Dokter spesialis kaki yang merupakan mantan dokter gigi, dilaporkan karena melakukan pelanggaran medis – dimana ia mengobati setidaknya 25 pasien antara tahun 2014 hingga 2016 dengan implan yang dibuat di toko medis, dan digunakan tanpa persetujuan lengkap pasien.

Dokter chiropodist Pierre Dupont mengakui bahwa stent kakinya – implan yang digunakan untuk terapi kaki rata atau telapak kaki rata – tidak disetujui penggunaannya oleh pemerintah kesehatan Kanada.

Menurut penyelidikan Go Public/Radio_Canada, implan ini tidak memenuhi persyaratan standar stent yang disetujui, HyproCure.

The stent on the right is the legitimate Health Canada implant. The one on the left is the knock-off. Photo credit: CBC
The stent on the right is the legitimate Health Canada implant. The one on the left is the knock-off. Photo credit: CBC


Namun, dikatakan Dupont tidak percaya diperlukan persetujuan untuk alat ini karena "bentuk, komposisi, dan desainnya sama", dan ia tidak berencana menjual stent-nya ke tenaga kesehatan lain.

Membacakan pembelaannya di hadapan komite College of Chiropodist of Ontario, Dupont setuju ia tidak pernah mengadakan praktek chiropody di Ontario lagi.

"Saya ingin meminta maaf untuk tidak bertindak secara profesional," katanya.

"Sikap saya tidak bisa dimaafkan. Banyak dari Anda mungkin marah dengan saya dan Anda memiliki hak untuk marah. Anda memercayai saya dan... saya mengecewakan Anda."

Pasien berpikir stent yang digunakan sudah mendapat persetujuan

College of Chiropodist menemukan bahwa pasien tidak mengetahui saat mereka menandatangani surat persetujuan, sebelum prosedur, dengan anggapan bahwa stent HyProCure yang akan digunakan, saat, sebenarnya diganti dengan stent Dupont saat operasi.

Selain itu, penyelidikan menunjukkan bahwa Dupont gagal mencatat prosedur dari pemeriksaan utama pemeriksaan paska-bangsal.

Dalam periode dua tahun, stent buatan ini menyebabkan rasa sakit konstan. Hingga sekarang, banyak korban – termasuk anak kecil – masih merasakan sakit dan tidak bisa berjalan padahal sebelumnya mereka bisa berjalan.

Seorang mantan pasien, George Morrison, yang berasal dari Nova Scotia, mengatakan ia perlu melalui dua operasi yang mahal untuk mengganti implan ini.

"Setiap hari saya 'menghitung seberapa parah kesakitan yang saya rasakan'," kata Morrison. "Setiap hari saya memperkirakan seberapa parah rasa sakit yang bisa saya tahan," katanya.

Begitu juga dengan Erika Brathwaite, stent Dupont membuatnya kehilangan banyak uang, dan juga gerakan fisik dan kesehatan mentalnya. Ia perlu operasi tulang dan tendon mayor untuk mengembalikan kakinya sehingga bisa berfungsi normal setelah periode penyembuhan enam bulan.

"Pengalaman dengan Dupont Pierre ini sangat memengaruhi kehidupan saya, membuat saya memiliki masa depan yang tidak jelas, dan membuat saya tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari," kata Brathwaite.

Brathwaite went to Dupont for orthotics and ended up getting surgery that has left her with pain she says she never had before. Photo credit: Paul Skene/CBC
Brathwaite went to Dupont for orthotics and ended up getting surgery that has left her with pain she says she never had before. Photo credit: Paul Skene/CBC


Dalam pembelaannya, Dupont mengakui bahwa ia menggunakan nama merk itu dalam kontrak yang diberikan kepada pasien karena ia pikir tidak perlu mengganti nama merknya.

"Saya tidak tahu seakurat apa itu saat ia mengatakan ia tidak tahu," kata Brathwaite. "Ia merupakan seorang pria yang pintar... Saya pikir hukumannya adil."

Sikap Dupont mencoreng nama profesi

Perguruan tinggi menyebutkan sikap Dupont sebagai sikap yang "memalukan, hina dan tidak profesional," dan banyak melanggar peraturan kesehatan daerah dan juga keputusan Food and Drugs Act.

"Anda sudah mencoreng nama Anda sendiri dan perguruan tinggi," kata anggota badan. "Anda sudah merusak nama profesi."

Spesialis kaki dan bisnisnya, Ottawa Foot Practice, harus membayar denda sebesar USD15 juta, dan sedang mencari kompensasi ke pasien yang terpengaruh. Perguruan tinggi memutuskan akan mengambil langkah hukum, tetapi di awal tahun ini, penggugat dan perguruan tinggi setuju untuk membatalkan pengaduannya.

Dupont harus membayar denda USD30.000 dan diberikan saran oral. Izinnya untuk berpraktek chiropody di Ontario ditarik.

Jordan Glick, konil perguruan tinggi, mengatakan ini merupakan sebuah kasus yang unik karena "ia menggunakan pasien yang lemah dan melakukan eksperimen pada mereka tanpa sepengetahuan pasien."

"Masa lalu yang kelam" – mantan dokter gigi memiliki hubungan dengan kematian seorang pasien

Dupont berpraktek sebagai seorang dokter gigi selama satu dekade, tetapi ia tidak memberikan pelayanan yang baik karena banyak pasien di Quebec memberikan keluhan atas dirinya. Kemudian, dokumen pengadilan menyatakan bahwa ia gagal mendiagnosis patahnya rahang seorang pasien dan memberikan obat yang tidak dibutuhkan atau dalam dosis yang tidak sesuai.

Di tahun 2005, satu dari pasiennya meninggal selama operasi gigi dan Dupont kehilangan izinnya dan tidak boleh kembali berpraktek sebagai seorang dokter gigi.

Pindah ke Ontario, dokter gigi ini kembali sebagai dokter spesialis kaki dan meskipun College of Chiropodists of Ontario mengetahui tentang masa lalunya, namun mereka mengizinkan Dupont masuk kembali ke profesi kesehatan, tanpa memberitahukan hal ini ke publik.

Dupont, lulus dari program podiatry di Université du Québec á Trois-Rivières, berusaha untuk berpraktek secara legal di Quebec. Kemudian, ia pindah ke Ottawa dan diberikan sertifikat untuk registrasi praktek oleh College of Chiropodists.

Dupont tidak menutupi masa lalunya dan tetap transparan akan masa lalunya selama wawancara.

"Mereka melakukan uji kelayakan," katanya. "Semuanya sudah diungkapkan dan disebutkan ke komite, komite pendaftaran, dan mereka sudah membuat keputusan yang seharusnya."

Pengacaranya, Megan Savard, menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak menyebutkan Dupont tidak kompoten, dan tuduhan bahaya fisik dalam pernyataan di pengadilan belum terbukti atau disebutkan dari mulut para ahli.

Dupont setuju untuk membayar sebagian penyelidikan pergunaan tinggi mengenai hal ini, tambah Savard.

Saat pembacaan keputusan atas nama keluarga, teman dan kolega Dupont, Savard mengatakan ia merupakan "seorang pria yang penyayang, dan penuh dengan pertimbangan" dan "bahwa ia sangat peduli dengan semua orang dalam hidupnya."

"Ia mungkin harus memulai kehidupan lagi dari awal, di usia dimana kebanyakan orang sudah pensiun," katanya. MIMS

Bacaan lain:
Ketua Yayasan Ginjal Nasional Singapura dipecat karena "tindakan tidak senonoh" pada seorang karyawan pria
Permintaan kompensasi IVF yang diajukan seorang wanita Singapura ditolak oleh pengadilan
Seorang dokter diajukan ke meja hijau karena melakukan pelecehan seksual setelah mensedasi pasien

Sumber:
http://www.cbc.ca/news/canada/ottawa/pierre-dupont-disciplinary-hearing-go-public-investigation-1.4189948
https://www.thestar.com/news/gta/2017/07/11/disgraced-dentist-turned-foot-specialist-loses-licence-to-practise-again.html