menyebar ke kakinya.

"Saya melakukan pencarian di Google dan menemukan informasi mengerikan mengenai obat ini dan bagaimana obat ini bisa merusak tendon. Saya langsung menghentikan konsumsi obat ini," ungkap Schumacher.

Tetapi saat itu, kerusakan sudah terjadi dan Schumacher tidak memiliki cukup dukungan untuk mengambil langkah hukum melawan industri obat tersebut, karena efek samping sudah dicatat dalam kemasan antibiotik.

Selain harus hidup dengan efek samping obat, produsen obat, Bayer, terus melindungi antibiotik dengan pembicaranya mengungkapkan bahwa mereka "bisa ditoleransi dengan baik dan efektif untuk semua indikasi penyakit jika digunakan sesuai dengan yang disarankan. Obat tersebut memiliki profil rasio benefit-risk yang baik."

Dokter terus meresepkan antibiotik secara berlebihan

Di samping efek samping yang ada dan rekomendasi panduan klinis, dokter terus meresepkan antibiotik secara berlebihan. Sebuah penelitian yang dilakukan di rumah sakit Australia, menemukan bahwa sekitar 40% pasien menerima antibiotik tetapi hanya setengah yang benar-benar membutuhkannya.

Pola peresepan yang tidak baik ini mungkin disebabkan berbagai alasan tetapi, salah satunya adalah karena budaya di rumah sakit. Dokter seringkali lebih memprioritaskan tujuan jangka pendek untuk mengatasi masalah, dan tidak memperhatikan efek jangka panjangnya.

Selain itu, dokter junior juga seringkali meresepkan antibiotik sebagai bentuk pencegahan, khususnya di malam hari, saat dimana mereka tidak mau ambil risiko membangunkan dokter senior dan meminta bantuan.

Dokter mungkin tidak bisa disalahkan, karena terkadang pasien jugalah yang meminta antibiotik. Sebuah penelitian di United Kingdom menemukan bahwa dokter cenderung meresepkan antibiotik jika pasien memintanya.

Menurut peneliti, Miroslav Sirota, "Kami ingin menggaris bawahi bahwa resep antibiotik berlebih merupakan masalah sistemtik serius: kita harus bekerjasama untuk mengatasi masalah ini." MIMS

Bacaan lain:
Dokter tidak memperhitungkan biaya saat meresepkan obat atau tes kesehatan
Terlalu banyak resep antibiotik karena kesalahan interpretasi antara dokter dan pasien
Resep berlebih: Apakah manfaatnya untuk dokter atau pasien mereka?

Sumber:
http://www.medicalnewstoday.com/releases/317947.php
https://www.doctorslounge.com/index.php/news/pb/73081
http://www.metro.us/news/local-news/philadelphia/how-doctor-prescribed-antibiotics-left-philly-man-disabled
http://www.apa.org/news/press/releases/2017/02/antibiotics-expectations.aspx
https://www.statnews.com/2016/01/19/overprescribing-antibiotics-advice/
http://theconversation.com/infection-control-why-doctors-over-prescribe-antibiotics-24785