Peneliti di New Jersey menemukan strain pertama bakteri E.coli yang tidak bisa disembuhkan di Amerika. E.coli resisten antibiotik baru ini masuk ke dalam kategori 'superbugs'.

Mereka resisten terhadap penggunaan antibiotik, sehingga menjadi lebih sulit bagi tubuh untuk melawan dan sembuh. Ini berarti bahwa bahkan penyakit yang dianggap minor, seperti yang menyebabkan flu biasa, mungkin membunuh kita.

Berbahaya dan sulit diobati

Superbug baru ini, ditemukan pada seorang pria berusia 76 tahun penderita infeksi saluran urin (UTI), memiliki gen bergerak yang membuatnya resisten terhadap dua jenis antibiotik. Kedua antibiotik yang secara umum dianggap sebagai perlindungan lini terakhir melawan bakteri pengancam jiwa. Pria ini tidak memiliki riwayat berkunjung ke negara lain.

Peneliti sudah menganalisis sampel darah dan urin pasien karena infeksi ini sangat menantang dalam hal terapi. Hasil tes menunjukkan bakteri ini membawa gen mcr-1, yang membentuk resistensi terhadap antibiotik lini terakhir, colistin.

Selain itu, ditunjukkan bahwa bakteri itu juga memiliki gen blaNDM-5 yang menghambat efektivitas carbapenem, salah satu antibiotik paling kuat, karena bakteri sudah mengembangkan resistensi terhadap antibiotik lain.

Colistin digunakan untuk terapi infeksi bakter gram-negatif resisten carbapenem. Masalah yang ada sekarang adalah penyebaran mcr-1 terhadap bakteri resisten carbapenem, dengan demikian membentuk strain yang mendekati resisten-parah.

Superbug baru yang sangat kuat

Isolat menunjukkan pola resistensi terhadap colistin dan carbapenem, tetapi rentan terhadap amikacin, aztreonam, gentamicin, nutrofurantoin, tigecyline, dan trimethoprim-sulfamethoxazole. Meskipun demikian peneliti menunjukkan bahwa bakteri ini berpotensi menyebar dan menjadi superbug yang sangat kuat.

E.coli dengan resistensi antibiotik disekuens secara utuh dan ditunjukkan memiliki efek serupa dengan bakteri lain, yang pertama kali dilaporkan di Cina pada 2014, dan kemudian di beberapa negara lain. Strain dalam laporan ini pertama kali diisolasi pada tahun 2014, menunjukkan keberadaan mcr-1 yang terlalu awal di Amerika dibandingkan yang sebelumnya diperkirakan.

"Berita baiknya adalah bahwa ini tidak menyebabkan wabah besar infeksi resisten obat," ungkap penulis penelitian senior Barry Kreiswirth, direktur Pusat Tuberkulosis Institut Penelitian Kesehatan Masyarakat di Universitas Rutgers di New Jersey.

Peneliti Singapura menemukan terapi baru untuk E.coli

Disebabkan proliferasi bakteri resisten antibiotik baik, sudah ada penelitian yang dilakukan untuk mencari metode alternatif penyembuhan pasien.

Peneliti dalam Institute Bioengineering and Nanotechnology (IBN) Singapura berhasil mempelajari materi baru yang bisa membuka membran sel dari bakteri E.coli dan menghancurkannya hanya dalam 30 detik.

Penemuan mereka dipublikasikan dalam jurnal kajian ahli di Jerman di awal tahun ini. Bahannya adalah senyawa kimia yang membentuk molekul yang digabungkan kembali menjadi rangkaian dan membutuhkan waktu tiga tahun untuk berkembang.

"(Ini) sangat dibutuhkan untuk mencegah perkembangan bakteri resisten antibiotik atau superbugs," ungkap kepala penelitian Zhang Yugen. MIMS

Bacaan lain:
WHO mengumumkan 12 superbug yang bisa menjadi ancaman terbesar dalam kehidupan manusia
Satu-dua serangan obat bisa digunakan untuk melawan superbug
Menghabiskan antibiotik tidak mencegah resistensi antimikroba, sebut penelitian baru

Sumber:
http://www.dailymail.co.uk/health/article-3763819/Indestructible-strain-E-coli-reached-researchers-warn.html#ixzz4IotIvnmy
http://mbio.asm.org/content/7/4/e01191-16
http://www.dailymail.co.uk/health/article-3763819/Indestructible-strain-E-coli-reached-researchers-warn.html
http://www.channelnewsasia.com/news/health/researchers-find-first-us/3083870.html
http://www.straitstimes.com/singapore/new-find-kills-e-coli-in-30-seconds